Berita

Official Announcement: 5 WNI Ditangkap Israel Saat Konvoi Kapal Menuju Gaza, 4 di Antaranya Jurnalis

Official Announcement: 5 WNI Ditahan Israel Saat Konvoi Kapal Menuju Gaza, 4 di Antaranya Jurnalis Official Announcement: Dalam sebuah peristiwa terbaru, lima

Desk Berita
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Official Announcement: 5 WNI Ditahan Israel Saat Konvoi Kapal Menuju Gaza, 4 di Antaranya Jurnalis
  2. Detail Penahanan dan Kondisi WNI

Official Announcement: 5 WNI Ditahan Israel Saat Konvoi Kapal Menuju Gaza, 4 di Antaranya Jurnalis

Official Announcement: Dalam sebuah peristiwa terbaru, lima warga negara Indonesia (WNI) berhasil ditahan pasukan Israel saat konvoi kapal mengarah ke Gaza, Palestina. Peristiwa ini terjadi pada Senin (18/5), menjelang misi kemanusiaan yang bertujuan mengirimkan bantuan ke wilayah yang tengah berada dalam situasi konflik. Pihak Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan bahwa empat dari lima individu yang ditahan termasuk jurnalis dari berbagai media, sementara satu lainnya adalah aktivis.

Konteks Misi Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 merupakan salah satu misi internasional yang dirancang untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Misi ini turut melibatkan beberapa organisasi lokal dan internasional, termasuk GPCI yang berperan sebagai penyelenggara. Sebelumnya, para partisipan telah melakukan persiapan ekstensif, dengan berbagai armada dipersiapkan untuk memasuki perairan Mediterania Timur. Namun, insiden penahanan terjadi saat konvoi sedang dalam perjalanan.

“Terkini, 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar,” kata Harfin Naqsyabandy, Koordinator Media GPCI, kepada wartawan di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5).

Menurut Harfin, tindakan Israel terhadap konvoi ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, misi serupa telah beberapa kali dihambat oleh pihak militer, dengan alasan keterlibatan individu dalam pemberontakan. Meski demikian, pihak GPCI menegaskan bahwa tujuan utama misi ini adalah kemanusiaan, dengan para jurnalis berperan sebagai pengamat independen. Kehadiran mereka dianggap sebagai simbol transparansi dalam upaya menyampaikan bantuan kepada masyarakat Gaza.

Detail Penahanan dan Kondisi WNI

Dalam insiden terkini, empat WNI yang terlibat dalam misi berupa jurnalis telah dihijack oleh pasukan Israel. Mereka terdiri dari Bambang Noroyono (Republika) di kapal BoraLize, Andre Prasetyo (Tempo) dan Thoudy Badai (Republika) di kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) di kapal Josef. Sementara itu, satu WNI lainnya, Herman Budianto Sudarsono, yang ditemani oleh Ronggo Wirasanu, masih berada di kapal Zapyro yang tidak terlibat langsung dalam insiden.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dalam pernyataan resmi, Senin (18/5).

Kemlu RI secara resmi menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan Israel yang menghambat operasional konvoi dan menahan aktivis. Pihak kementerian sedang berkoordinasi dengan organisasi terkait untuk memantau kondisi WNI yang masih di laut. Mereka juga meminta Israel membebaskan seluruh penumpang dan menjamin distribusi bantuan sesuai prinsip hukum internasional. Dalam sebuah official announcement, Kemlu menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hak-hak warga negara serta prinsip kemanusiaan.

Daftar Nama WNI dalam Konvoi

Berikut adalah daftar lengkap sembilan WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini:

  • Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV) Kapal Ozgurluk

“Kementerian Luar Negeri terus berupaya menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Mereka mendesak Israel agar melepaskan seluruh kapal dan aktivis yang terlibat,” tambah Yvonne dalam official announcement terbarunya.

Di samping itu, Kemlu juga mengingatkan bahwa penghentian konvoi memicu ketegangan internasional. Sejumlah negara lain telah mengkritik tindakan Israel, menilai bahwa kebijakan ini menghambat upaya pengiriman bantuan ke Gaza. Dalam sebuah official announcement, pihak kementerian menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebebasan bergerak warga negara Indonesia serta mengawasi tindakan represif yang dilakukan Israel terhadap misi kemanusiaan.

Leave a Comment