Berita

Important Visit: BTN Jakim 2026 Kokohkan Jakarta Sebagai Destinasi Wisata Olahraga Dunia

Important Visit: BTN Jakim 2026 Kokohkan Jakarta Sebagai Destinasi Olahraga Dunia Important Visit - Pada 13-14 Juni 2026, acara BTN Jakarta International

Desk Berita
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Important Visit: BTN Jakim 2026 Kokohkan Jakarta Sebagai Destinasi Olahraga Dunia

Important Visit – Pada 13-14 Juni 2026, acara BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 akan menjadi momen penting dalam memperkuat Jakarta sebagai destinasi olahraga dunia. Acara ini menarik perhatian sekitar 45.500 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri, yang menunjukkan semakin kuatnya citra kota ini sebagai pusat kegiatan olahraga internasional. Dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, JAKIM 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong pariwisata olahraga yang berdampak luas pada sektor ekonomi dan perekonomian kota.

Kehadiran Peserta Internasional dan Dukungan Masyarakat

JAKIM 2026 menampilkan kehadiran peserta dari 55 negara, termasuk atlet asing yang berpartisipasi dalam lintasan 5K, 10K, half marathon, dan marathon. Angka peserta tahun ini mencapai 45.500 orang, naik 47% dibandingkan JAKIM 2025 yang hanya menerima sekitar 31.000 pelari. Banyak peserta mancanegara menyatakan antusiasme terhadap infrastruktur dan fasilitas yang disediakan di GBK, Jakarta Pusat. Sejumlah tamu dari luar negeri bahkan menyebutkan bahwa JAKIM 2026 menunjukkan komitmen penting Jakarta untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event olahraga.

“JAKIM 2026 tidak hanya memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga menunjukkan bahwa kota ini siap menjadi tuan rumah acara olahraga besar. Perayaan ini menunjukkan komitmen yang serius dari Pemerintah DKI Jakarta untuk meraih pengakuan internasional,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Minggu (14/6).

Pertumbuhan Ekonomi dan Potensi Wisata Olahraga

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, JAKIM 2026 memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata olahraga. “Dengan 45 ribu peserta, ajang ini menjadi peluang besar bagi industri olahraga dan sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, serta perhotelan,” katanya. Kehadiran peserta asing diharapkan meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Jakarta, yang telah dikenal sebagai kota paling dinamis di Asia Tenggara.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menambahkan, JAKIM 2026 akan meningkatkan ekosistem olahraga di kawasan Sudirman hingga Senayan. “Kehadiran peserta internasional memberikan nilai tambah bagi sport tourism Jakarta, sekaligus memperkuat posisi kota sebagai destinasi olahraga yang bisa bersaing di tingkat global,” jelasnya. Berdasarkan data terkini, rata-rata penginapan di kawasan tersebut meningkat signifikan, menunjukkan minat tinggi peserta untuk menikmati pengalaman olahraga dan budaya Jakarta secara menyeluruh.

“Dengan fasilitas yang komprehensif dan rute yang menantang, JAKIM 2026 menunjukkan komitmen penting Jakarta untuk menjadi pusat olahraga dunia. Kehadiran peserta dari berbagai negara adalah bukti nyata bahwa kota ini mampu menjadi tuan rumah acara kelas internasional,” terang Rano Karno dalam sesi wawancara dengan media.

Persiapan Infrastruktur dan Kualitas Ajang

Rute JAKIM 2026 telah dirancang sesuai standar Elite Road Race Label World Athletics, memastikan pengalaman berlari yang optimal bagi peserta. Sejumlah fasilitas seperti water station, cooling zone, dan cheering zone akan disediakan di seluruh lintasan, sementara area finis half marathon dan marathon terpusat di Stadion Utama GBK. Pemerintah DKI Jakarta berharap acara ini menjadi ajang tahunan yang terus berkembang, sebagai bagian dari strategi membangun Jakarta sebagai destinasi olahraga dunia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga turut berpartisipasi dalam kategori 10K, menunjukkan dukungan penuh terhadap keberhasilan JAKIM 2026. “Important Visit ini menjadi bukti bahwa Jakarta mampu menawarkan keunggulan dalam penyelenggaraan event olahraga. Dengan infrastruktur yang matang dan partisipasi masyarakat yang tinggi, kota ini akan terus menjadi pilihan utama bagi acara internasional,” ungkapnya. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong lebih banyak investor ke sektor olahraga dan pariwisata.

Dalam upaya menyejaikan kota sebagai destinasi olahraga dunia, JAKIM 2026 dirancang untuk menjadi kejutan yang menarik perhatian dunia. Selain menyajikan tantangan fisik, lomba ini juga menyediakan kegiatan pendukung seperti festival kuliner, bazaar olahraga, dan pameran teknologi. “Ini adalah important visit yang memperlihatkan Jakarta bukan hanya sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang menarik minat internasional,” tambah Rano Karno.

Langkah Strategis untuk Pariwisata Olahraga

Ajang JAKIM 2026 menjadi salah satu dari beberapa langkah strategis Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan pariwisata olahraga. Selama beberapa tahun terakhir, kota ini telah menunjukkan kemampuan menghadirkan event besar seperti JAKIM, Jakarta International E-Prix, dan Jakarta International Football Festival. “Komitmen terhadap sport tourism menjadi kebijakan penting yang akan terus dijalankan,” jelas Wali Kota Jakarta Pusat. Dengan merangkul komunitas olahraga lokal dan internasional, JAKIM 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa Jakarta mampu menyaingi kota-kota besar di luar negeri dalam menyelenggarakan acara olahraga kelas dunia.

Peserta dari Jabodetabek juga mencatatkan pertumbuhan signifikan, menunjukkan minat tinggi terhadap event ini. Menurut data terbaru, sekitar 30% peserta berasal dari wilayah sekitar Jakarta, dengan banyak dari mereka memilih menginap di hotel lokal untuk memudahkan akses. “Kehadiran peserta dari sekitar Jakarta menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya menarik perhatian dari luar negeri, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat dalam negeri untuk olahraga dan budaya,” tambah Nixon LP Napitupulu. Dengan menggabungkan sport tourism dan kegiatan ekonomi, JAKIM 2026 dianggap sebagai model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Leave a Comment