Berita

Important Visit: Buka Jakarta Fair 2026, Pramono Targetkan Transaksi Tembus Rp 8 Triliun

Pramono Anung Targetkan Transaksi Rp8 Triliun dalam Important Visit Jakarta Fair 2026 Important Visit - Sebagai bagian dari important visit yang berdampak

Desk Berita
Published Juni 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pramono Anung Targetkan Transaksi Rp8 Triliun dalam Important Visit Jakarta Fair 2026

Important Visit – Sebagai bagian dari important visit yang berdampak signifikan bagi perekonomian Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026 ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan ekonomi lokal dan nasional melalui gelaran pameran serta kegiatan seru yang menarik perhatian masyarakat.

Strategi Peningkatan Transaksi dan Pengunjung

Dalam sambutannya, Pramono mengemukakan target transaksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menargetkan nilai transaksi selama Jakarta Fair 2026 mencapai Rp8 triliun, menandai peningkatan sebesar 10 persen dari pendapatan tahun 2025 yang sebesar Rp7,3 triliun. “Kita ingin important visit ini menjadi titik balik bagi perekonomian Jakarta, karena transaksi Rp8 triliun akan menggambarkan peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap event tahunan ini,” ujarnya.

Tujuan pengunjung juga ditingkatkan menjadi lebih dari 6 juta orang, yang merupakan angka 15 persen lebih besar dari jumlah pengunjung Jakarta Fair 2025 sebanyak 5,9 juta. Pramono berharap kehadiran lebih banyak orang akan mendukung pertumbuhan UMKM lokal, khususnya yang berpartisipasi dalam pameran. “Dengan important visit ini, kita ingin menciptakan lingkungan bisnis yang dinamis, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai pusat ekonomi regional,” tambahnya.

Kemajuan infrastruktur transportasi umum Jakarta, seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan Mikrotrans, juga menjadi fokus utama dalam acara pembukaan. Pramono mengungkapkan, akses ke JIExpo Kemayoran yang terintegrasi dengan sistem transportasi antarmoda mencapai 93 persen, sehingga memudahkan pengunjung dari berbagai wilayah. “Kita optimis bahwa important visit Jakarta Fair 2026 akan mendatangkan manfaat luas, baik untuk pengusaha maupun masyarakat luas,” katanya.

Jakarta Fair 2026 dianggap memiliki makna khusus karena diselenggarakan tepat sebelum perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Pramono berharap event ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mampu mengapresiasi sejarah ibu kota dan menggambarkan kemajuan sektor ekonomi. “Dengan important visit ini, kita ingin menunjukkan komitmen untuk memperkuat ekosistem usaha, terutama UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta,” tegasnya.

Konten Pameran dan Hiburan yang Menarik

Direktur Utama PT Jakarta International Expo, Siti Hartati Murdaya, menjelaskan bahwa Jakarta Fair 2026 berlangsung selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Acara ini bertujuan menghormati perayaan HUT ke-499 Jakarta, sekaligus memperkuat peran JIExpo sebagai pusat kegiatan ekonomi. “Kami telah mempersiapkan berbagai inovasi dalam konten pameran, agar important visit ini tidak hanya menarik perhatian lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” ujarnya.

Konten pameran Jakarta Fair 2026 menampilkan 2.800 perusahaan, termasuk usaha kecil menengah (UMKM) hingga merek internasional. Hartati menegaskan, kehadiran UMKM terus diperkuat untuk memastikan peserta dan pengunjung merasakan manfaat langsung dari aktivitas ekonomi. “Dengan important visit yang diharapkan banyak orang, kita ingin membangun kemitraan yang lebih luas antara pengusaha dan pemerintah,” tambahnya.

Di samping pameran, Jakarta Fair 2026 juga menampilkan berbagai hiburan menarik seperti konser musik yang dihadiri sekitar 150 band. Hartati berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi UMKM. “Kita ingin important visit ini menjadi titik awal bagi ekspansi usaha lokal, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Dalam important visit ini, Pramono juga meminta dukungan semua pihak untuk menjadikan Jakarta Fair 2026 sebagai wadah pameran yang inovatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam mencapai target transaksi sebesar Rp8 triliun. “Kita berharap important visit ini menjadi pengingat bahwa Jakarta tetap menjadi kota yang bersemangat mengembangkan bisnis, terutama yang berbasis usaha kecil menengah,” tutup Pramono.

Leave a Comment