PKS Setuju Surya Paloh soal Pemilu Sportif: Etika di Atas Aturan
Dukungan Mardani Ali Sera untuk Visi Sportivitas NasDem
Wahanaberita.com – PKS Setuju Surya Paloh soal konsep pemilu yang lebih mengedepankan sportivitas dan integritas. Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pandangan yang disampaikan Surya Paloh mengenai penyelenggaraan Pemilu 2029. Ketua umum Partai NasDem tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keberatan terhadap berbagai model pemilihan selama proses kompetisi politik berjalan secara sportif dan adil. Menurut Mardani, Surya Paloh merupakan figur politik yang menunjukkan kebijaksanaan tinggi dalam menghadapi dinamika perpolitikan nasional.
“Pak SP (Surya Paloh) orang bijak. Beliau sudah banyak makan asam garam pengalaman dalam dunia politik. Sebagian besar malah mengorbankan ekonominya,” kata Mardani kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Mardani menilai bahwa pandangan yang disampaikan Surya Paloh mengandung makna yang sangat mendalam terkait integritas, kejujuran, serta kedewasaan dalam berpolitik. Ia meyakini bahwa para pemimpin berjiwa besar seperti Surya Paloh mampu membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045 dengan fondasi yang kuat.
“Pernyataan Pak SP jadi pengingat untuk semua bahwa di atas aturan ada moral, ada etika, dan ada kejujuran,” ucapnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen politik untuk tidak hanya berpegang pada aturan formal, tetapi juga nilai-nilai luhur yang menjadi dasar demokrasi.
Surya Paloh Tekankan Sportivitas sebagai Kunci Pemilu Berkualitas
Surya Paloh memberikan respons terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih berlangsung hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan model pemilihan atau sistem pemilu yang akan datang, asalkan kompetisi berlangsung secara sportif. Menurut Paloh, aspek terpenting dari RUU Pemilu yang sedang dibahas adalah kemampuannya meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu secara keseluruhan. Ia juga berharap Pemilu 2029 dapat berjalan lebih demokratis dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Itu yang paling pokok. Bukan hanya persyaratan legalitas formal bahwa kita menghasilkan pemilu, tetapi esensi yang kita peroleh dari pemilu ini adalah membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di negeri ini,” ujar Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7).
Paloh juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam kompetisi politik. Ia berpendapat bahwa sebuah kompetisi akan menjadi sia-sia jika tidak dilaksanakan secara sportif oleh para peserta maupun penyelenggara. Dalam konteks ini, sportivitas bukan hanya sekadar sikap baik, tetapi menjadi fondasi utama untuk memastikan bahwa hasil pemilu mencerminkan kehendak rakyat secara sesungguhnya.
“Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun, apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?” tutur Paloh.
Implikasi bagi Lanskap Politik Indonesia
Dukungan PKS terhadap pandangan Surya Paloh ini menunjukkan adanya konsensus di antara partai-partai politik untuk mengedepankan nilai-nilai sportivitas dalam Pemilu 2029. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa para pemimpin politik siap berkompetisi secara sehat dan adil. Dengan adanya etika dan kejujuran sebagai landasan, diharapkan pemilu mendatang tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memperkuat demokrasi Indonesia.
“Di atas aturan ada etika-kejujuran,” demikian pesan yang ingin disampaikan oleh kedua tokoh politik ini kepada seluruh elemen bangsa.
Kesepakatan ini juga menunjukkan bahwa partai-partai politik mulai menyadari pentingnya membangun budaya politik yang sehat. Dengan sportivitas sebagai kunci, kompetisi politik akan menjadi lebih berkualitas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang benar-benar dipilih oleh rakyat. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan fondasi demokrasi yang kuat dan berkelanjutan.

