Important Visit: Pria Malaka Hilang Sejak April, Tengkorak Ditemukan di Hutan
Important Visit menjadi perhatian utama masyarakat setelah seorang pria asal Malaka ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di hutan. Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, memberikan keterangan terkait kasus hilangnya Antonius, yang dinyatakan hilang sejak 28 April 2026. Laporan ini diterima oleh detikBali, Jumat (15 Mei 2026), menjelaskan bahwa pria tersebut tidak kembali ke rumah setelah terjadi pertengkaran dengan istrinya, Leonarda Belak.
Latar Belakang Pencarian Antonius
Antonius, yang berusia 35 tahun, adalah seorang warga Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Ia dikenal sebagai seorang lelaki yang pernah diberi kunjungan penting oleh polisi setelah melaporkan kejadian pertengkaran dengan istri. Pertengkaran tersebut dipicu oleh tindakan Antonius memotong karung jagung di rumahnya. Menurut Leonarda, kejadian itu terjadi pada Selasa (28 April) malam, setelah Antonius meninggalkan rumah tanpa memberi penjelasan. Ia hanya menyisakan keraguan dan kekhawatiran keluarga terhadap nasibnya.
Proses Pencarian dan Temuan
Pencarian Antonius dimulai setelah warga berinisial BB mengunjungi rumahnya pada Senin (11 Mei) untuk memastikan keberadaannya. Saat itu, hanya Leonarda yang tinggal di rumah. Kapolres Malaka menyatakan bahwa polisi melakukan investigasi intensif selama berhari-hari, termasuk mengadakan kunjungan penting ke lokasi dan mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Pada Selasa (12 Mei) sekitar pukul 13.30 Wita, tim pencarian akhirnya menemukan bagian tubuh korban—hanya tengkorak yang tersisa di kawasan kali mati Kalalaran.
“Kunjungan penting oleh polisi mempercepat proses pencarian. Ceritanya, korban hilang pada 28 April 2026, dan hingga kini hanya tengkorak yang berhasil ditemukan,” ujar Riki. Menurut dia, petugas telah menyisihkan waktu berjam-jam untuk menelusuri jejak korban, termasuk memeriksa area sekitar rumahnya dan meminta bantuan warga setempat.
Kemunculan tengkorak tersebut memicu penelusuran lebih lanjut oleh petugas. Sementara itu, keluarga Antonius tetap menunggu kejelasan mengenai kondisi korban. Mereka juga meminta bantuan dari warga untuk membantu menemukan barang-barang yang mungkin masih bisa dilacak. Sejumlah petugas kepolisian mengatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dan akan dilakukan kunjungan penting lebih lanjut guna memperoleh data tambahan.
Sejumlah warga Desa Meotroi mengungkapkan kekecewaan atas temuan tersebut. Mereka menyatakan bahwa Antonius sering bermain di hutan, tetapi tidak pernah hilang sebelumnya. Dalam kunjungan penting oleh polisi, warga juga menyampaikan informasi mengenai kondisi alam di wilayah tersebut, yang dikabarkan rawan terjadi kecelakaan akibat hutan yang dalam dan jalan yang berliku. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap area tempat ditemukan tengkorak untuk menemukan petunjuk penting.
Sejak kehilangan Antonius, warga sekitar mengalami ketegangan. Beberapa mengatakan bahwa korban mungkin terjebak di hutan dan mengalami kecelakaan. Meski demikian, keberadaannya tetap menjadi sorotan, terutama setelah kunjungan penting dari petugas polisi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, polisi memeriksa saksi dan mengumpulkan alat-alat pencarian. Temuan tengkorak dianggap sebagai bukti penting dalam upaya menemukan kebenaran terkait nasib Antonius.