Melindungi Tuah Marwah

Polda Riau: Ekspedisi Merah Putih Hadirkan Negara hingga Wilayah Terluar

Kehadiran Polri di kawasan yang secara geografis terpencil kini semakin terasa kuat. Polda Riau telah menginisiasi program Ekspedisi Merah Putih Presisi

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Juli 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Polda Riau Luncurkan Ekspedisi Merah Putih untuk Wilayah Terluar

Wahanaberita.com – Kehadiran Polri di kawasan yang secara geografis terpencil kini semakin terasa kuat. Polda Riau telah menginisiasi program Ekspedisi Merah Putih Presisi dengan tujuan utama memperkuat posisi negara di daerah perbatasan serta wilayah yang sulit dijangkau. Inisiatif strategis ini secara khusus menyasar kawasan 3T, yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, untuk memastikan keamanan, layanan publik, dan distribusi bantuan sosial menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok.

Visi dan Misi Ekspedisi

Kombes Akmadi, selaku Kabid Humas Polda Riau, menekankan bahwa inisiatif ini melampaui batas sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. Menurutnya, langkah ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen institusi kepolisian dalam menjangkau wilayah-wilayah yang menghadapi kendala akses dan kondisi geografis yang menantang.

“Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan sekadar kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan. Ini adalah wujud komitmen untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar, kawasan pesisir, dan wilayah perbatasan merasakan kehadiran negara. Kemerdekaan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali,” kata Akmadi dalam jumpa pers di Mapolda Riau, Kamis (30/7/2026).

Lebih lanjut, Kombes Akmadi menjelaskan bahwa program ini juga merepresentasikan penerapan konsep Green Policing yang digagas Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan konvensional, tetapi juga menyinergikan pelestarian alam, penanaman nilai kebangsaan, serta pemberdayaan komunitas lokal dalam satu gerakan terpadu.

“Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan berjalan beriringan dengan menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah makna kehadiran Polri yang ingin kami hadirkan di wilayah terluar Provinsi Riau,” imbuhnya.

Jadwal dan Lokasi Ekspedisi

Secara resmi, peluncuran ekspedisi ini dilakukan pada Kamis, 30 Juli 2026, dan akan berlangsung hingga puncak perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 mendatang. Tim khusus akan beroperasi di sejumlah lokasi strategis, termasuk Panipahan di Kabupaten Rokan Hilir, Pulau Rupat di Bengkalis, Pulau Rangsang di Kepulauan Meranti, serta Pulau Concong di Indragiri Hilir.

Selain memberikan layanan langsung kepada warga, institusi kepolisian juga berkomitmen meningkatkan operasional personel yang bertugas di daerah terpencil. Upaya ini mencakup penyerahan kendaraan roda dua yang diharapkan dapat mempercepat respons kepolisian serta mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Kapolda Riau beserta para pejabat utamanya telah memulai rangkaian kunjungan dengan menjejakkan kaki di Pulau Concong, Kabupaten Indragiri Hilir. Sebagai langkah selanjutnya, Apel Kesiapan Ekspedisi Merah Putih Presisi dijadwalkan akan diselenggarakan di Mapolda Riau pada tanggal 1 Agustus 2026, menandai dimulainya fase resmi ekspedisi.

Karoops Polda Riau, Kombes Ino Haryanto, menyampaikan bahwa puncak acara akan berlangsung pada 17 Agustus. Pada momen tersebut, para pejabat tinggi kepolisian dan Kapolres akan bertindak sebagai inspektur upacara di berbagai wilayah 3T, sebagai simbol bahwa semangat kemerdekaan dirayakan bersama hingga ke pelosok negeri.

“Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 17 Agustus mendatang. Para pejabat utama dan para Kapolres akan menjadi inspektur upacara di berbagai wilayah 3T sebagai simbol bahwa peringatan Hari Kemerdekaan dirayakan bersama masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Karoops Polda Riau Kombes Ino Haryanto menambahkan.

Dengan mengusung tema ‘Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan’, kegiatan ini melibatkan sinergi seluruh satuan kerja, Polres, TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya.

Kombes Ino merinci bahwa ekspedisi ini dirancang sebagai gerakan pelayanan terintegrasi. Rangkaian kegiatannya sangat beragam, mulai dari penanaman mangrove dan pohon sebagai wujud Green Policing, pembagian Bendera Merah Putih untuk membangkitkan nasionalisme, penyerahan 81 unit mesin ketinting kepada para nelayan, hingga pemberian bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, dan dialog interaktif dengan tokoh masyarakat, adat, serta agama.

Leave a Comment