Berita

Visit Agenda: Polisi Selidiki Viral Teror Kotoran Sapi ‘Usir’ Pedagang di Jaktim

olisi Selidiki Viral Kotoran Sapi Usir Pedagang di Jakarta Timur Visit Agenda - Sebuah video viral yang menunjukkan aksi mengusir pedagang menggunakan kotoran

Desk Berita
Published Mei 20, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Polisi Selidiki Viral Kotoran Sapi Usir Pedagang di Jakarta Timur

Visit Agenda – Sebuah video viral yang menunjukkan aksi mengusir pedagang menggunakan kotoran sapi kembali mencuri perhatian masyarakat. Kejadian ini terjadi di sebuah ruko di Jakarta Timur pada Selasa (19/5) lalu, menurut laporan yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan bagaimana kotoran sapi dilempar ke depan lokasi sebagai bentuk pengusiran terhadap para pedagang yang berjualan di sana.

Detail Aksi dan Dampak Terhadap Pedagang

Dalam video yang viral, terlihat bahan buangan ternak berada di depan ruko yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya para pedagang kaki lima (PKL). Aksi ini menimbulkan kekacauan dan kebingungan di tengah masyarakat, terutama bagi para pedagang yang terkena dampak. Menurut informasi, toko plastik dan tempat cuci motor adalah dua dari beberapa usaha yang mengalami gangguan akibat kejadian tersebut.

“Kejadian ini cukup mengagetkan. Petugas polsek sudah datang ke lokasi, tapi pemilik kios belum membuat laporan resmi,” ujar Kompol I Wayan, Kapolsek Pasar Rebo, seperti dilansir dari laporan terkini.

Kapolsek menjelaskan, kotoran sapi tersebut dilempar ke depan ruko sebagai cara mengusir para pedagang yang biasa berjualan di area itu. Menurutnya, aksi ini terjadi pertama kali, dengan narasi yang menyebutkan bahwa setiap pagi selalu ada pedagang sayur dan kue yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Pelaku dan Motif Aksi yang Masih Dikaji

Polisi saat ini sedang menyelidiki motif pelaku di balik aksi ini. Sejumlah petugas sedang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti terkait kejadian. Meski tidak ada rekaman CCTV di area tersebut, petugas berharap dapat mengidentifikasi pelaku melalui informasi dari warga sekitar.

“Masih dalam penyelidikan, kita perlu lebih banyak bukti untuk mengetahui apakah ini tindakan spontan atau terencana,” terang Wayan dalam siaran persnya.

Video tersebut menarik perhatian luas, dengan judul “Menjajal ‘Belulut’, Tradisi Desa Sade NTB Pel Lantai dengan Kotoran Sapi” yang menjadi bagian dari berita ini. Banyak warga menilai aksi ini cukup unik dan mencerminkan adanya kebiasaan masyarakat tertentu yang dianggap sebagai bentuk pengusiran atau ritual tradisional.

Dalam proses investigasi, polisi juga mempertimbangkan kemungkinan adanya konflik antar pedagang atau kelompok tertentu yang ingin mengusir penjual dari lokasi tersebut. Sementara itu, para pedagang yang terkena dampak meminta kejelasan tentang siapa yang bertanggung jawab atas aksi ini, agar dapat mengambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat.

“Kami harap polisi bisa segera menemukan pelaku, sehingga perniagaan di sini tidak terganggu lagi,” kata salah satu pedagang yang mengalami kerugian.

Dengan penyebaran video ini, perhatian publik semakin meningkat, terutama mengenai dampak dari aksi tersebut terhadap ekonomi pasar dan suasana perdagangan di Jakarta Timur. Visit Agenda juga menjadi tema utama dalam diskusi masyarakat, yang berharap kejadian serupa tidak terulang dan bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan di area kawasan perdagangan.

Leave a Comment