Wahanaberita.com – “`html
Bentrokan 2 Kampung di NTT gegara Rebutan Lahan: Mobil hingga Motor Dibakar, Warga Terpaksa Mengungsi Sementara
Konflik berkepanjangan antara dua komunitas di wilayah Nusa Tenggara Timur akhirnya meledak menjadi bentrokan fisik yang memakan korban harta benda. Bentrokan 2 Kampung di NTT gegara perebutan lahan yang telah berlangsung lama ini menyebabkan beberapa kendaraan bermotor dan mobil terbakar habis, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Insiden ini terjadi di wilayah Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, yang menjadi pusat perhatian setelah terjadi kerusuhan pada Rabu pagi.
Awal Mula Konflik yang Berujung Bentrokan
Perselisihan antara Kampung Rareng dan Kampung Mbehal sebenarnya telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir. Kedua kampung tersebut memiliki klaim atas lahan yang sama, namun perbedaan interpretasi mengenai batas wilayah menyebabkan ketegangan yang semakin memanas. Menurut saksi mata, konflik ini bermula dari sengketa kepemilikan tanah yang melibatkan beberapa keluarga dari kedua kampung.
Ketegangan mulai memuncak sejak pukul 06.30 WITA ketika kelompok dari kedua kampung berkumpul di area yang sedang diperebutkan. Awalnya, perdebatan verbal terjadi antara perwakilan masing-masing kampung, namun situasi berubah menjadi lebih serius ketika beberapa pihak mulai saling melempar kata-kata kasar. Perdebatan verbal kemudian berubah menjadi kontak fisik, yang memicu aksi pembakaran dan perusakan properti di sekitar lokasi kejadian.
Prosesi Pembakaran dan Kerusakan
Dalam bentrokan yang terjadi, setidaknya tiga unit kendaraan bermotor dan dua mobil pribadi hangus terbakar. Warga setempat melaporkan bahwa api mulai menyala setelah beberapa orang melemparkan benda-benda yang mudah terbakar ke arah kendaraan yang diparkir di dekat area konflik. Selain kendaraan, beberapa pondok sederhana dan bangunan milik warga juga ikut hangus terbakar akibat bentrokan tersebut.
“Begitu menerima panggilan darurat dari masyarakat, kami langsung mengerahkan personel gabungan ke Lengkong Warang untuk melakukan penyekatan dan pemisahan massa,” kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang.
Ketegangan di lapangan semakin meningkat ketika warga dari kedua kampung mulai saling serang menggunakan berbagai alat yang tersedia. Beberapa orang terlihat membawa bambu dan tongkat sebagai alat pertahanan diri, sementara yang lain menggunakan batu dan kayu untuk menyerang lawan. Aksi pembakaran kendaraan terjadi secara spontan ketika api mulai menyebar ke area parkir yang berada di dekat lokasi bentrokan.
Tanggapan dan Penanganan Kepolisian
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan bahwa personel gabungan segera dikerahkan begitu menerima laporan darurat dari masyarakat setempat. Tim tersebut bertugas melakukan penyekatan dan pemisahan massa agar konflik tidak semakin meluas. Hingga saat ini, satu peleton gabungan dari Polres Manggarai Barat dan polsek setempat telah ditempatkan di berbagai titik rawan di Lengkong Warang.
“Saat ini situasi di lokasi bentrokan berangsur dapat kita kendalikan, meski personil tetap disiagakan dalam status siaga ketat,” imbuh dia.
Penempatan personel ini bertujuan menjaga keamanan warga dan memastikan situasi tetap kondusif. Sementara itu, tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi, melakukan olah TKP awal, mengamankan barang bukti, serta menginventarisasi kerugian material maupun korban dalam insiden tersebut.
Kapolres Christian Kadang juga menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk aksi vigilante atau main hakim sendiri. Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan barang, maupun mengompori massa hingga terjadi kekerasan, akan diproses hukum secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Polres Manggarai Barat tidak akan mentolerir segala bentuk aksi vigilante atau main hakim sendiri. Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, pengrusakan barang, maupun mengompori massa hingga terjadi kekerasan, akan kami proses hukum secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Christian.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi antara kedua kampung masih terus berlangsung. Pihak kepolisian berharap agar konflik ini dapat diselesaikan secara damai melalui jalur hukum yang berlaku. Bentrokan 2 Kampung di NTT gegara rebutan lahan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa sengketa tanah harus ditangani dengan bijak agar tidak berujung pada kekerasan yang merugikan semua pihak.
“`

