Pria Asal Jabar Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Rinjani
Pria Asal Jabar Meninggal Dunia Saat – Seorang pria dari Jawa Barat dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani, sebuah gunung berapi yang terletak di Nusa Tenggara Barat. Pria tersebut, yang dikenal sebagai Yuliadi, berusia 38 tahun dan memiliki riwayat penyakit jantung. Kecelakaan terjadi pada Kamis (14/5/2026) saat rombongan pendaki yang ia ikuti melewati jalur Sembalun. Setelah mengalami kecelakaan, Yuliadi dinyatakan tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia, menambah daftar korban yang tercatat dalam sejarah pendakian Gunung Rinjani.
Detail Kecelakaan dan Proses Evakuasi
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat rombongan melanjutkan perjalanan dari pos 4 ke area Pelawangan Sembalun. Yuliadi membuka jas hujan setelah hujan berhenti dan beberapa langkah kemudian terjatuh, pingsan di jalur yang cukup curam. Para pendaki segera memberi tahu pandu yang mengiringi rombongan. Petugas dari Balai TNGR NTB Budy Kurniawan menyatakan bahwa mereka bergerak cepat untuk memberikan pertolongan.
“Setelah informasi diberikan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” kata Budy Kurniawan, dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).
Kondisi Korban dan Upaya Penolongan
Pendaki mengambil langkah pencegahan dengan meminta bantuan dari dokter yang sedang mendaki bersama rombongan. Meski upaya membangunkan Yuliadi melalui pemanggilan nama dan pemberian oksigen berlangsung, korban tetap tidak sadarkan diri. Petugas melakukan proses resusitasi jantung paru (RJP) dengan bimbingan tim medis dari Evakuasi Medis dan Pemadam Kebakaran (EMHC). Meski usaha yang dilakukan intens, Yuliadi tidak berhasil diselamatkan.
Tim evakuasi yang dikoordinasikan oleh Balai TNGR NTB bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung dibawa turun ke Puskesmas Sembalun oleh tim rescue, kemudian dirujuk ke RSUD Selong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi ini membutuhkan waktu sekitar satu jam, dengan kondisi cuaca yang masih tergolong stabil.
Risiko Mendaki Gunung Rinjani dan Pentingnya Persiapan
Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu destinasi pendakian yang paling populer di Indonesia. Namun, kejadian seperti yang menimpa Yuliadi menegaskan bahwa risiko kesehatan dan kecelakaan selama pendakian tetap ada. Pria asal Jabar itu sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit jantung, yang menjadi faktor penting dalam kejadian tersebut. Para pendaki disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum turun ke jalur dan membawa alat pelindung serta oksigen cadangan.
Direktur Pusat Penelitian dan Pengelolaan Gunung Berapi Nasional (Puspen Gunung) menegaskan bahwa Gunung Rinjani sering menjadi lokasi kecelakaan karena jalur yang berliku dan perbedaan ketinggian yang signifikan. Pria asal Jabar Meninggal Dunia menjadi bukti bahwa siapapun, terlepas dari kondisi fisik yang terlihat baik, bisa mengalami kejadian tak terduga saat mendaki. Kepada para pendaki, disarankan untuk tetap memantau kondisi tubuh dan tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan atau sesak napas.
Penyebab Kecelakaan dan Analisis
Dari laporan yang diterima, Yuliadi mengalami kecelakaan saat membuka jas hujan di tengah perjalanan. Seorang pandu mengatakan bahwa korban terjatuh setelah beberapa langkah dari pos 4, mungkin karena kondisi fisik yang memburuk akibat faktor cuaca atau kelelahan. Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk tetap waspada dan memastikan keadaan tubuh tetap terjaga sepanjang perjalanan. Pria asal Jabar Meninggal Dunia juga menyoroti pentingnya penggunaan jas hujan selama pendakian, terutama di jalur yang berbatu atau berlumpur.
Dalam upaya penyelamatan, tim evakuasi mengambil waktu untuk menilai kondisi korban dan melakukan RJP sebelum mengangkut jenazah ke fasilitas medis. Meski prosesnya cepat, kejadian ini memperlihatkan bahwa perlu ada respons yang sigap dan terorganisir untuk menghadapi situasi darurat di gunung. Pria asal Jabar Meninggal Dunia memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di tengah aktivitas mendaki.
Setelah jenazah Yuliadi tiba di RSUD Selong, tim medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Hasilnya, dinyatakan bahwa kecelakaan tersebut menyebabkan gangguan pernapasan yang tidak bisa dipulihkan. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan akan diumumkan setelah pemeriksaan lengkap dilakukan. Kecelakaan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi Balai TNGR NTB untuk memperbaiki protokol keamanan pendakian di wilayah Gunung Rinjani.