Berita

Polisi Buru Komplotan Curanmor Bersenjata Api di Kebon Jeruk Jakbar

Polisi Buru Komplotan Curanmor Bersenjata Api di Kebon Jeruk Jakbar Polisi Buru Komplotan Curanmor Bersenjata Api - Korban penembakan dan pencurian sepeda

Desk Berita
Published Mei 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Polisi Buru Komplotan Curanmor Bersenjata Api di Kebon Jeruk Jakbar

Polisi Buru Komplotan Curanmor Bersenjata Api – Korban penembakan dan pencurian sepeda motor di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi sorotan pihak berwajib yang sedang berupaya menangkap komplotan pencuri bersenjata api. Menurut informasi terbaru, penyidik dari Polres Jakarta Barat tengah mengintensifkan pencarian terhadap tiga pelaku yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Insiden terjadi di Jalan Duri Raya, lokasi yang sering menjadi sasaran komplotan pencuri karena kondisi jalanan yang strategis dan akses yang mudah.

“Kami telah menerima laporan dan sedang mengumpulkan bukti serta mengidentifikasi pelaku. Aksi ini dianggap berbahaya karena senjata api digunakan sebagai alat ancaman,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, seperti yang dilaporkan Antara, Selasa (12/5/2026).

Aqsha menambahkan, tim penyelidik sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan identitas para pelaku dan memperoleh bukti-bukti yang memperkuat kasus. Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga mengejar jejak komplotan tersebut dengan memanfaatkan kamera pengintai dan informasi dari masyarakat sekitar. Modus operasi yang mereka gunakan menunjukkan tingkat perencanaan yang matang.

Korban Ditembak Saat Menghalangi Pencurian

Insiden serius terjadi pada Minggu (10/5/2026) siang ketika seorang pria berusia 25 tahun, Alif, menjadi korban penembakan. Menurut keterangan Alif, ia sedang makan bakso di sebuah warung saat dua pelaku masuk dan berusaha mencuri motor miliknya. Saat melihat gerakan pelaku, Alif langsung berusaha menegur.

“Saya keluar, ‘Woi mau ngapain ini?’, teriak saya. Mereka langsung menodongkan pistol ke arah saya, sambil mengancam ‘Diam, diam, diam’. Saya mencoba mengejar motor, tetapi ditembak di pergelangan kaki karena pecahan kaca peluru. Saya hanya merasa takut, tapi nggak sakit berat,” cerita Alif.

Aksi pelaku dilakukan dengan cepat dan berani. Mereka menggunakan senjata api untuk memperkuat ancaman, sehingga korban terpaksa mundur. Dalam peristiwa ini, pelaku tercatat melakukan lima tembakan sebelum berhasil kabur dengan motor yang dicuri. Alif mengalami luka ringan, tetapi tidak mengganggu kemampuannya untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sindikat Curanmor Berpotensi Kambuh

Korban lain, Ramadhan (32), menyebutkan bahwa kejadian serupa telah terjadi beberapa kali di sekitar Jalan Duri Raya dalam bulan terakhir. Menurutnya, komplotan tersebut memiliki organisasi yang terstruktur dan kerap berpindah lokasi setelah menyelesaikan aksi.

“Kami lihat pola ini terjadi berkali-kali, pelaku menggunakan senjata api untuk membuat korban takut. Mereka bisa mencuri lebih dari dua motor dalam sehari, terutama di waktu pagi atau sore hari,” tutur Ramadhan.

Ramadhan menambahkan, bahwa pelaku biasanya berpura-pura melakukan kejahatan ringan untuk memancing korban keluar. Setelah korban terlihat, mereka langsung mengancam dengan senjata api dan mengambil motor secara cepat. Polisi diharapkan dapat menangkap seluruh pelaku sebelum aksi kembali terjadi.

Upaya Polisi untuk Mengungkap Modus

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut. Dalam proses penyelidikan, tim juga memeriksa kamera CCTV di sekitar area kejadian untuk melacak keberadaan pelaku. Selain itu, polisi berkoordinasi dengan unit reskrim dan komando taktis untuk meningkatkan kemungkinan penangkapan.

Penyidik menekankan bahwa aksi ini bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari aktivitas komplotan yang terus berulang. Mereka berharap masyarakat sekitar dapat memberikan informasi atau mengamati kebiasaan para pelaku. Polisi juga meminta warga untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

Korban Lari ke Belakang dan Berhasil Menyelamatkan Motor

Dalam kejadian tersebut, Alif berusaha mengambil gelas untuk dilemparkan ke arah pelaku setelah terkena tembakan. Meski terluka, ia tetap bersemangat dan berhasil mengejar motor yang kabur. Motor Honda CRF hitam miliknya hilang setelah pelaku berhasil membawa kabur kendaraan tersebut.

“Saya lari ke belakang, ngelempar gelas sambil terus mengejar. Motor itu akhirnya pergi, tapi saya belum pernah melihat pelaku melalui kamera,” kata Alif.

Alif mengatakan bahwa motor yang hilang merupakan salah satu aset pribadinya yang bernilai tinggi. Ia berharap polisi dapat segera menemukan pelaku dan menangkap mereka sebelum terjadi kejadian serupa di tempat lain. Polisi juga sedang mempercepat proses penyelidikan untuk memastikan tidak ada korban lain yang terkena dampak.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan keamanan di sekitar area Jalan Duri Raya. Polisi berkomitmen untuk menangkap seluruh pelaku dan mengungkap motif mereka. Sementara itu, warga sekitar terus memberikan dukungan dengan mengumpulkan informasi serta mengawasi aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah tersebut.

Leave a Comment