Berita

Key Strategy: PDIP Ungkit Konsep Bung Karno Cukupkan Gizi Rakyat di Buku Ini

PDIP Terapkan Konsep Bung Karno Sebagai Key Strategy Pangan Rakyat Key Strategy – PDIP mengungkapkan konsep kedaulatan pangan Bung Karno dalam upaya

Desk Berita
Published Juni 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

PDIP Terapkan Konsep Bung Karno Sebagai Key Strategy Pangan Rakyat

Key Strategy – PDIP mengungkapkan konsep kedaulatan pangan Bung Karno dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat melalui buku “Mustika Rasa” di Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026. Acara yang berlangsung di Pamulang Square, Tangerang Selatan, Jumat (12/6/2026), menegaskan bahwa ide-ide Bung Karno tetap relevan dalam membangun keberlanjutan pangan nasional. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menekankan bahwa buku ini mengandung strategi strategis yang dapat diadopsi untuk memastikan kebutuhan pangan rakyat terpenuhi secara mandiri. “Buku ini mencerminkan kebijakan Bung Karno yang bertujuan menjaga kesehatan rakyat melalui pangan yang berkualitas dan merata,” kata Hasto, mengingatkan bahwa gagasan ini telah diterapkan sebelum adanya program Monopoli Bahan Pangan (MBG).

Warisan Bung Karno dalam Pangan Nasional

Konsep Bung Karno yang diunggah PDIP bukan hanya tentang kemandirian pangan, tetapi juga kesejahteraan rakyat. Dalam buku “Mustika Rasa”, mantan Presiden Indonesia tersebut merancang standar nutrisi yang dijelaskan secara rinci, seperti kebutuhan kalori 2.600 per hari untuk pria berusia 30 tahun dan 500 gram beras untuk ibu hamil. Hasto menjelaskan bahwa buku ini menjadi pedoman untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses ke makanan sehat. “Bung Karno memikirkan kebutuhan masyarakat dari segi kesehatan, ekonomi, dan budaya. Key Strategy ini adalah salah satu cara mengaktualisasikan visi beliau,” tambahnya.

Key Strategy PDIP juga menjadi bahan diskusi utama dalam festival ini. Yanti Sukamdani, Ketua DPP PDIP Bidang Pariwisata, mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengandalkan pangan lokal. “Makanan Indonesia harus menjadi prioritas agar generasi masa kini dan depan tidak terjajah oleh produk impor. Key Strategy ini membantu menjembatani pemikiran Bung Karno dengan kebutuhan pangan kontemporer,” ujarnya. Yanti menambahkan bahwa festival ini sekaligus menggali potensi UMKM dalam memproduksi makanan yang sehat dan terjangkau.

Isi Buku “Mustika Rasa” dan Strategi Implementasinya

Buku “Mustika Rasa” yang menjadi dasar Key Strategy PDIP dibuat untuk menginspirasi masyarakat dalam memahami pentingnya pangan sebagai fondasi kesehatan. Di dalamnya terdapat data kebutuhan gizi yang disusun secara ilmiah, seperti asupan protein, karbohidrat, dan lemak yang optimal untuk berbagai kelompok usia. Hasto menyebutkan bahwa buku ini juga memberikan rekomendasi tentang pola konsumsi yang berkelanjutan, termasuk penggunaan bahan-bahan lokal dalam penyajian masakan tradisional. “Key Strategy ini tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga edukasi. Masyarakat harus memahami bahwa pangan yang berkualitas bisa dihasilkan dari sumber daya lokal yang kita miliki,” jelasnya.

Acara pembukaan festival dihadiri oleh sejumlah tokoh partai, termasuk Wasekjen PDIP Kerakyatan Sri Rahayu dan Ribka Tjiptaning. Mereka bersama anggota DPR dari fraksi PDIP Mercy Barends dan Yulius Setiarto menegaskan komitmen untuk menerapkan konsep Bung Karno dalam kebijakan pangan. Yulius Setiarto menambahkan bahwa Key Strategy ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kedaulatan pangan sebagai bagian dari strategi nasional untuk ketahanan ekonomi. “Key Strategy PDIP menunjukkan bahwa kebijakan pangan harus diintegrasikan dengan kebutuhan rakyat sehari-hari,” katanya.

Contoh kasus yang disebutkan dalam festival adalah jeruk Pontianak, yang sempat hampir punah akibat ketergantungan pada pangan impor. Hasto mengingatkan bahwa kebijakan monopoli masa lalu menyebabkan produksi jeruk di daerah tersebut menurun drastis. Dengan Key Strategy ini, PDIP berharap masyarakat dapat memulihkan produktivitas pertanian lokal dan mengurangi ketergantungan pada luar negeri. “Key Strategy ini bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Kita harus memastikan bahwa pangan nasional tetap menjadi aset strategis bangsa,” tegas Hasto.

Pada bagian terakhir acara, peserta festival menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam memenuhi gizi rakyat. Yanti Sukamdani menyampaikan bahwa Key Strategy ini akan diimplementasikan melalui program edukasi dan pemberdayaan petani. “Key Strategy PDIP juga menekankan keberlanjutan, dengan memastikan produk pertanian lokal dapat bersaing secara ekonomi,” ujarnya. Selain itu, PDIP berharap Key Strategy ini menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pangan yang lebih inklusif.

Key Strategy yang diunggah PDIP dalam Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 menunjukkan komitmen partai untuk mengembangkan pangan nasional sebagai fondasi pembangunan. Buku “Mustika Rasa” dianggap sebagai salah satu alat strategis dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan menerapkan konsep Bung Karno, PDIP berharap dapat menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya. “Key Strategy ini adalah refleksi dari visi Bung Karno yang ingin menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar dengan pangan yang memadai,” pungkas Hasto Kristiyanto.

Leave a Comment