Berita

Dalih Cinta Ditolak – Pria di Jeneponto Tega Perkosa dan Bunuh Tante Sendiri

onto Tega Perkosa dan Bunuh Tante Sendiri Dalih Cinta Ditolak menjadi motif utama di balik aksi kekejaman yang dilakukan WB (30), warga Jeneponto, Sulawesi

Desk Berita
Published Juni 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Dalih Cinta Ditolak – Pria di Jeneponto Tega Perkosa dan Bunuh Tante Sendiri

Dalih Cinta Ditolak menjadi motif utama di balik aksi kekejaman yang dilakukan WB (30), warga Jeneponto, Sulawesi Selatan, terhadap tantenya sendiri, BDN (50). Peristiwa tragis ini terjadi setelah pelaku merasa ditinggalkan oleh korban dalam hubungan cinta yang ia banggakan. Polisi berhasil menangkap WB setelah berburon selama 16 bulan, dengan penahanan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/6). Kasus ini mengguncang masyarakat setempat dan menjadi sorotan media setelah detikSulsel mengungkapkan informasi penangkapan pada Selasa (9/6/2026).

Detail Motif dan Peristiwa

Pelaku, WB, melaporkan bahwa ia terpaksa melakukan tindakan kekerasan setelah korban menolak perasaannya. Motif Dalih Cinta Ditolak ini menjadi alasan utama bagi WB untuk menyerang tantenya. Menurut Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, pelaku mengalami emosi yang sangat intens setelah kejadian tersebut. “Dia merasa terluka dan marah, sehingga memutuskan untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara memperkosa dan membunuh korban,” jelas Nurman.

Peristiwa ini terjadi pada malam hari saat WB memasuki rumah korban setelah minum alkohol. Menurut keterangan polisi, korban mendengar suara di dalam rumah dan berusaha mengecek dari belakang. Saat itu, pelaku langsung menarik korban ke dalam kamar, memulai aksi kekerasan dengan memeluk dan menggoda korban. Dalih Cinta Ditolak membuat pelaku mengabaikan batasan-batasan kekerasan, hingga akhirnya korban meninggal akibat asfiksia setelah dihimpit dengan kain sarung.

“WB mengakui bahwa dia melakukan tindakan ini karena terluka oleh penolakan korban atas perasaannya,” kata Nurman dalam jumpa pers.

Kronologi Kejadian dan Penindasan

Sebelum tindakan kekejaman, WB sempat berusaha membangun hubungan dengan korban. Namun, penolakan dari korban mengubah emosi pelaku menjadi penganiyayaan. Menurut sumber di lokasi, WB sudah memperhatikan korban secara intensif selama beberapa bulan, dengan harapan bisa meraih hatinya. Sayangnya, penolakan terjadi setelah korban melihat sisi buruk dari WB.

Di dalam kamar, pelaku tidak hanya memperkosa korban tetapi juga memperkuat Dalih Cinta Ditolak dengan cara yang sadis. Korban mencoba berlawanan, tetapi pelaku tetap mengabaikan perlawanan tersebut. “Korban sempat berteriak dan meminta bantuan, tetapi pelaku mengunci pintu dan melanjutkan aksinya hingga korban tidak sadarkan diri,” tambah Nurman.

Dalam proses pembunuhan, WB menggunakan sarung sebagai alat untuk menyumbat mulut korban, sehingga korban tidak bisa berteriak. Setelah korban meninggal, pelaku melanjutkan tindakannya dengan memperkosa jasad korban. “Ini adalah contoh bagaimana Dalih Cinta Ditolak dapat berubah menjadi kekejaman berdarah,” ujarnya.

Proses Investigasi dan Bukti

Setelah kejadian, polisi melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan cara kejahatan. Para saksi di sekitar rumah korban memberikan keterangan bahwa WB terlihat mengembara sejak kejadian tersebut. Banyak warga menilai bahwa penolakan korban menjadi titik awal dari aksi kekerasan yang tidak terduga. “Kita menemukan bukti-bukti bahwa pelaku memang memiliki niat jahat sejak awal,” kata Nurman.

Polisi juga menemukan bukti-bukti seperti sarung yang digunakan sebagai alat kekerasan dan keterangan saksi yang mengungkapkan peristiwa tersebut. Selain itu, video kejadian dan rekaman suara dari korban menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan. “Bukti-bukti ini membantu kita memahami bagaimana Dalih Cinta Ditolak menjadi alasan untuk tindakan yang biadab ini,” jelas Nurman.

Reaksi Masyarakat dan Dampak Kasus

Kasus ini memicu kecaman dari warga Jeneponto dan sekitarnya. Banyak orang menganggap bahwa WB telah mempergunakan hubungan darah untuk memenuhi keinginan pribadinya. “Ini adalah kasus terburuk yang pernah terjadi di wilayah kami,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan nama.

Dalam waktu 24 jam setelah kejadian, masyarakat mulai menyebarluaskan informasi melalui media sosial. Polisi pun berupaya mempercepat proses investigasi untuk memastikan kebenaran Dalih Cinta Ditolak. “Kami sedang menyelidiki apakah ada hubungan keluarga yang memicu aksi ini,” kata Nurman.

Selain itu, kasus ini juga memicu diskusi tentang perlindungan korban kekerasan di lingkungan keluarga. Banyak warga menilai bahwa kejadian ini menunjukkan betapa mudahnya Dalih Cinta Ditolak dapat berubah menjadi bencana.

Pelaku Tidak Menyesal dan Pencarian Bukti

WB tidak menunjukkan rasa penyesalan saat diperiksa oleh polisi. Ia mengakui bahwa tindakannya tidak disengaja, tetapi didorong oleh emosi yang meluap. “Aku hanya ingin memperlihatkan cinta yang aku rasakan kepada korban,” kata WB.

Pola kekerasan ini terjadi setelah WB merasa korban menolak perasaannya. Polisi sedang memeriksa apakah ada riwayat kekerasan sebelumnya di antara mereka. “Kami mencari bukti-bukti yang bisa menunjukkan bahwa Dalih Cinta Ditolak ini adalah motif utama,” jelas Nurman.

Sejumlah petugas juga mengatakan bahwa kasus ini menjadi contoh bagaimana rasa cinta bisa berubah menjadi kebencian dalam waktu singkat. “Ini adalah pengingat bagi kita bahwa kita harus lebih waspada terhadap tindakan kekerasan dalam hubungan keluarga,” tutup Nurman.

Leave a Comment