Berita

Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA di Bundaran HI

Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA di Bundaran HI Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA - Dalam pernyataannya terbaru, Komandan Jenderal Pramono

Desk Berita
Published Mei 18, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA di Bundaran HI

Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA – Dalam pernyataannya terbaru, Komandan Jenderal Pramono menegaskan komitmennya terhadap penguatan penegakan hukum terhadap tindak kejahatan premanisme di Bundaran HI, khususnya yang menargetkan warga negara asing (WNA). Ia memaparkan bahwa keberhasilan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini menjadi prioritas utama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Jakarta, termasuk pengunjuk rasa dan wisatawan. “Saya mendukung langkah-langkah tegas dari aparat penegak hukum dalam mengambil tindakan paling cepat dan efektif terhadap tindak jambret yang dilakukan oleh pelaku premanisme,” ujar Pramono dalam jumpa pers yang diadakan di kawasan PIK, Jakarta Utara, pada hari Minggu (17/5/2026). Penekanan ini sejalan dengan upaya menjaga citra Jakarta sebagai kota yang aman dan terpercaya di kawasan Asia Tenggara.

Pendekatan Pramono terhadap Penegakan Hukum

Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA di Bundaran HI menunjukkan bahwa ia tidak hanya mengapresiasi upaya pihak kepolisian, tetapi juga meminta peningkatan kinerja lebih lanjut. Menurut Pramono, kejadian penjambretan yang viral di media sosial sebelumnya harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan yang berbasis pada keadilan dan transparansi. “Penguatan penegakan hukum ini bukan hanya untuk menangani masalah kecil, tetapi juga sebagai bentuk penegakan hukum terhadap tindakan-tindakan yang merusak reputasi Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi dan mendukung tindakan aparat hukum.

“Langkah-langkah tegas ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga konsistensi dalam penegakan hukum, terutama terhadap pelaku tindak jambret WNA yang sering kali menjadi sorotan publik,” ujar Pramono. Menurutnya, kejadian di Bundaran HI memperlihatkan bahwa penegakan hukum harus berjalan cepat dan tegas agar masyarakat, khususnya wisatawan, merasa aman saat berada di kota ini.

Kasus Penjambretan yang Viral di Media Sosial

Insiden penjambretan yang terjadi di Bundaran HI menjadi sorotan publik setelah video aksi tersebut viral di berbagai platform media sosial. Video yang diunggah oleh warga memperlihatkan seorang pria berdiri di pinggir jalan sambil menonton layar ponselnya, lalu secara mendadak diberhentikan oleh seorang pengendara sepeda motor yang langsung mengambil ponsel korban. Korban terkejut dan berusaha mengejar pelaku, tetapi jatuh saat berlari, sehingga memicu reaksi spontan dari sejumlah warga yang berkumpul di lokasi.

“Video ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan premanisme masih terjadi di Bundaran HI, terutama terhadap WNA yang sering menjadi korban,” kata seorang saksi mata, Arief, saat ditemui di lokasi. Pernyataan ini diperkuat oleh Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA, yang mengatakan bahwa kejadian tersebut memperlihatkan kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan dan respons aparat penegak hukum.

Respons dari Polda Metro Jaya

Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memberikan pernyataan bahwa timnya telah melakukan penyelidikan intensif terhadap pelaku. “Tim kami sedang bergerak untuk menangkap terduga pelaku penjambretan WNA yang menargetkan korban di Bundaran HI. Insyaallah, pelaku akan segera ditangkap dalam waktu dekat,” kata Iman. Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA menyetujui langkah ini, menyatakan bahwa penangkapan pelaku adalah bagian penting dari upaya menjaga kota sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Upaya Menjaga Citra Jakarta sebagai Kota Teraman

Menurut Pramono, keberhasilan Jakarta dalam menjaga citra kota teraman ASEAN tidak boleh dipandang sebagai hal yang biasa. “Kita harus terus meningkatkan penegakan hukum agar kota ini tetap dipercaya oleh wisatawan dan penduduk asing,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga, termasuk TNI, Polri, dan pihak swasta, dalam memberantas tindakan jambret yang sering terjadi di area pusat kota. “Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA adalah bukti komitmen kami untuk memastikan bahwa semua pelaku kejahatan, baik dari dalam maupun luar negeri, akan dikenai sanksi hukum yang seimbang,” ujarnya dalam wawancara dengan media.

“Citra kota teraman tidak bisa dipertahankan jika kita tidak serius dalam menangani tindak kejahatan premanisme, terutama terhadap WNA,” tambah Pramono. Ia menyarankan adanya penguatan penegakan hukum melalui pendekatan lebih komprehensif, termasuk pemeriksaan terhadap keseluruhan sistem pengawasan dan keamanan di Bundaran HI.

Kesiapan Aparat Hukum Menangani Kasus

Sebagai bagian dari upaya Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA, aparat penegak hukum telah melakukan evaluasi terhadap kejadian-kejadian serupa di Bundaran HI. Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa timnya sedang menyusun strategi untuk meningkatkan respons cepat dan efektif terhadap tindakan jambret. “Kami memastikan bahwa setiap pelaku kejahatan akan dikenai sanksi hukum yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Iman. Penegakan hukum ini juga mencakup penguatan pengawasan di area yang sering menjadi korban kejahatan, seperti Bundaran HI.

Menurut Pramono, kejadian penjambretan terhadap WNA harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh sistem penegakan hukum di Indonesia. “Kita tidak boleh hanya fokus pada kejadian-kejadian yang viral, tetapi juga harus mengantisipasi masalah-masalah serupa di masa depan,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pramono Dukung Aparat Tindak Jambret WNA bukan hanya sekadar dukungan, tetapi juga sebuah komitmen untuk memperbaiki sistem keamanan secara holistik.

Leave a Comment