Berita

Important Visit: Bupati Luwu Utara Sebut Banjir Hanya Dapat Dihadapi dengan Perbaikan Tanggul

Bupati Luwu Utara Sebut Banjir Hanya Bisa Dikurangi Melalui Perbaikan Dike Important Visit Dalam important visit ke sejumlah area terdampak banjir, Bupati

Desk Berita
Published Juni 3, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Bupati Luwu Utara Sebut Banjir Hanya Bisa Dikurangi Melalui Perbaikan Dike
  2. Kerusakan Dike dan Dampak Banjir
  3. BNPB dan Bantuan Kemanusiaan

Bupati Luwu Utara Sebut Banjir Hanya Bisa Dikurangi Melalui Perbaikan Dike

Important Visit

Dalam important visit ke sejumlah area terdampak banjir, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memberikan pernyataan penting bahwa penanggulangan banjir di daerahnya bergantung pada upaya memperbaiki struktur dike yang rusak. Pernyataan ini disampaikan saat ia melakukan inspeksi langsung di lokasi bencana, Rabu (3/6/2026), sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi krisis hidrometeorologis yang melanda sebagian besar wilayah Luwu Utara.

“Banjir ini hanya bisa diatasi dengan memperbaiki bagian dike yang bocor,” ujar Andi Abdullah Rahim. Ia menekankan bahwa dua titik jebol di Desa Polewali dan Desa Beringin Jaya menjadi faktor utama penyebab genangan air yang merusak beberapa desa di Kecamatan Baebunta dan Baebuhta Selatan.

Kerusakan Dike dan Dampak Banjir

Menurut laporan, dike di Desa Polewali mengalami kerusakan sepanjang 100 meter, sementara di Desa Beringin Jaya, kerusakan mencapai 300 meter. Area yang terkena banjir meluas hingga Desa Baloli, Lembang-lembang, Wara, Tolada, serta Mario. Bupati menyebut bahwa kondisi ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur dan kebutuhan sehari-hari.

“Dike yang bocor di Desa Polewali juga berdampak pada Desa Tingkara dan Mario. Genangan air di sana berpotensi merusak properti warga,” tambahnya. Pernyataan ini menjadi bagian dari important visit yang bertujuan memastikan respons cepat terhadap ancaman banjir yang kian mengkhawatirkan.

Kondisi Terkini dan Langkah Pemkab

Saat ini, tujuh kecamatan di Luwu Utara masih terdampak banjir. Tiga dari jumlah tersebut mengalami kondisi yang parah, sementara empat lainnya masih tergolong ringan. Bupati menegaskan bahwa status darurat banjir telah diterbitkan hingga 16 Juni 2026. Pemkab Lutra sedang berupaya memperbaiki dike secara masif, termasuk menyiapkan alat berat untuk mempercepat proses rehabilitasi.

BNPB dan Bantuan Kemanusiaan

Dalam important visit yang berlangsung Minggu (31/5/2026), Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Pusat, Andi Eviana, melakukan inspeksi ke titik-titik banjir bersama Bupati Lutra dan Forkopimda. Kebijakan ini menggambarkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi krisis bencana. BNPB telah menyalurkan bantuan senilai Rp 607 juta, termasuk 200 paket sembako dan 100 selimut untuk masyarakat yang terkena dampak.

“Bantuan ini diberikan sebagai respons terhadap kondisi darurat yang telah ditetapkan. Kami berharap bisa membantu masyarakat meredakan kesulitan akibat banjir,” jelas Eviana. Selain bantuan material, pihaknya juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis dalam memperbaiki struktur dike yang mengalami kerusakan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Banjir mengakibatkan 12.307 penduduk terkena dampak, termasuk 110 orang yang harus mengungsi. Sejumlah fasilitas seperti sekolah, tempat ibadah, dan jalan juga rusak. Total kerusakan mencakup 34 unit tempat ibadah, 10 unit kesehatan, 27 unit pendidikan, 6 unit jembatan, serta 121.000 meter jalan terendam. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada kegiatan ekonomi dan pendidikan warga setempat.

Bupati juga mengungkapkan bahwa 558 warga lansia dan 330 balita terdampak banjir. Dengan important visit ini, ia berharap bisa meninjau langsung kebutuhan masyarakat dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Leave a Comment