Berita

Key Issue: Sambut Waisak, Rano: Jakarta Terus Belajar Rayakan Perbedaan Sebagai Anugerah

agai Anugerah Key Issue dalam menghadapi perayaan Waisak tahun ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menggarisbawahi pentingnya kota besar menegaskan

Desk Berita
Published Mei 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Jakarta Terus Belajar Rayakan Perbedaan Sebagai Anugerah

Key Issue dalam menghadapi perayaan Waisak tahun ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menggarisbawahi pentingnya kota besar menegaskan keberagaman sebagai nilai yang patut dihargai. Ia menyatakan bahwa kebesaran Jakarta tidak hanya terukur dari keberadaan bangunan megah, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menerima perbedaan dengan kejujuran, persaudaraan, dan penghormatan. Dalam sebuah pidato di Bundaran HI, Rano mengingatkan bahwa keberagaman tidak harus menjadi sumber perpecahan, melainkan anugerah yang bisa menjadi fondasi harmoni dalam masyarakat.

Perayaan Waisak di Bundaran HI sebagai Simbol Keberagaman

Perayaan Waisak tahun ini, yang bertajuk *Illumination of Jakarta: Glow of Peace*, diadakan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/5/2026). Acara ini menampilkan pameran cahaya dan pertunjukan budaya yang bertujuan memperkuat kesadaran akan toleransi dan kebersamaan di tengah kehidupan kota metropolitan. Rano menegaskan bahwa Bundaran HI kini menjadi ruang pertemuan antarumat beragama, menjadikannya sebagai simbol keberagaman yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna dalam hubungan sosial.

“Key Issue adalah bagaimana Jakarta terus belajar merayakan perbedaan sebagai anugerah, bukan tantangan,”

kata Rano dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa keberagaman harus dihargai, karena masyarakat yang heterogen adalah kekuatan utama dalam membangun kota yang inklusif. Pemprov DKI Jakarta, menurutnya, terus berupaya menjadikan ruang publik sebagai wadah ekspresi kebhinekaan, termasuk melalui kegiatan seperti Waisak yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci 2570 Buddhist Era.

Dalam rangkaian acara ini, Rano menyebutkan bahwa Jakarta tidak hanya terang karena lampu, tetapi juga terang karena doa-doa dari seluruh warga yang beragama. Ia mencontohkan beberapa perayaan sebelumnya, seperti Natal, Tahun Baru Imlek, dan Jakarta Bedug Festival, yang telah membuktikan bahwa kota ini mampu menyatukan masyarakat lintas budaya. Waisak tahun ini, dengan tema *Glow of Peace*, diharapkan bisa mengukuhkan pesan perdamaian dan kerja sama sebagai Key Issue penting dalam kota yang dinamis.

Key Issue dalam perayaan Waisak juga mencakup peran masyarakat dalam membangun kebersamaan. Rano menjelaskan bahwa Waisak bukan sekadar festival keagamaan, melainkan kesempatan untuk memperkuat rasa hormat antarumat beragama. Dalam upacara tersebut, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting, dengan kegiatan seperti peragaan karya seni dan refleksi budaya yang dihadiri oleh berbagai kelompok. Ia menyoroti bahwa keberagaman Jakarta bukan sekadar fenomena, tetapi komitmen yang terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Lain dalam Rangkaian Waisak

Sejumlah kegiatan pendukung diadakan selama perayaan Waisak, seperti pawai ogoh-ogoh, pertunjukan tradisi, dan seminar tentang keberagaman. Rano menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta merancang acara ini sebagai rangkaian kegiatan yang memperkuat Key Issue tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan kota. Selain itu, ada juga instalasi seni yang menampilkan cahaya dan simbol-simbol keagamaan, menciptakan pengalaman visual yang menegaskan pesan perdamaian.

Dalam kesempatan ini, Rano juga menyoroti peran pemimpin daerah dalam mendorong harmoni. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota terus belajar dari berbagai perayaan budaya untuk menciptakan lingkungan yang adil dan menyenangkan bagi semua warga. Key Issue dalam perspektif ini adalah bagaimana pengelolaan ruang publik bisa menjadi media untuk menjaga keharmonisan, serta bagaimana perayaan Waisak di Bundaran HI menjadi contoh nyata dari komitmen tersebut.

Rano menutup sambutannya dengan harapan bahwa Key Issue perayaan Waisak tahun ini bisa memberi dampak jangka panjang. “Saya berharap perayaan ini tidak hanya menjadi momen tahunan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi keberagaman sebagai anugerah,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat Jakarta yang aktif memeriahkan acara. Perayaan ini, menurutnya, akan menjadi bahan referensi bagi kota-kota lain dalam menghadapi tantangan perbedaan.

Leave a Comment