Berita

Key Discussion: Waka Komisi VIII DPR Kutuk Keras Kasus Kakek Cabuli 32 Murid SD: Keji!

Key Discussion: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tegaskan Kecermatan dalam Penanganan Kasus Kakek Cabuli 32 Murid SD Key Discussion - Wakil Ketua Komisi VIII

Desk Berita
Published Juli 20, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tegaskan Kecermatan dalam Penanganan Kasus Kakek Cabuli 32 Murid SD

Key Discussion – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, mengatakan kasus pencabulan yang melibatkan seorang kakek berusia 60 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan utama. Pria tersebut diduga melakukan tindakan keji terhadap 32 siswa Sekolah Dasar (SD) yang menyedot perhatian publik. Singgih menilai peristiwa ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan dan perlindungan anak.

“Kasus ini adalah contoh nyata kekejaman yang terjadi di lingkungan pendidikan. Saya menegaskan perlunya Key Discussion dalam menelusuri akar masalah dan memastikan keadilan tercapai bagi semua korban,” ujar Singgih dalam jumpa persnya, Senin (20/7/2026).

Kasus pencabulan yang menimpa puluhan anak ini dianggap sangat serius karena melibatkan kekuasaan pemerintah daerah. Singgih meminta pihak berwenang memperkuat pengawasan terhadap lembaga pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Ia menekankan bahwa Key Discussion seharusnya menjadi alat untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelidikan.

“Kita perlu Key Discussion untuk memastikan setiap langkah hukum diambil dengan cepat dan tegas. Pelaku harus dibawa ke meja hijau agar masyarakat melihat bahwa keadilan selalu ditegakkan,” tambahnya.

Proses Penyelidikan dan Respons Pemangku Kepentingan

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan dugaan pencabulan kepada pihak berwenang pada bulan Juni 2026. Awalnya, hanya tiga siswa yang diduga menjadi korban, namun jumlah korban meningkat pesat setelah proses pendataan berjalan. Dalam Key Discussion yang dilakukan oleh Komisi VIII, muncul kekhawatiran bahwa sistem pengawasan di sekolah masih rentan.

“Dari Key Discussion dengan pendamping korban, terlihat adanya kelemahan dalam pemeriksaan awal. Seharusnya, setiap pelaporan diperlakukan secara serius sejak awal,” kata Fony Ataul, pendamping korban dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemkot Makassar, Minggu (19/7).

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ariyanto, mengatakan bahwa laporan polisi telah masuk tiga kali dan pelaku ditahan sejak Jumat (17/7). Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk memproses kasus ini secara profesional, dengan Key Discussion sebagai bagian dari upaya untuk memperjelas fakta-fakta penting.

Respons Masyarakat dan Dampak pada Anak-Anak

Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat Makassar, yang merasa kecewa terhadap lingkungan pendidikan. Singgih Januratmoko menyoroti pentingnya Key Discussion untuk mempercepat penyelesaian kasus dan memperkuat mekanisme perlindungan anak di masa depan. Ia menyebut bahwa tindakan keji pelaku mengguncang kepercayaan orang tua terhadap sekolah.

“Key Discussion dalam kasus ini juga menjadi panggung untuk mengevaluasi kebijakan perlindungan anak di tingkat lokal. Selama ini, kita menganggap anak-anak aman di sekolah, tetapi kenyataannya ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” tutur Singgih.

Menurut para ahli psikologi anak, dampak dari kekerasan seksual pada usia dini bisa berlangsung jangka panjang. Singgih menekankan bahwa pemulihan korban harus menjadi prioritas, dengan Key Discussion dijadikan alat untuk mengukur keberhasilan program rehabilitasi yang diterapkan. Ia juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap para guru dan petugas sekolah.

“Key Discussion ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan. Kita harus bergerak bersama untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.

Leave a Comment