Berita

Polsek Tamansari Tangkap Eksekutor Komplotan Jambret Kalung Emas di Jakbar

Polsek Tamansari Tangkap Eksekutor Komplotan Jambret Kalung Emas di Jakbar Polsek Tamansari Tangkap Eksekutor Komplotan Jambret - Polsek Tamansari berhasil

Desk Berita
Published Juni 6, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Polsek Tamansari Tangkap Eksekutor Komplotan Jambret Kalung Emas di Jakbar

Polsek Tamansari Tangkap Eksekutor Komplotan Jambret – Polsek Tamansari berhasil menangkap eksekutor komplotan jambret yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat (Jakbar), sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti serangkaian aksi pencurian kalung emas yang menghebohkan masyarakat. Dalam operasi tersebut, D, yang dianggap sebagai pelaku utama komplotan, ditangkap di lokasi pangkalan jalan raya di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Penangkapan ini memperlihatkan koordinasi yang baik antara tim investigasi dan petugas kepolisian, yang telah bekerja keras untuk mengungkap kejahatan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Peran Pelaku dan Modus Operandi

Dalam peranannya, pelaku D menjadi eksekutor utama yang bertugas menarik kalung emas dari korban saat aksi berlangsung. Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menjelaskan bahwa komplotan ini menggunakan strategi yang terencana, dengan pembagian tugas yang jelas antara anggota. “Komplotan ini terakhir kali merampas kalung emas seberat tiga gram dari korban di Tamansari, menyebabkan kerugian sekitar Rp 9 juta,” ujarnya dalam siaran pers pada Sabtu (6/6/2026).

Modus operandi yang digunakan oleh komplotan ini melibatkan penggunaan sepeda motor sebagai sarana kejutan. Anggota komplotan lainnya, seperti tersangka I, bertugas sebagai pengemudi, sementara tersangka N menyerang korban menggunakan celurit. “D mengakui aksinya dilakukan karena masalah finansial. Polisi juga sedang memeriksa keterkaitannya dengan penggunaan narkotika yang diduga menjadi faktor pendorong,” tambah Bobby.

Penyebab Tindakan dan Penyidikan Lanjutan

Bobby menegaskan bahwa investigasi terus berjalan untuk mengungkap seluruh jaringan komplotan jambret kalung emas ini. Selain D, beberapa anggota lainnya juga telah diamankan, termasuk dua perantara dengan inisial DN dan A, serta seorang penadah berinisial M yang diduga mengalirkan emas hasil pencurian ke toko perak. “Penangkapan D berasal dari pengembangan kasus sebelumnya yang telah menangkap beberapa anggota komplotan,” jelas Bobby.

Menurut penyelidikan, pelaku ini memiliki motivasi ekonomi yang kuat. D dan rekan-rekannya melakukan aksi jambret sebanyak tiga kali dalam sebulan terakhir, dengan korban yang terdiri dari wanita dan anak-anak. “Berkat tanggung jawab petugas di lapangan, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan yang signifikan,” lanjut Bobby, menyoroti keberhasilan operasi yang mencerminkan kesiapan tim kepolisian dalam menangani kasus kejahatan.

Polisi juga sedang menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku berinisial S, yang dianggap sebagai pengintai dan penyedia informasi target. “Tersangka S masih buron, namun polisi yakin akan menangkapnya dalam waktu dekat,” kata Bobby. Keterlibatan S dalam komplotan ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail mengenai cara mereka memilih korban dan mengelola hasil pencurian.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Tamansari berencana meningkatkan patroli di daerah rawan kejahatan, terutama di sekitar lokasi yang sering menjadi sasaran komplotan. Bobby menegaskan bahwa penadah M dijerat Pasal 592 KUHP, yang berhubungan dengan tindak pidana perdagangan barang hasil kejahatan. Sementara itu, D dan anggota lainnya dikenai hukuman berdasarkan Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Proses penangkapan D dan rekan-rekannya dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari sumber terpercaya mengenai aktivitas kejahatan yang terencana. “Tersangka D ditangkap di lokasi pangkalan jalan raya di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), saat dibawa ke tempat penahanan, pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil dijebak oleh petugas,” tambah Bobby dalam wawancara terpisah.

Leave a Comment