Berita

Key Discussion: Ribka Haluk Minta PIKI Bangun Ekosistem dan Tinggalkan Legasi bagi Bangsa

Ribka Haluk: Key Discussion on Building PIKI’s Legacy for the Nation Key Discussion - Dalam Key Discussion yang diadakan di kantor pusat Persatuan

Desk Berita
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Ribka Haluk: Key Discussion on Building PIKI’s Legacy for the Nation

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang diadakan di kantor pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Jakarta, Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Ketua Umum PIKI, Ribka Haluk, mengungkapkan harapan agar organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga aktif menciptakan kebijakan dan meninggalkan warisan yang berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

Peran Strategis PIKI dalam Kebijakan Publik

Ribka menyampaikan pandangan tersebut saat rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI pada hari Sabtu (6/6). Acara yang dipimpin oleh Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, menjadi platform untuk menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem yang mendorong partisipasi intelektual Kristen dalam membentuk arah pembangunan nasional. “Membangun ekosistem ini penting karena ia menciptakan ruang untuk berpikir kritis, menghasilkan gagasan, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegasnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (7/6/2026).

“Penting bagi PIKI memiliki peran aktif, bukan hanya sebagai lembaga yang berjalan rutin. Ada warisan yang harus kita tinggalkan, baik dalam lima tahun maupun lebih jauh lagi. Karena itu, ekosistem ini harus dijaga dan dikembangkan secara konsisten,”

kata Ribka, yang menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak terbatas pada kegiatan harian, tetapi juga pada inisiatif strategis yang berdampak jangka panjang.

Meningkatkan Kinerja dan Kepemimpinan Berkelanjutan

Pernyataan Ribka juga mengapresiasi kinerja ketua umum PIKI, Maruarar Sirait, yang dianggap mampu memimpin dengan integritas tinggi dan kesadaran akan tanggung jawab seorang pemimpin. “Pak Ara menunjukkan contoh yang baik dalam menjalankan kepemimpinan dengan semangat layanan dan kesetiaan terhadap visi organisasi,” ujarnya, menegaskan bahwa kepercayaan dari Ketua Umum adalah tanggung jawab besar yang harus direspons dengan komitmen.

Dalam Key Discussion tersebut, Ribka menekankan bahwa PIKI harus menjadi mitra aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan partisipasi masyarakat di berbagai sektor. “Pembangunan nasional membutuhkan kebijakan yang berbasis penelitian dan pemikiran strategis, yang menjadi kekuatan utama PIKI,” tambahnya.

PIKI, yang didirikan pada 1980, berkomitmen untuk menjadi platform pemikiran Kristen yang berdampak nyata dalam pembangunan Indonesia. Ribka menilai bahwa keberadaan organisasi ini tidak hanya memberi kontribusi di tingkat kebijakan, tetapi juga dalam memberdayakan komunitas lokal, terutama di wilayah Papua, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. “Kita perlu menemukan tokoh-tokoh potensial yang mampu mengembangkan PIKI secara mandiri di tingkat daerah,” ujarnya.

Strategi yang diusung dalam Key Discussion ini meliputi peningkatan kualitas kader, kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, serta integrasi pemikiran intelektual Kristen dengan agenda kebijakan nasional. Ribka berharap bahwa dengan membangun ekosistem yang kuat, PIKI dapat menjadi salah satu pemain utama dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. “Kita harus menciptakan suasana di mana kebijakan tidak hanya diterbitkan, tetapi juga dipahami, didukung, dan diterapkan secara efektif oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Maruarar Sirait mengakui bahwa peran Ribka sebagai anggota DPP sangat penting dalam membentuk arah pengembangan PIKI. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada kepemimpinan, tetapi juga pada keikutsertaan anggota dan keterlibatan masyarakat luas. “Dengan Key Discussion yang berkelanjutan, kita bisa memastikan bahwa PIKI tetap relevan dalam era digital dan globalisasi,” tuturnya, menambahkan bahwa diskusi ini juga menjadi momentum untuk merevisi strategi yang lebih menyasar kebutuhan bangsa.

Adapun aspirasi Ribka dalam Key Discussion tersebut, di antaranya adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga pendidikan untuk menghasilkan solusi yang lebih inovatif. “Kita perlu mengajak berbagai pihak, seperti pengusaha, akademisi, dan profesi lain, untuk bergabung dalam perencanaan kebijakan yang lebih luas,” ujarnya. Ribka juga mengingatkan bahwa warisan yang ingin ditinggalkan PIKI harus mencakup nilai-nilai keadilan sosial, transparansi, dan keberlanjutan.

Dalam konteks ini, ekosistem yang dicanangkan harus terdiri dari peran aktif anggota, komitmen pemimpin, serta partisipasi luas dari masyarakat. Ribka berharap bahwa diskusi yang digagas akan menjadi titik awal dari transformasi PIKI menjadi lembaga yang lebih dinamis dan berpengaruh. “Kita harus bergerak dengan terarah, agar PIKI tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga sebagai engine penggerak perubahan,” pungkasnya, menutup Key Discussion yang berlangsung dalam suasana penuh semangat.

Leave a Comment