Berita

Prabowo Tiba di Stasiun Semarang Tawang, Disambut Antusiasme Warga

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Semarang, Jawa Tengah, dengan tujuan utama meresmikan hasil pemugaran bangunan bersejarah di Stasiun

Desk Berita
Published Juli 30, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Prabowo Subianto Hadir di Stasiun Semarang Tawang untuk Peresmian Bangunan Cagar Budaya

Wahanaberita.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Semarang, Jawa Tengah, dengan tujuan utama meresmikan hasil pemugaran bangunan bersejarah di Stasiun Semarang Tawang. Kedatangan beliau disambut hangat oleh masyarakat setempat yang antusias menyambut kehadiran pemimpin negara tersebut. Acara ini menjadi momen penting bagi pelestarian warisan budaya nasional sekaligus pengembangan infrastruktur transportasi.

Prosesi Kedatangan dan Sambutan

Berdasarkan pantauan detikcom pada Kamis, 30 Juli 2026, Prabowo tiba di lokasi stasiun tepat pukul 11.11 WIB. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjadi orang pertama yang menyambut kedatangan presiden. Setelah itu, Bobby menemani Prabowo berkeliling kawasan stasiun sambil menyampaikan paparan singkat seputar nilai historis dan informasi penting mengenai Stasiun Semarang Tawang.

Selama berada di stasiun, Prabowo tidak lupa menyapa langsung para penumpang dan warga yang telah menunggu kehadiran beliau. Suasana penuh semangat terlihat jelas saat masyarakat berebut untuk berjabat tangan dengan presiden. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi warga Semarang.

Kehadiran Anggota Kabinet Merah Putih

Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi dalam Kabinet Merah Putih. Di antara mereka adalah Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menhub Dudy Purwagandhi, Menbud Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Seskab Teddy Indra Wijaya, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, serta Kepala Stasiun Semarang Tawang Ismanto.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kehadiran Prabowo dalam acara peresmian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap pelestarian cagar budaya nasional. Selain itu, hal ini juga mencerminkan upaya peningkatan kualitas layanan transportasi publik secara menyeluruh.

“Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang,” kata Prasetyo.

Detail Renovasi dan Rencana Ke Depan

Bangunan cagar budaya yang diresmikan merupakan hasil renovasi tahap pertama. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT KAI Daop 4 Semarang selama kurun waktu 240 hari, dimulai dari tanggal 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Proses renovasi ini melibatkan berbagai pihak termasuk arsitek, konservator, dan pekerja konstruksi yang bekerja sama untuk mengembalikan kemegahan bangunan bersejarah tersebut.

Peresmian ini menandai tahap awal dari rencana besar PT KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya. Desain asli stasiun tersebut dirancang oleh arsitek Belanda bernama Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada periode 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914. Bangunan ini telah menjadi ikon transportasi di Kota Semarang selama lebih dari satu abad.

Sebagai bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan para ahli cagar budaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan nilai historis bangunan tetap terjaga sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dengan demikian, masyarakat dapat terus menikmati keindahan arsitektur kolonial sambil menggunakan fasilitas transportasi modern.

Leave a Comment