Berita

New Policy: Pramono Ungkap Alasan CFD di Rasuna Said Efektif 1 Juni, Singgung Fasilitas

w Policy CFD di Rasuna Said Efektif 1 Juni New Policy - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan New Policy Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada 1 Juni

Desk Berita
Published Mei 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pramono Ungkap Alasan New Policy CFD di Rasuna Said Efektif 1 Juni

New Policy – Pemprov DKI Jakarta meluncurkan New Policy Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada 1 Juni, dengan alasan kesiapan fasilitas yang memadai. Kebijakan ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kualitas kegiatan hari bebas kendaraan bermotor di koridor tersebut, yang sebelumnya sempat dijadwalkan ulang setelah evaluasi pelaksanaan pertama pada 10 Mei lalu. Pramono, yang menjadi pembicara utama dalam pemberitaan ini, menjelaskan bahwa pilihan tanggal 1 Juni bertujuan agar semua infrastruktur pendukung siap beroperasi secara optimal.

Perbedaan Jadwal CFD dan Strategi Pemprov DKI

New Policy CFD Rasuna Said memiliki durasi yang berbeda dibandingkan dengan koridor Sudirman-Thamrin. Sementara CFD di Sudirman-Thamrin berlangsung dari pukul 05.30 hingga 10.00 WIB, kegiatan di Rasuna Said akan berakhir lebih awal, yaitu pukul 09.00 WIB. Pramono menjelaskan bahwa perbedaan ini terkait dengan keberadaan tempat ibadah yang mulai beroperasi pukul 10.00, sehingga alur lalu lintas di sekitar area tersebut perlu diatur lebih awal.

“New Policy ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung dan pengguna jalan. Dengan penyesuaian waktu, kami berharap kemacetan yang sering terjadi pada hari-hari sebelumnya dapat diminimalkan,” ujar Pramono kepada wartawan di kawasan PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

Evaluasi Fasilitas dan Tindakan Pemprov DKI

Sebelumnya, kegiatan CFD di Rasuna Said sempat ditunda setelah evaluasi terhadap pelaksanaan pertama pada 10 Mei. Kebijakan New Policy dirancang sebagai respons terhadap masukan yang diperoleh dari pihak terkait, termasuk masyarakat dan para pengguna jalan. Dalam evaluasi tersebut, beberapa masalah utama ditemukan, seperti ketidakterlengkapan titik putar, pembatas jalur TransJakarta yang belum dipasang, serta adanya parkir liar di beberapa titik.

“Kami telah mengidentifikasi sejumlah kendala yang harus diperbaiki sebelum pelaksanaan New Policy CFD pada 1 Juni. Ini adalah langkah penting untuk menjadikan Rasuna Said sebagai salah satu koridor yang paling efektif di Jakarta,” tambah Pramono.

Dalam upaya meningkatkan kualitas, Pemprov DKI Jakarta telah memprioritaskan pemasangan fasilitas pendukung seperti jalur pejalan kaki, penanaman pohon, dan pengaturan parkir yang lebih terstruktur. Tim kerja lintas perangkat daerah juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk memastikan semua kebutuhan infrastruktur terpenuhi sesuai jadwal. Fasilitas yang menjadi fokus utama dalam New Policy ini diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pengguna jalan serta mengurangi dampak negatif dari kegiatan CFD.

Perbaikan Fasilitas Berdasarkan Kebutuhan Pengguna

Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa keberhasilan New Policy CFD di Rasuna Said sangat bergantung pada kesiapan fasilitas. Syafrin Liputo, Kepala Dishub DKI Jakarta, menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya tentang teknis, tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengguna jalan. “Kami menyesuaikan kegiatan dengan keberadaan masyarakat di Plaza Festival, sehingga jalur pejalan kaki dan pesepeda tidak terganggu,” jelas Syafrin dalam keterangan resmi, Sabtu (16/5).

Beberapa langkah koreksi telah diambil, seperti penambahan titik putar di kedua sisi koridor, pengaturan jalur TransJakarta dengan lebih rapi, serta peningkatan pengawasan terhadap parkir liar. New Policy ini juga mencakup penyesuaian jam operasional tempat ibadah agar tidak mengganggu alur lalu lintas saat kegiatan CFD berlangsung. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan efisien.

Harapan dan Persiapan untuk Pelaksanaan 1 Juni

Pelaksanaan New Policy CFD pada 1 Juni menjadi momen penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas kegiatan hari bebas kendaraan bermotor. Pramono menegaskan bahwa semua fasilitas akan dipastikan selesai sebelum tanggal tersebut. “Kami ingin menegaskan bahwa New Policy ini bukan sekadar perubahan jadwal, tetapi juga perbaikan infrastruktur yang mendukung keberlanjutan kegiatan CFD di Rasuna Said,” kata Pramono.

Untuk memastikan keberhasilan, Pemprov DKI Jakarta juga sedang merancang payung hukum yang lebih jelas sebagai dasar pelaksanaan New Policy ini. Fasilitas yang telah diperbaiki, seperti jalur pejalan kaki yang lebih lebar dan penanaman pohon di sepanjang koridor, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. New Policy ini juga diharapkan menjadi contoh untuk koridor lain di Jakarta dalam menerapkan kebijakan yang lebih terarah dan efektif.

Leave a Comment