Melindungi Tuah Marwah

Operasi Besar-besaran di Sungai Kuantan – Polisi-TNI Musnahkan 145 Rakit PETI

Operasi Besar di Sungai Kuantan: Polisi dan TNI Musnahkan 145 Rakit PETI Operasi Besar besaran di Sungai Kuantan - Operasi besar-besaran di Sungai Kuantan

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Operasi Besar di Sungai Kuantan: Polisi dan TNI Musnahkan 145 Rakit PETI

Operasi Besar besaran di Sungai Kuantan – Operasi besar-besaran di Sungai Kuantan menjadi sorotan publik setelah 145 rakit PETI (Peralatan Penggali Tambang Terbuka Ilegal) berhasil dihancurkan dalam satu hari. Kegiatan penertiban ini dilakukan di Kecamatan Cerenti dan Kecamatan Imunan, Kabupaten Kuantan, dengan melibatkan 260 personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar, serta elemen pemerintah daerah. Operasi besar-besaran di Sungai Kuantan bertujuan untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan menegakkan hukum secara tegas.

Penyisiran Berkelanjutan di Wilayah Terpilih

Operasi besar-besaran di Sungai Kuantan berlangsung secara intensif, dengan petugas menggunakan empat unit perahu motor untuk menyisir wilayah yang rawan aktivitas ilegal. Wilayah penyisiran mencakup Desa Pulau Busuk, Desa Pulau Panjang, Desa Ketaping Jaya di Kecamatan Inuman, serta Desa Tanjung Medan, Desa Sikakak, dan Desa Pulau Bayur di Kecamatan Cerenti. Proses penyisiran dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada rakit PETI yang terlewat dan meningkatkan efisiensi operasi.

Kegiatan Penertiban Berhasil Menyisir Area Luas

Dalam operasi besar-besaran di Sungai Kuantan, petugas berhasil menemukan dan menghancurkan ratusan rakit PETI. Hasil operasi menunjukkan bahwa 102 unit rakit PETI dihancurkan di Kecamatan Cerenti, sementara 43 unit ditemukan dan dihancurkan di Kecamatan Inuman. Total penghancuran mencapai 145 rakit, yang merupakan langkah signifikan dalam mengurangi dampak negatif dari penambangan terbuka ilegal.

Operasi besar-besaran di Sungai Kuantan dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan danekosistem lokal. “Kami berupaya menghentikan aktivitas penambangan ilegal agar tidak merusak sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana.

Proses Penertiban Berjalan Lancar

Durasi operasi besar-besaran di Sungai Kuantan mencapai beberapa jam, dengan petugas memastikan setiap langkah diambil secara terencana. Pendekatan humanis diterapkan dalam menangani pelaku, sehingga tidak ada konflik yang terjadi saat tindakan penghancuran dilakukan. Selama penyisiran, petugas juga melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keamanan dan keterlibatan masyarakat setempat.

Persiapan dan Upaya Preventif Sebelumnya

Sebelum operasi besar-besaran di Sungai Kuantan, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan. Termasuk sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan tentang bahaya penambangan ilegal. Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menegaskan bahwa penghancuran 145 rakit PETI menjadi efek jera untuk mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Operasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan tugas secara efektif.

Komitmen Melindungi Ekosistem Sungai

AKBP Hidayat Perdana mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan alat penggali tambang terbuka ilegal. Ia menjelaskan bahwa operasi besar-besaran di Sungai Kuantan adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk melindungi sumber daya alam dan menegakkan hukum. Menurutnya, penghancuran rakit PETI tidak hanya mengurangi aktivitas ilegal, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati di sekitar sungai. “Kita harus bersama-sama menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama di wilayah sungai yang menjadi sumber air penting,” tambahnya.

Leave a Comment