Berita

Main Agenda: CFD Ditiadakan Imbas Jakarta Marathon, Warga Kecele Olahraga di Rasuna Said

ga Kecewa Main Agenda menjadi topik utama yang menuai keluhan dari warga Jakarta Selatan setelah Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said dibatalkan akibat

Desk Berita
Published Juni 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Main Agenda: CFD Dihentikan karena Jakarta Marathon, Warga Kecewa

Main Agenda menjadi topik utama yang menuai keluhan dari warga Jakarta Selatan setelah Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said dibatalkan akibat adanya Jakarta International Marathon (Jakim). Dengan berbagai pengaruh dari kegiatan maraton tersebut, banyak penduduk yang mengalami gangguan dalam rencana olahraga mereka di area yang biasanya menjadi tempat berkumpul masyarakat.

CFD yang sebelumnya menjadi agenda rutin untuk mendorong aktivitas sehat dan ramah lingkungan kini dipindahkan ke waktu lain. Hal ini mengakibatkan beberapa warga yang sudah mempersiapkan diri untuk berolahraga terpaksa berpindah ke jalur alternatif. Menurut informasi dari pengelola acara, keputusan pembatalan CFD dilakukan agar tidak mengganggu jalur peserta maraton yang harus melewati kawasan tersebut.

Kontroversi di Kalangan Warga

Pengalaman warga Jakarta Pusat seperti Azra dan Alvira mencerminkan kekecewaan yang lebih luas. Mereka mengharapkan bisa berolahraga di jalur yang biasa diterjang oleh sepeda dan pejalan kaki. Namun, ketika tiba di lokasi, mereka menemui situasi yang berbeda. Azra dan Alvira mengaku kesulitan menemukan transportasi umum yang melintasi titik acara, karena jalur bus diblokir.

“Kita udah janjian pagi-pagi, katanya jam 06.00 mau CFD. Tapi setelah ketemuan di halte bus di TIM, kita naik 10A dan 5C ke Balai Kota. Ternyata di Balai Kota busnya diblokir,”

Alih-alih mengikuti kegiatan olahraga, mereka memutuskan menggunakan aplikasi Grab sebagai solusi. Alvira pun menambahkan bahwa ia sempat bingung karena mempercayai informasi yang diberikan lewat pamflet acara, tetapi tak menyadari bahwa kegiatan CFD tertunda.

Pengalaman Berbeda di Kuningan

Dalila, warga Kuningan, mengalami situasi yang sedikit berbeda. Ia memilih berjalan kaki dari rumah ke area CFD, meski jalur ditutup untuk jalur maraton. Dengan semangat, ia menunggu di sana tanpa menyadari bahwa acara tersebut dibatalkan.

“Aku berangkat jam 06.00, jalan kaki dari rumah ke situ. Masih ditutup, lalu aku nungguin mereka di situ. Aku nggak sadar CFD ditiadakan,”

Ketika menjelang pukul 07.00 lebih, Dalila baru menyadari bahwa CFD tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Meski demikian, ia tetap beraktivitas di sekitar area Rasuna Said, mencari alternatif untuk menikmati kegiatan olahraga.

Beberapa warga lainnya juga menyesal karena tidak bisa memanfaatkan CFD untuk bersepeda atau berjalan-jalan di sekitar Bundaran HI. Dengan adanya Jakarta Marathon, masyarakat seolah kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara rutin yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesadaran lingkungan.

Analisis dan Dampak pada Aktivitas Masyarakat

Kebatalan Main Agenda CFD di Jalan Rasuna Said mengundang pertanyaan tentang pengelolaan acara kota. Dalam beberapa tahun terakhir, CFD menjadi bagian penting dari kehidupan warga Jakarta Selatan, terutama untuk masyarakat yang ingin berolahraga secara gratis. Kini, dengan adanya Jakarta Marathon yang memprioritaskan jalur tertentu, sejumlah warga kehilangan agenda utama mereka.

Menurut beberapa pengamat, keputusan menggabungkan Jakarta Marathon dengan CFD adalah langkah yang dinilai relevan. Namun, perlu komunikasi lebih efektif untuk menghindari kekecewaan. Dengan menyesuaikan waktu atau jalur kegiatan, mungkin bisa ditemukan keseimbangan antara promosi olahraga dan partisipasi masyarakat.

Sebagian warga juga mengkritik kurangnya informasi yang diberikan sebelumnya. Banyak dari mereka tidak mengetahui bahwa CFD akan dihentikan, sehingga kehilangan kesempatan untuk menikmati hari libur sepeda yang sudah direncanakan. Ini menunjukkan perlunya pihak penyelenggara lebih transparan dalam mengkomunikasikan perubahan jadwal acara.

Dengan Main Agenda yang sedikit terganggu, masyarakat tetap berusaha beradaptasi. Beberapa dari mereka memilih jalur alternatif, seperti Jalan Epicentrum, sementara yang lain menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Meski tidak semua kegiatan berjalan seperti yang diharapkan, adaptasi ini menunjukkan semangat warga dalam tetap menjaga kebugaran meski situasi mengalami perubahan.

Leave a Comment