Berita

Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban

Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah

Desk Berita
Published Mei 26, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban

Pemprov DKI Terjunkan 744 Petugas Awasi – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menurunkan 744 personel untuk mengawasi proses kesehatan serta pemotongan hewan kurban selama Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik. Wakil Gubernur DKI, Rano Karno, resmi mengirimkan mereka ke Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026). Ia menegaskan bahwa penguatan pengawasan menjadi prioritas karena peningkatan signifikan jumlah hewan kurban yang akan disembelih di kota tersebut.

“Aktivitas terkait distribusi, penjualan, penampungan, serta pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat drastis menjelang Idul Adha. Saya terima laporan bahwa hewan yang akan disembelih mencapai 68 ribu ekor dalam tiga hari. Dengan angka yang sangat tinggi, pengawasan harus diperketat agar hasilnya maksimal,” ujar Rano.

Langkah pengawasan meliputi pemeriksaan dari tahap sebelum penyembelihan hingga setelah pemotongan untuk memastikan daging kurban memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Rano meminta petugas bekerja dengan ketelitian tinggi dan segera berkoordinasi jika menemukan indikasi penyakit atau pelanggaran.

“Jika ditemukan tanda-tanda penyakit atau kecurangan, petugas wajib melaporkan secara cepat kepada pihak terkait. Ini dilakukan agar tindakan bisa diambil secara efektif oleh perangkat wilayah dan instansi terkait,” tambahnya.

Penguatan Standar dan Koordinasi Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian inspeksi sebelum Idul Adha. Koordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban dilakukan untuk memastikan hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit menular.

“Kami memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Jakarta tidak terjangkit penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, serta penyakit lainnya,” kata Hasudungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas KPKP telah mengambil 458 sampel darah dan 270 sampel lingkungan di lokasi pemotongan untuk memantau kualitas higiene dan sanitasi. Sampel tanah di area penjualan juga diperiksa untuk memastikan bebas antraks. Hasudungan menyebutkan bahwa personel ini disebar ke enam wilayah administrasi hingga Kepulauan Seribu, dengan target meninjau 892 lokasi pemotongan.

Breakdown Petugas

Total 744 petugas terdiri dari 424 personel KPKP, 62 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, 208 anggota dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta 50 anggota Pramuka. Mereka terlibat langsung dalam memastikan proses penyembelihan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.

Leave a Comment