Segini Bayaran Mantan Artis Fabiola yang Tugasnya VC Korban Scammer Solo Baru
Segini Bayaran Mantan Artis Fabiola – Terungkap bahwa mantan artis Fabiola, yang diberitakan menjadi bagian dari jaringan penipuan scammed Solo Baru, menerima bayaran hingga Rp30 juta per bulan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, yang menjelaskan bahwa Fabiola bergabung dengan PT Digi Global Konsultan, perusahaan di balik skema penipuan tersebut, karena alasan finansial. Sebagai anggota tim, ia bertugas melakukan panggilan video (VC) untuk menipu korban yang terjebak dalam skema penipuan ini.
Peran Fabiola dalam Operasi Penipuan Internasional
Fabiola, yang sebelumnya dikenal sebagai artis, berubah peran setelah memutuskan bergabung dengan komplotan penipu yang beroperasi di Solo Baru. Dalam peran barunya, ia menjadi salah satu anggota aktif yang menggunakan panggilan video untuk membangun kepercayaan dengan korban. Menurut Artanto, tugas utamanya adalah menjalani komunikasi intensif dengan para korban, yang kemudian memungkinkan jaringan penipuan mengeksploitasi kelemahan psikologis mereka.
Jaringan ini mengandalkan strategi persuasif yang dimulai dari panggilan video. Fabiola dan timnya menyamar sebagai orang yang dapat membantu korban, baik melalui dukungan finansial maupun bantuan dalam urusan pribadi. Pemilihan media sosial sebagai media untuk menemukan peluang kerja ini menunjukkan cara penipu menjangkau calon korban secara luas. Dengan modus yang terkesan menjanjikan, operasi ini berjalan lancar hingga terungkap oleh pihak kepolisian.
Besaran Upah dan Sistem Pembayaran
Mengenai gaji Fabiola, polisi menyebutkan bahwa ia bisa menerima uang hingga Rp30 juta per bulan. Namun, jumlah ini berfluktuasi tergantung pada jumlah korban yang berhasil dijebak serta keberhasilan proses penipuan. Pembayaran dilakukan dalam bentuk dolar, menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki hubungan dengan perusahaan di luar negeri. Dalam sistemnya, anggota tim seperti Fabiola mendapatkan kompensasi berdasarkan performa mereka dalam mengatur skema penipuan.
Artanto menjelaskan bahwa skema ini terdiri dari beberapa tahap, mulai dari menarik perhatian korban melalui panggilan video hingga menyetorkan uang dalam jumlah besar. Fabiola berperan sebagai salah satu dari banyak anggota yang menjalani tugas tersebut. Bukan hanya ia, tetapi juga ratusan orang lain yang terlibat dalam operasi ini. Penipuan ini menggambarkan cara jaringan internasional mengambil untung dari kepercayaan masyarakat lokal.
Pembongkaran Skema Penipuan dan Dampaknya
Berita terkait mengungkap bahwa polisi telah menginvestigasi jaringan penipuan ini secara menyeluruh. Dalam penjelasannya, Artanto menyebutkan bahwa Fabiola mulai bekerja bersama komplotan penipu sejak awal tahun 2026. Ia melamar pekerjaan setelah melihat peluang dari platform media sosial. Dengan peran yang dijalankannya, Fabiola membantu menipu korban dengan berbagai modus, seperti mengaku sebagai orang yang dapat menyelesaikan masalah keuangan.
Operasi ini tidak hanya merugikan Fabiola secara pribadi, tetapi juga memengaruhi banyak korban yang terjebak dalam skema penipuan. Seorang sumber menyebutkan bahwa para korban sering kali mengalami kehilangan jumlah besar dana karena kepercayaan terhadap penipu yang menampilan diri sebagai pihak yang jujur. Dengan sistem pembayaran yang konsisten, anggota tim seperti Fabiola mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan selama operasi berlangsung.
