Berita

Pramono Bentuk Tim Investigasi Cek Konstruksi Gedung Sekolah di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menetapkan pembentukan tim investigasi sekaligus tim inventarisasi. Tujuan utamanya adalah melakukan pengecekan

Desk Berita
Published Juli 24, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Pramono Anung Bentuk Tim Khusus untuk Evaluasi Konstruksi Bangunan Sekolah

Wahanaberita.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menetapkan pembentukan tim investigasi sekaligus tim inventarisasi. Tujuan utamanya adalah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pembangunan gedung-gedung sekolah di wilayah Jakarta. Keputusan ini diambil menyusul temuan berbagai kendala pada sejumlah bangunan pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono setelah melakukan peninjauan langsung ke SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan pada hari Jumat, 24 Juli 2026.

“Saya minta untuk ada tim investigasi yang ada kemarin dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada,” ujar Pramono.

Perubahan Sistem Pengawasan Pembangunan

Sebelumnya, seluruh proses pembangunan sekolah berada di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan. Namun, ke depannya akan ada perubahan signifikan. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga akan turut serta mengawasi setiap tahap konstruksi.

“Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga,” ungkapnya.

Pramono menjelaskan bahwa tim investigasi akan menelaah lebih dalam mengenai masalah-masalah yang muncul pada bangunan sekolah yang sudah ada. Fokus utamanya adalah menemukan akar penyebab agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja. Kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu,” jelasnya.

Menurut Gubernur, pengawas yang ditunjuk sebaiknya bukan berasal dari Dinas Pendidikan. Hal ini karena Dinas Pendidikan merupakan pihak yang menggunakan fasilitas tersebut, sehingga diperlukan pengawasan dari dinas lain yang memiliki kompetensi teknis.

“Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali. Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu. Dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait,” tutupnya.

SDN Kebayoran Lama Roboh Sejak Dua Tahun Lalu

Sebelumnya, dilaporkan bahwa bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan telah roboh sejak dua tahun yang lalu. Para siswa pun terpaksa menumpang belajar di sekolah lain karena bangunan mereka belum diperbaiki.

Evi, seorang orang tua murid kelas 5 berusia 33 tahun, menceritakan bahwa saat ini anak-anak belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah tempat anaknya belajar.

Keruntuhan bangunan tersebut terjadi pada tanggal 27 November 2024, tepatnya saat masa libur pemilihan kepala daerah. Akibatnya, lima ruangan ambruk, yang terdiri dari empat ruang kelas dan satu ruang UKS.

“Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu,” ungkap Evi.

Leave a Comment