Berita

Visit Agenda: Kemenbud Kurban 23 Ekor Sapi, Menbud Bicara Nilai-nilai Pengorbanan

kor Sapi, Bicara Nilai Pengorbanan Iduladha Visit Agenda - Dalam rangkaian kegiatan Visit Agenda tahun ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar acara

Desk Berita
Published Mei 26, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kemenbud Kurban 23 Ekor Sapi, Bicara Nilai Pengorbanan Iduladha

Visit Agenda – Dalam rangkaian kegiatan Visit Agenda tahun ini, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar acara penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 H. Kegiatan ini dianggap sebagai simbol kebersamaan dan upaya memperkuat kesadaran sosial di lingkungan kerja, serta memperlihatkan peran Kemenbud dalam mendorong nilai-nilai keagamaan dan budaya yang lebih luas. Visit Agenda juga menjadi ajang komunikasi yang lebih intensif antara lembaga pemerintah dan masyarakat.

Menbud Menekankan Makna Pengorbanan dalam Kurban

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli, memberikan sambutan yang mengingatkan seluruh peserta tentang pentingnya pengorbanan dan keikhlasan dalam perayaan Iduladha. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan hanya tradisi, tetapi juga representasi dari semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas nasional. Visit Agenda dianggap sebagai sarana untuk memperjelas pesan ini kepada publik.

“Iduladha adalah momen penting untuk merefleksikan makna pengorbanan, keikhlasan, toleransi, dan solidaritas. Dalam Visit Agenda, kita bisa melihat bagaimana institusi seperti Kemenbud menerapkan nilai-nilai ini dalam tindakan nyata,” tutur Fadli dalam pernyataannya, Selasa (26/5/2026).

Kemenbud Berikan Bimbingan dalam Pemilihan Hewan Kurban

Pemilihan 23 sapi yang digunakan untuk kurban dilakukan secara terstruktur, melibatkan berbagai divisi di Kemenbud untuk memastikan kualitas hewan sesuai standar. Sapi-sapi tersebut terdiri dari ras Bali dan Limosin, dengan berat antara 300 hingga 600 kilogram. Proses ini dianggap sebagai bagian dari Visit Agenda yang berfokus pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

“Setiap langkah dalam Visit Agenda harus selaras dengan prinsip nilai-nilai yang kita perjuangkan, termasuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang beruntung,” tambah Fadli.

Penyembelihan dan Distribusi Daging Kurban

Kegiatan penyembelihan hewan berlangsung di RPH GST Farm Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada 11 Dzulhijjah 1447 H atau hari Kamis (28/5). Setelah pemotongan, daging akan dikemas dalam paket 2 kilogram dan disalurkan kepada mustahik di Jabodetabek mulai 12 Dzulhijjah. Proses distribusi ini juga menjadi bagian dari Visit Agenda yang ingin memperkuat hubungan antara lembaga dan masyarakat.

“Dengan Visit Agenda, kita tidak hanya melaksanakan ritual kurban, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata,” jelas salah satu perwakilan Kemenbud.

Momen Kebudayaan dalam Aktivitas Kurban

Kurban di Kemenbud tidak hanya sebagai tindakan agama, tetapi juga sebagai bagian dari kegiatan Visit Agenda yang menggabungkan nilai-nilai budaya dengan prinsip keagamaan. Selama acara, peserta diberi kesempatan untuk memahami proses pengolahan daging, sekaligus mengapresiasi tradisi yang sudah berakar dalam sejarah bangsa. Kemenbud juga menghadirkan sesi diskusi untuk memperkaya pemahaman tentang makna kurban di masa kini.

“Kebudayaan dan keagamaan adalah dua aspek yang saling melengkapi. Visit Agenda memberikan ruang untuk menggabungkan keduanya secara harmonis,” sampaikan Fadli.

Peserta dan Kolaborasi dalam Visit Agenda

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Stafsus Menbud Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Kabiro Barang Milik Negara dan Umum Abi Kusno, serta Kabiro Humas Yayuk Sri Budi Rahayu. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi yang terjalin dalam rangkaian Visit Agenda, yang menekankan transparansi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Selain itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, serta Pemanfaatan Kebudayaan turut memberikan bimbingan teknis.

Visit Agenda ini tidak hanya menampilkan kegiatan fisik, tetapi juga kegiatan intelektual dan sosial yang menyeluruh,” kata Yayuk Sri Budi Rahayu.

Nilai Budaya dan Makna Iduladha dalam Visit Agenda

Kurban di Kemenbud dirancang untuk mengingatkan seluruh peserta tentang makna Iduladha dalam konteks kehidupan modern. Fadli menyebutkan bahwa acara ini menjadi sarana untuk menegaskan bahwa keagamaan dan budaya tidak terpisahkan, dan bahwa Visit Agenda merupakan bagian dari upaya memperkaya pemahaman tersebut. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana institusi bisa menjunjung nilai-nilai gotong royong dan kerja sama.

Leave a Comment