Kepala Staf Kepresidenan Puji Kecepatan Pelayanan SKCK Polda Bali
Momen Bersejarah dalam Pengurusan SKCK
Historic Moment – Dalam kunjungan kerja yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026), tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melakukan evaluasi terhadap kinerja Polda Bali, khususnya dalam pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Momen ini dianggap sebagai langkah penting dalam mengukuhkan komitmen pihak berwenang untuk memberikan layanan publik yang lebih cepat dan efisien. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memberikan apresiasi khusus atas kecepatan proses SKCK yang mencapai kurang dari tiga menit, sebuah prestasi yang dianggap sebagai momen bersejarah dalam pelayanan kepolisian.
Inovasi Polda Bali dalam Pelayanan Publik
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk meninjau berbagai inovasi yang telah diterapkan Polda Bali. Salah satu perhatian utama adalah SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) yang dilengkapi dengan sistem digital modern. Pelayanan SKCK yang dijalankan di SPKT ini tidak hanya mengurangi waktu tunggu, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Momen bersejarah ini juga menunjukkan upaya Polda Bali untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Dalam peninjauan, tim PAN-RB menyatakan terkesan dengan pengalaman warga dalam mengurus SKCK. Warga yang diwawancara mengungkapkan kepuasan karena prosesnya dianggap tidak merepotkan dan tidak menghabiskan waktu berlebih. Momen bersejarah ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya tergantung pada kecepatan, tetapi juga pada kemudahan dan efisiensi. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkini menunjukkan angka 93,46 untuk layanan SKCK, yang tergolong sangat baik.
“Pelayanan SKCK di Polda Bali menunjukkan keunggulan sistem yang responsif dan terintegrasi. Proses kurang dari tiga menit menjadi bukti komitmen untuk mewujudkan layanan publik yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan,” ujar Jenderal Dudung Abdurachman dalam pernyataannya.
Selain pelayanan SKCK, inisiatif Command Center Polda Bali juga menjadi sorotan. Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap area rawan, serta mempercepat respons terhadap laporan kejadian kriminal melalui layanan telepon gratis 110. Momen bersejarah ini menegaskan bahwa Polda Bali tidak hanya fokus pada pelayanan SKCK, tetapi juga mengembangkan infrastruktur keamanan yang lebih komprehensif. Wakil Menteri PAN-RB, Purwadi Arianto, menambahkan bahwa kecepatan operator dalam menangani panggilan 110 menjadi contoh bagus dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Saya sangat berharap inovasi seperti Command Center dapat diadopsi lebih luas di berbagai daerah. Momen bersejarah ini menjadi acuan bahwa pelayanan publik yang cepat dan efektif bisa menjadi standar nasional,” kata Purwadi Arianto dalam wawancara dengan tim media.
Kehadiran Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya serta Wakapolda Brigjen Pol. I Made Astawa memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan. Momen bersejarah ini juga menyoroti kolaborasi antara Polda Bali dan lembaga pemerintah lainnya dalam menciptakan layanan yang lebih responsif. Selain itu, penggunaan teknologi seperti barcode dalam patroli dinilai sebagai langkah inovatif untuk mempercepat proses pemeriksaan dan memastikan akurasi data.
