Berita

Brankas di Kafe de’Clan yang Digeledah Polisi Berukuran 2×1 Meter – Ini Isinya

Brankas di Kafe de Clan Digeledah Polisi, Isinya Uang dan Dokumen Korupsi Brankas di Kafe de Clan - Kafe de Clan, salah satu tempat nongkrong populer di

Desk Berita
Published Juli 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Brankas di Kafe de Clan Digeledah Polisi, Isinya Uang dan Dokumen Korupsi

Brankas di Kafe de Clan – Kafe de Clan, salah satu tempat nongkrong populer di Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah polisi melakukan penggeledahan terhadap brankas di lokasi tersebut. Brankas di kafe de Clan ditemukan dalam operasi penyidikan yang berlangsung Rabu (8/7/2026). Ukuran brankas ini mencapai 2×1 meter, yang dianggap cukup besar untuk menyimpan barang bukti. Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang diduga berkaitan dengan bisnis kafe tersebut.

Detail Penggeledahan di Kafe de Clan

Dalam operasi penyitaan, polisi memeriksa dua ruangan yang berada di lantai dua kafe de Clan. Ruangan tersebut dianggap sebagai tempat penyimpanan uang dan dokumen. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa brankas di kafe de Clan ditemukan sebagai bagian dari penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung. “Ya, terkait tentang ruang kerja ataupun dua ruangan yang di atas yang dilakukan tempat penggeledahan sebagai kantor, termasuk tempat penyimpanan uang yang tadi, brankas. Ternyata brankas itu dibuka dengan luas lebih kurang 2×1 meter,” ujar Budi kepada wartawan di kafe de Clan, Jaksel, Rabu (8/7/2026).

Penyitaan terhadap brankas di kafe de Clan dilakukan setelah petugas menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya aktivitas tidak semestinya. Budi menambahkan bahwa brankas ini berukuran sebanding dengan kamar, yang menimbulkan dugaan kuat bahwa di dalamnya terdapat dokumen dan uang yang berkaitan dengan kasus korupsi. “Artinya, ini sebesar kamarlah, yang untuk penyimpanan dokumen dan uang-uang tadi,” lanjutnya.

Isi Brankas dan Barang Bukti yang Ditemukan

Brankas di kafe de Clan dikabarkan mengandung uang tunai dalam jumlah besar, termasuk pecahan mata uang asing. Total uang yang disita mencapai Rp 60 miliar, yang terdiri dari rupiah dan dolar Singapura serta dolar Amerika Serikat. “Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de Clan,” pungkas Irjen Totok Suharyanto, Kakortas Tipidkor Polri, saat diwawancarai.

Selain uang, polisi juga mengamankan berbagai perangkat elektronik seperti handphone dan dokumen-dokumen penting. Penggeledahan ini menunjukkan bahwa kafe de Clan bukan hanya tempat bersantai tetapi juga menjadi pusat aktivitas finansial yang berpotensi menyimpan bukti-bukti korupsi. Dugaan tindak pidana korupsi tersebut didasarkan pada temuan barang bukti yang diduga terkait dengan pengelolaan dana yang tidak transparan.

Lantai satu kafe de Clan kembali beroperasi setelah polisi menyerahkan pengelolaan ruangan tersebut ke manajemen. Namun, lantai dua tetap dipakai sebagai tempat penyidikan. “Jadi, polisi menghormati terkait tentang ruang yang hanya terkait tentang tindak pidana, dugaan tindak pidana korupsi. Tentang penyitaan ini terkait tentang dua ruangan,” jelas Budi. Pihak manajemen kafe de Clan dianggap tidak terlibat langsung dalam kasus korupsi, tetapi tetap menjadi saksi dan pelaku pendistribusian barang-barang yang disita.

Proses penyidikan terhadap brankas di kafe de Clan masih berlangsung. Dengan ukuran 2×1 meter, brankas ini mungkin menyimpan bukti-bukti yang berkaitan langsung dengan investigasi. Totok Suharyanto menegaskan bahwa penyitaan barang bukti adalah bagian dari upaya mengungkap praktik korupsi yang mungkin berlangsung di dalam bisnis kafe tersebut. “Selama penggeledahan di lokasi The Club, kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone,” tambah Totok saat diwawancarai.

Kasus korupsi di kafe de Clan semakin menarik perhatian masyarakat dan media. Penggeledahan terhadap brankas di kafe de Clan menjadi salah satu langkah kunci dalam menyelidiki dugaan tindak pidana yang melibatkan pengelolaan dana. Dengan temuan uang dan dokumen yang signifikan, kasus ini bisa menjadi sorotan besar. Selain itu, keberadaan brankas yang besar juga menunjukkan bahwa kafe de Clan berpotensi menyimpan bukti-bukti yang cukup lengkap untuk mengungkap praktik korupsi yang diduga berlangsung di sana.

Leave a Comment