Melindungi Tuah Marwah

Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba – Puluhan Paket Sabu Disita

rebek Wilayah Narkoba, 53 Paket Sabu Disita Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba - Polda Riau kembali melakukan operasi penggerebekan terhadap kampung

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Juli 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Polda Riau Gerebek Wilayah Narkoba, 53 Paket Sabu Disita

Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba – Polda Riau kembali melakukan operasi penggerebekan terhadap kampung narkoba di Kota Pekanbaru, Rabu (13/7/2026). Operasi ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus Polda Riau untuk membasmi peredaran narkoba di sekitar wilayah yang dianggap rawan. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 53 paket sabu dengan berat total 10,4 gram, uang tunai Rp100 ribu, dan dua unit ponsel. Penyitaan ini menunjukkan intensitas dan komitmen Polda Riau dalam menangani masalah narkoba di wilayahnya.

Operasi Dibuka Berdasarkan Laporan Masyarakat

“Polda Riau kembali gerebek kampung narkoba karena adanya laporan masyarakat yang menunjukkan aktivitas narkoba cukup signifikan di wilayah tersebut,” ungkap Kombes Putu Yudha Prawira, selaku kepala Satuan Tugas Antinarkoba Polda Riau, dalam konferensi persnya. Operasi kali ini berlangsung setelah petugas menerima informasi tentang transaksi narkoba yang rutin terjadi di Kampung Panger. Laporan tersebut menjadi dasar untuk penyelidikan dan penyitaan.

Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penindasan narkoba. Operasi ini tidak hanya menargetkan tempat-tempat penjualan, tetapi juga mencakup penyelidikan ke lokasi penggunaan dan penyimpanan narkoba. Petugas mengungkap bahwa sebelum menangkap pelaku, mereka telah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa hari untuk memastikan target yang tepat.

Deteksi Jaringan Peredaran Narkoba di Kampung Panger

Dalam operasi tersebut, tim penyidik Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau menggunakan metode pembelian berpura-pura untuk mengamati aktivitas jaringan narkoba. Setelah transaksi terjadi, pelaku berinisial BS langsung ditangkap di lokasi kejadian. Dari pemeriksaan awal, BS mengakui bahwa sabu yang disita adalah miliknya.

Pengakuan BS menunjukkan bahwa ia terlibat dalam peredaran sabu sejak beberapa bulan terakhir. Sabu yang ditemukan dalam saku celananya merupakan bagian dari persediaan yang disimpan di rumahnya. Selama penggeledahan, petugas menemukan 27 sachet sabu kecil yang disembunyikan di atas tiang rumah, menunjukkan cara cerdik pelaku untuk menghindari penangkapan.

Kampung Panger, yang sebelumnya dikenal sebagai kampung narkoba, menjadi pusat peredaran sabu di sekitar Kota Pekanbaru. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun lalu, Riau memiliki tingkat konsumsi narkoba yang cukup tinggi, terutama di daerah perkotaan. Operasi ini diharapkan menjadi contoh efektivitas kerja sama antara polisi dan masyarakat dalam menekan penyalahgunaan narkoba.

Masih Ada Pelaku Lain dalam Jaringan

Setelah BS ditahan, tim penyidik mengungkap bahwa jaringan peredaran narkoba di kampung narkoba tersebut masih aktif. Saat ini, sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat. Petugas juga menemukan bukti transaksi narkoba yang mencakup anggota komunitas setempat.

Pelaku sabu di kampung narkoba ini diduga memanfaatkan jaringan lokal untuk menyebarkan barang ilegal. Berdasarkan pengakuan BS, ia menerima sabu dari seorang pria berinisial U yang masih dalam penelusuran. Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba menjadi bukti bahwa penindasan tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui investigasi mendalam untuk melacak sumber.

Operasi tersebut juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Laporan dari warga menjadi trigger utama bagi Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba. Selain itu, petugas melakukan tes urine terhadap BS dan menemukan adanya metamfetamine dalam urine pelaku, yang mengonfirmasi bahwa ia memang pengguna narkoba.

Langkah Polda Riau untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat

Menurut Kombes Putu Yudha Prawira, operasi penggerebekan di kampung narkoba ini juga bertujuan untuk memperkuat kepercayaan warga terhadap upaya penegakan hukum. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman karena Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba secara teratur,” tambahnya. Dengan terus-menerus menindak pelaku di wilayah rawan, polisi berharap bisa mengurangi minat masyarakat terhadap narkoba.

Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba juga menunjukkan koordinasi antara berbagai unit penyidik. Operasi ini tidak hanya melibatkan tim antinarkoba, tetapi juga unit lain seperti penyidik ekonomi kriminal untuk memastikan semua aspek transaksi narkoba terpantau. Langkah-langkah ini diharapkan bisa menggagalkan lebih banyak transaksi dan memutus mata rantai peredaran narkoba di Riau.

Dengan berhasil menyita 53 paket sabu, Polda Riau Kembali Gerebek Kampung Narkoba menjadi salah satu dari serangkaian operasi yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Tindakan ini diharapkan memberikan efek jera kepada para pelaku dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberantas narkoba. Polda Riau akan terus mengintensifkan upaya penegakan hukum di kampung-kampung narkoba lainnya di provinsi ini.

Leave a Comment