Berita

Menteri PU Ungkap 222 SPPG Selesai Dibangun – Sedang Tahap Alih Aset ke BGN

Menteri PU Ungkap 222 SPPG Telah Selesai Dibangun - Proses Alih Aset Masih Berlangsung Menteri PU Ungkap 222 SPPG Selesai - Dalam sebuah acara media briefing

Desk Berita
Published Mei 22, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Menteri PU Ungkap 222 SPPG Telah Selesai Dibangun – Proses Alih Aset Masih Berlangsung

Menteri PU Ungkap 222 SPPG Selesai – Dalam sebuah acara media briefing di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026), Menteri PU Dody Hanggodo memberikan informasi bahwa 222 unit Sekolah Pelayanan Pemadam Gambut (SPPG) telah rampung dibangun. Menurutnya, pembangunan ini berlangsung secara merata di berbagai wilayah, dengan ukuran bangunan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan gambut, terutama di daerah rawan seperti Kalimantan dan Sumatra.

Latar Belakang dan Konsep SPPG

SPPG, atau Sekolah Pelayanan Pemadam Gambut, merupakan fasilitas pendidikan khusus yang bertujuan mempersiapkan tenaga pelayanan pemadam kebakaran hutan dan gambut. Konsep ini mirip dengan Sekolah Rakyat (SR), yang telah lama diterapkan dalam penanggulangan bencana. Dody menjelaskan bahwa SPPG dibangun atas permintaan Badan Gizi Nasional (BGN), dan lokasi penempatan sudah disepakati bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian PU. “SPPG ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan sumber daya manusia yang terlatih dalam menangani bencana gambut,” katanya.

Pembangunan SPPG dimulai sebagai respons terhadap serangkaian kebakaran hutan dan gambut yang terjadi sepanjang tahun 2025, terutama di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah. BGN, sebagai mitra utama, mengusulkan adanya institusi pendidikan khusus yang bertugas melatih masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana secara proaktif. “Masyarakat harus memiliki kemampuan mengelola gambut secara mandiri, terutama di masa krisis seperti saat musim kemarau,” tegas Dody.

Proses Alih Aset ke BGN

Setelah selesai dibangun, 222 SPPG saat ini sedang dalam tahap pengalihan aset dari Kementerian PU ke BGN. Proses ini dilakukan secara bertahap dan dipandu oleh Kementerian Keuangan sebagai pihak yang mengelola pengelolaan aset secara teknis. “Kementerian Keuangan sudah menyiapkan mekanisme untuk transfer aset, termasuk penyesuaian penggunaan dana dan kebijakan pengelolaan,” kata Dody dalam media briefing.

Pengalihan aset ini dilakukan karena SPPG dirancang sebagai bagian dari sistem layanan pemadam gambut yang akan dikelola oleh BGN. Tujuan utama dari pengalihan adalah agar BGN dapat mengoperasikan dan mengembangkan SPPG secara maksimal, sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan layanan pencegahan dan pemadaman. Dody menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh tentang efisiensi penggunaan anggaran serta efektivitas pelayanan SPPG dalam konteks kebijakan nasional.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan di SPPG

SPPG tidak hanya fokus pada pemadaman kebakaran hutan dan gambut, tetapi juga menyediakan pelatihan tentang teknik pencegahan, pemantauan kualitas tanah gambut, serta cara memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Setiap unit SPPG dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti laboratorium kecil, tempat praktik, dan aula untuk pengajaran teori. “Selain itu, ada program kerja sama dengan komunitas setempat agar masyarakat lebih aktif dalam pengelolaan lingkungan gambut,” tambahnya.

Dody juga menyoroti peran SPPG dalam memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. “SPPG akan menjadi pusat pembelajaran yang mampu mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi risiko kebakaran gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah rawan.” Ia menambahkan bahwa program ini akan diikuti oleh sekitar 10.000 peserta dari berbagai tingkat usia, mulai dari remaja hingga dewasa, tergantung pada kebutuhan setempat.

Menteri PU juga menyebutkan bahwa penyelesaian pembangunan 222 SPPG merupakan hasil dari kerja sama antarinstansi, termasuk BGN, Kemendagri, dan Kementerian PU. “Kerja sama ini sangat penting karena SPPG tidak hanya menjadi sarana pelatihan, tetapi juga wadah pengelolaan sumber daya manusia yang lebih kompeten.” Dody berharap dengan adanya SPPG, masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana yang terjadi di wilayah gambut.

Leave a Comment