Berita

Key Strategy: Pemprov DKI Buat Lomba Pilah Sampah untuk Hotel-Kafe, Hadiahnya Insentif Pajak

Berikan Insentif Pajak untuk Hotel dan Kafe yang Pilah Sampah Key Strategy - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan mendorong

Desk Berita
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pemprov DKI Jakarta Berikan Insentif Pajak untuk Hotel dan Kafe yang Pilah Sampah

Key Strategy – Pemprov DKI Jakarta meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pilah sampah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa program ini diadakan sebagai bagian dari key strategy dalam upaya menjaga lingkungan dan mendorong pengelolaan limbah yang lebih efektif. Dalam acara Car Free Day (CFD) di Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026), Pramono menyampaikan bahwa hotel, kafe, dan restoran akan diberikan kesempatan untuk berkompetisi dalam memilah sampah secara lebih sistematis.

Mekanisme Lomba Pilah Sampah untuk Kalangan Usaha

“Key Strategy ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kami yakin, dengan adanya kompetisi, tempat usaha akan lebih termotivasi untuk memilah sampah secara rutin,” ujar Pramono Anung.

Program lomba pilah sampah tersebut akan dilaksanakan secara berkala dan berbasis kinerja. Pemprov DKI Jakarta menargetkan setidaknya tiga kali pelaksanaan setiap tahunnya, dengan kriteria penilaian yang melibatkan pengumpulan data dari pengelola tempat usaha. Dalam setiap tahap, peserta akan dinilai berdasarkan volume sampah yang terpisah, keakuratan dalam pengelompokan limbah organik dan anorganik, serta keberlanjutan pengelolaan limbah secara keseluruhan. Selain itu, Pemprov DKI juga memperkuat keterlibatan pihak swasta melalui penghargaan berupa insentif pajak yang diberikan kepada pemenang lomba.

Insentif Pajak sebagai Motivasi Utama

“Hadiah utama yang diberikan kepada pemenang adalah insentif pajak. Ini merupakan key strategy yang diharapkan bisa menjadi penggerak utama bagi pengelola hotel, kafe, dan restoran untuk lebih giat memilah sampah,” tambah Pramono Anung.

Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa insentif pajak ini berupa pengurangan tarif pajak daerah (PD) sebesar 5-10% untuk tempat usaha yang memenuhi standar terbaik dalam kegiatan pilah sampah. Hal ini bertujuan mengubah pola pikir sektor usaha yang sebelumnya lebih fokus pada efisiensi biaya daripada tanggung jawab lingkungan. Dengan adanya insentif tersebut, tempat usaha diharapkan bisa memadukan kegiatan pilah sampah sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.

Program ini juga melibatkan pelibatan masyarakat luas melalui edukasi dan sosialisasi. Selama CFD, Pemprov DKI menampilkan demonstrasi memilah sampah di sejumlah titik strategis, dengan bantuan Cinta Laura sebagai duta gerakan tersebut. Dalam wawancara sebelumnya, Cinta Laura mengungkapkan bahwa kebiasaan memilah sampah di rumah tangga keluarganya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga ia merasa bangga menjadi bagian dari key strategy ini.

“Key Strategy seperti ini sangat penting untuk mengubah mindset masyarakat. Kami berharap, melalui lomba dan insentif pajak, kegiatan pilah sampah tidak hanya menjadi kewajiban tetapi juga sebuah kebiasaan yang menyenangkan,” kata Cinta Laura.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 200 tempat usaha yang terlibat dalam program lomba pilah sampah ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 30% akan menjadi peserta utama, sementara 70% lainnya diharapkan bisa berpartisipasi secara aktif. Program ini juga diimbangi dengan pendampingan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) DKI Jakarta, yang memberikan panduan dan pelatihan terkait pengelolaan sampah. Dengan key strategy yang terstruktur ini, Pemprov DKI berupaya menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Key Strategy ini adalah bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan masyarakat. Dengan keberpartisipasian sektor usaha, kita bisa mencapai target pengurangan sampah sebesar 20% dalam dua tahun ke depan,” pungkas Pramono Anung.

Leave a Comment