Bupati Langkat Hadir di KPK Pasca Terjebak OTT Suap Proyek
Bupati Langkat Tiba di KPK Usai – Bupati Langkat, Syah Afandin (a.k.a. Ondim), resmi tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) suap proyek. Kehadirannya di gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026), menandai langkah awal dalam proses pemeriksaan terhadap dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang menyeret beberapa pihak terkait. Dalam pemeriksaan ini, Bupati Langkat Tiba di KPK Usai dugaan keterlibatan dalam suap proyek pendidikan dan perumahan yang sedang ditelusuri oleh lembaga antikorupsi tersebut.
KPK mengungkapkan bahwa Syah Afandin sampai di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, seperti diungkapkan oleh juru bicara instansi tersebut, Budi Prasetyo. “Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam operasi ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Budi Prasetyo dalam pernyataannya. Keberadaan Bupati Langkat Tiba di KPK Usai juga menjadi perhatian publik, terutama karena terkait dengan proyek-proyek besar yang dilaksanakan pemerintah daerah selama masa jabatannya.
Menurut informasi dari KPK, Syah Afandin akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di gedung tersebut. Ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh lembaga antikorupsi terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah besar anggota pemerintah dan pihak swasta.
Sebelumnya, operasi OTT yang menimpa Syah Afandin diawali dengan penggeledahan di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi suap. Kasus ini mengemuka setelah KPK memperoleh bukti-bukti kuat tentang aliran dana yang tidak transparan dari proyek pendidikan dan perumahan. Bupati Langkat Tiba di KPK Usai dugaan keterlibatan dalam kasus ini menimbulkan spekulasi bahwa ia berperan dalam pengalihan dana proyek ke pihak tertentu.
Detail OTT dan Penyelidikan Kasus
Operasi OTT yang menimpa Syah Afandin berlangsung pada Jumat (3/7/2026) pagi. Dalam operasi tersebut, selain Bupati Langkat Tiba di KPK Usai, juga ada enam orang lainnya yang diamankan. Keempat wilayah yang terlibat dalam penangkapan adalah Langkat, Binjai, dan Medan, serta satu kota lainnya yang belum diungkapkan secara lengkap. KPK menyatakan bahwa penyelidikan ini masih terus berlangsung, dan mereka akan menunggu 24 jam untuk menentukan status terperiksa dari tujuh individu yang terjebak dalam OTT tersebut.
Kasus suap proyek pendidikan dan perumahan yang menimpa Syah Afandin dikabarkan berkaitan dengan beberapa kontrak besar yang diberikan kepada perusahaan swasta. Dalam OTT ini, penyidik KPK menyita berbagai dokumen dan uang yang diperkirakan terkait dengan praktik korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Bupati Langkat Tiba di KPK Usai bukti-bukti tersebut akan menjadi dasar untuk memperkuat tuntutan hukum terhadapnya.
Respons dari Pemerintah Daerah
Setelah Bupati Langkat Tiba di KPK Usai, pihak pemerintah daerah Langkat mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan dukungan terhadap penyelidikan yang sedang berlangsung. “Kami berharap proses penyidikan ini dapat memberikan kejelasan dan memperkuat komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi,” ujar salah satu pejabat setempat dalam pernyataannya. Pernyataan ini juga sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah tetap menjaga koordinasi dengan KPK selama proses investigasi.
Di sisi lain, masyarakat Langkat mengecam tindakan korupsi yang dilakukan oleh Syah Afandin. Banyak warga mengungkapkan bahwa proyek-proyek pendidikan dan perumahan seharusnya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, tetapi terbukti tidak transparan. Bupati Langkat Tiba di KPK Usai menambahkan bahwa pihak-pihak yang terlibat akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku. Penyelidikan ini juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pejabat daerah lainnya untuk lebih berhati-hati dalam mengelola dana publik.
