Strategi Utama: Mendengarkan Aspirasi Buruh Ojol, Ibas Kawal Perlindungan Sosial
Pelaku Ketenagakerjaan Harus Diperhatikan
Key Strategy – Strategi utama dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan saat ini adalah memperhatikan suara dan aspirasi para pekerja, terutama buruh ojek online. Dalam acara diskusi yang dihadiri oleh Ibas, perwakilan dari sejumlah kelompok pekerja meminta pemerintah lebih aktif dalam melindungi kesejahteraan sosial mereka. “Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Semoga para pekerja semakin sehat, kuat, maju, dan sejahtera bagi Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar Ibas dalam pernyataannya, Minggu (10/5/2026).
Perwakilan buruh ojol menekankan bahwa strategi utama dalam membangun ekonomi rakyat tidak hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang keadilan. Mereka menyebutkan bahwa di balik angka-angka ekonomi, ada usaha masyarakat kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, dan menjamin harapan kehidupan yang lebih baik. “Kami ingin penghasilan yang stabil, dan perlindungan sosial yang mencakup kecelakaan kerja serta asuransi kesehatan,” tambah peserta diskusi lainnya.
Peran UMKM dalam Keselamatan Ekonomi
Dalam sesi diskusi, peran UMKM dalam menyokong ketenagakerjaan juga diangkat sebagai strategi utama. Salah satu peserta, Tania, mengungkapkan bahwa UMKM perlu diperhatikan melalui program ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi. “Kami ini UMKM bukan pabrik besar. Kami ingin terus diperhatikan melalui program ketenagakerjaan agar semangat kami tidak padam. Usia kami di UMKM ini sudah tua, sehingga kami mohon lebih banyak dukungan. Kami masih punya anak, punya cucu. Semangat kami sebagai wanita mandiri ingin terus berkembang, tapi kami juga butuh bantuan dari pemerintah, Pak Ibas, dan dinas agar UMKM kami tetap mendapat perhatian, bukan hanya buruh di pabrik,” tutur Tania.
Pernyataan Tania memicu perdebatan mengenai bagaimana pemerintah bisa menciptakan keselamatan ekonomi yang lebih komprehensif. Strategi utama yang diusulkan melibatkan penyesuaian kebijakan pajak, pelatihan keterampilan, serta akses ke permodalan yang lebih mudah. Banyak peserta mengangguk setuju, menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat kecil tidak hanya tentang penghasilan, tetapi juga tentang menjaga harapan masa depan untuk keluarga.
Kebutuhan Perlindungan yang Meningkat
Ibas menegaskan bahwa strategi utama pemerintah adalah memastikan perlindungan sosial mencakup semua lapisan masyarakat, termasuk pekerja informal. Pekerjaan mandiri, menurutnya, menjadi fondasi ekonomi rakyat yang tak boleh terabaikan. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Semangat ibu-ibu dan para pelaku usaha kecil ini luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” kata Ibas.
Aspirasi tentang perlindungan kerja juga menjadi fokus utama. Solidaritas Ojek Online Trenggalek Raya mengusulkan agar pengemudi ojol mendapat BPJS Ketenagakerjaan secara gratis, yang dibebankan oleh pemerintah. Mereka menilai kebutuhan ini penting untuk mengatasi risiko kecelakaan kerja dan ketidakpastian penghasilan. “Keinginan Presiden agar potongan aplikator di bawah 10 persen tentu menjadi perhatian bersama dan angin segar bagi teman-teman ojol. Tapi kita juga harus mencari titik tengah yang adil. Misalnya bisa dipikirkan skema sekitar 9,5 persen untuk aplikator dan 9,5 persen untuk pekerja ojol, sehingga sama-sama masih punya ruang yang sehat untuk tumbuh dan tetap sesuai semangat keberpihakan,” tegas peserta.
Kesejahteraan Sosial dan Solusi Nyata
Strategi utama dalam menangani isu ketenagakerjaan harus berupa solusi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada pekerja. Ibas menegaskan bahwa setiap kekecewaan masyarakat harus dijawab dengan tindakan konkrit. Beberapa program yang disebutkan termasuk akses KUR, pelatihan tenaga kerja, serta jaminan persalinan bagi pekerja perempuan.
Menghadapi tantangan ekonomi, strategi utama pemerintah harus melibatkan dialog terus-menerus dengan pelaku ketenagakerjaan. “Kita perlu menciptakan kebijakan yang tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga memberikan kepastian bagi masa depan pekerja dan keluarga mereka,” imbuh Ibas. Diskusi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan sosial, yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi nasional.