Solving Problems: Adnan Kasweri, Anak Kuli Bangunan Raih Predikat ‘Ati Trengginas’ di Akpol Angkatan 58
Solving Problems – Adnan Kasweri, seorang lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 58, berhasil meraih predikat ‘Ati Trengginas’ sebagai penghargaan tertinggi untuk ketangguhan fisik dan mental terbaik. Solving Problems dalam perjalanan hidupnya tidak hanya menjadi motto, tetapi juga bentuk nyata dari perjuangan yang ia lalui. Bukan hanya karena prestasi akademik yang membanggakan, tetapi juga karena tekadnya untuk mengatasi tantangan latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai kuli bangunan.
Pertarungan untuk Mewujudkan Impian
Dari kecil, Adnan Kasweri sudah terbiasa menghadapi Solving Problems dalam rutinitas sehari-hari. Keluarga yang sederhana dan biaya pendidikan yang terbatas tidak menyurutkan semangatnya untuk mengejar impian menjadi polisi. Ia memulai perjalanan akademiknya dengan tekad luar biasa, sambil tetap menjaga tanggung jawab sebagai anak dari orang tua yang bekerja keras di bidang konstruksi.
Proses seleksi masuk Akpol menjadi tantangan besar bagi Adnan. Dari ribuan pesaing, ia harus menunjukkan kemampuan di berbagai aspek, termasuk ujian fisik dan mental yang sangat ketat. Nilai ujian kesehatan jasmani yang ia capai mencapai 93,64, menjadikannya salah satu lulusan terbaik. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Solving Problems tidak hanya sekadar kata, tetapi sebuah proses yang ia lalui dengan penuh perjuangan.
Kata Ibu: ‘Ia Tidak Pernah Menyerah’
Di balik keberhasilan Adnan, dukungan keluarga menjadi fondasi yang sangat penting. Ibu Sudaryo, yang menjadi sumber semangat utamanya, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian anaknya. “Weri adalah anak yang tidak pernah menyerah, meskipun harus menghadapi Solving Problems setiap hari,” katanya dalam wawancara dengan media.
Sebagai lulusan dari keluarga pekerja bangunan, Adnan sering kali menjadi contoh bahwa Solving Problems bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial. Ia menegaskan bahwa asal-usul keluarga bukan penghalang, melainkan motivasi untuk terus berkarya. “Saya tumbuh di lingkungan yang sederhana, tapi itu membuat saya lebih kuat dan berani menghadapi segala rintangan,” tambahnya.
Pengaruh Sang Ayah dalam Pemotivasi
Sudaryo, ayah Adnan Kasweri, hadir langsung saat Sidang Akhir Rekrutmen Taruna Akpol 2023 berlangsung di Gedung Serbaguna. Ia menggunakan gawainya untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, meski hanya datang sendirian karena keterbatasan biaya. Meski demikian, ia tetap merasa bangga dan bersemangat.
“Terima kasih ya Allah. Weri, Weri masuk Akpol, Nak,” ujar Sudaryo, yang sebelumnya menjadi pembicara dalam acara penutupan pendidikan Taruna Angkatan 58.
Sudaryo mengatakan bahwa Solving Problems dalam hidupnya adalah bagian dari proses menjadi seorang polisi. “Dari nol sampai akhir, saya ikutin semua langkahnya. Meski minim, tapi prosesnya jujur dan murni,” pungkasnya. Dukungan ini tidak hanya memberi kepercayaan, tetapi juga memberi kesempatan Adnan untuk menunjukkan bakatnya.
Minat pada Olahraga dan Kepemimpinan
Adnan, yang akrab disapa Weri, memiliki minat yang luar biasa pada olahraga, terutama voli. Dalam ujian akhir Akpol, ia menampilkan teknik servis dan smash yang memukau, sebagai bukti bahwa Solving Problems juga teraplikasikan dalam mengembangkan kemampuan fisik. “Saya ingin menunjukkan bahwa seseorang dari latar belakang sederhana bisa menjadi pemimpin yang kuat dan tangguh,” ujarnya.
Weri menekankan bahwa keberhasilannya bukan hanya karena bakat alamiah, tetapi juga hasil dari usaha keras. “Dukungan dari Kabareskrim dan Wakapolri sangat berpengaruh. Mereka mengingatkan bahwa Solving Problems adalah bagian dari proses belajar menjadi seorang polisi yang mampu menghadapi segala situasi,” tambahnya. Pengalaman ini menjadikannya lebih yakin untuk terus berkembang.
Harapan di Masa Depan
Setelah lulus, Adnan Kasweri berharap bisa memberikan contoh bagi generasi muda yang berasal dari keluarga sederhana. Ia ingin menunjukkan bahwa Solving Problems bisa dilakukan oleh siapa pun, asalkan memiliki semangat dan tekad. “Saya ingin menegaskan bahwa pendidikan dan karier tidak selalu bergantung pada kondisi awal. Asal-usul keluarga adalah bagian dari perjalanan, bukan penghalang,” katanya.
Adnan juga berharap bisa berkontribusi dalam meningkatkan citra polisi di tengah masyarakat. “Saya ingin menjadi polisi yang bisa membantu orang-orang seperti orang tua saya, yang bekerja keras di bidang konstruksi. Dengan kemampuan Solving Problems, saya yakin bisa memberikan solusi untuk berbagai masalah di lingkungan sekitar,” imbuhnya. Harapan ini menambah semangatnya untuk terus berkarya di masa depan.
