Berita

Key Strategy: Warga Kecele Sangka Ada CFD di Rasuna Said Minggu Ini: Tahunya Zonk

Key Strategy: Warga Kecele Sangka Ada CFD di Rasuna Said Minggu Ini, Tahunya Zonk Key Strategy - Minggu (17/5/2026) pukul 08.00 WIB, detikcom melaporkan bahwa

Desk Berita
Published Mei 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Warga Kecele Sangka Ada CFD di Rasuna Said Minggu Ini, Tahunya Zonk

Key Strategy – Minggu (17/5/2026) pukul 08.00 WIB, detikcom melaporkan bahwa warga masih mempersiapkan diri untuk mengikuti Car Free Day (CFD) di sekitar Stasiun LRT Kuningan hingga kawasan Rasuna Said. Banyak dari mereka datang dengan pakaian olahraga lengkap, tetapi kejutan datang saat mengetahui bahwa acara CFD yang seharusnya diadakan pada hari itu telah ditunda. Fakta ini mengganggu rencana kegiatan masyarakat yang sudah diatur sejak beberapa hari sebelumnya.

Perasaan Kecewa dan Kebingungan Warga

Pasca pengumuman pembatalan CFD, sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan dan kebingungan. Sebagian berdatangan dalam kelompok, sementara yang lain datang sendirian, semuanya berharap untuk menikmati suasana bebas kendaraan di jalan utama Jakarta. Beberapa dari mereka menyesal karena harus mengubah rencana, terutama ketika memahami bahwa acara tersebut tidak akan berlangsung seperti yang diharapkan.

“Nyampe sini, tadi pas kita naik LRT kan, pas turun kok kayaknya masih banyak kendaraan. Oh ya udah, jalan aja ke sana, dikit aja. Eh tahunya ya zonk juga. Malah kecele. Udahlah, kita CFD sendiri, ngarang aja,”

Dari kesan awal yang diharapkan menjadi suasana ramai, kini terlihat lebih sepi. Ina, 45, warga Depok, merasa kecewa setelah mengetahui bahwa CFD di Rasuna Said ditunda. Meski menyesal, ia berharap kegiatan bisa dimulai kembali dengan lebih baik. “Nggak ah, ini udah ngambek anaknya. Nyari di sini ajalah, makan,” ujarnya, sambil berjalan sambil menghela napas.

“Iya, masih bunyi-bunyi suara motor, mobil. Padahal saya pengin coba pertama kali gitu,”

Nawal, 18, anak Ina, menuturkan kekecewaannya karena merasa CFD belum dimulai. Ia dan keluarganya menyesal karena harus berjalan kaki di trotoar sambil menunggu kejelasan acara. “Jadi, key strategy kita nggak jalan, malah kecele. Masa ada CFD tapi masih bisa masuk kendaraan?” keluhnya.

Pelaksanaan CFD Ditunda Sementara, Pemprov DKI Siapkan Perbaikan

Pemprov DKI Jakarta mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said setelah melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan key strategy dalam pengelolaan kota berbasis kemanusiaan dan keselamatan. Dalam siaran pers, Dishub DKI Jakarta menyatakan bahwa CFD akan kembali digelar mulai Juni 2026, dengan jadwal rutin setiap Minggu pukul 05.30-09.00 WIB.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,”

Kepala Dishub, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa evaluasi menemukan beberapa kekurangan, seperti kurangnya titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum adanya pembatas jalur Transjakarta, serta adanya parkir liar di sejumlah titik. Selain itu, kenaikan tinggi jalan setelah pembongkaran tiang monorel juga memengaruhi pengalihan jalur untuk pesepeda dan pelari. Dengan adanya key strategy ini, pemerintah berharap masyarakat lebih terlibat dalam mengubah pola transportasi kota.

CFD di Rasuna Said menjadi salah satu strategi penting dalam upaya memperbaiki kualitas udara dan mengurangi kemacetan di kawasan Sudirman serta HI. Meski dibatalkan minggu ini, warga tetap antusias karena key strategy tersebut diharapkan memberi dampak positif jangka panjang. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan pelaksanaannya lebih optimal pada masa depan.

Dalam wawancara, beberapa warga menuturkan bahwa mereka masih mengharapkan acara tersebut bisa berjalan sesuai jadwal. “Key strategy kita adalah untuk menikmati suasana yang lebih sejuk di hari Minggu. Tahunya jadi zonk, kecewa,” pungkas salah satu warga yang datang ke lokasi. Meski demikian, harapan untuk CFD tetap hidup, karena ini adalah salah satu langkah strategis dalam mengubah pola kehidupan masyarakat Jakarta.

Leave a Comment