Berita

Key Strategy: Pegadaian-Unand Perkuat Mitigasi Gempa & Tsunami di Padang Lewat Riset

Pegadaian dan Unand Perkuat Mitigasi Bencana di Padang Melalui Riset Key Strategy - Dalam upaya mewujudkan Key Strategy yang lebih efektif, PT Pegadaian

Desk Berita
Published Juli 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Pegadaian dan Unand Perkuat Mitigasi Bencana di Padang Melalui Riset

Key Strategy – Dalam upaya mewujudkan Key Strategy yang lebih efektif, PT Pegadaian (Persero) bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) mengumumkan hasil riset menyeluruh terkait peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. Hasil riset ini bertujuan untuk membangun kekuatan internal masyarakat sebagai bentuk mitigasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu melindungi warga pesisir, terutama di daerah rawan bencana, dengan memperkuat sistem peringatan dini dan respons darurat melalui pendekatan komunitas.

Program ESG Sebagai Dasar Key Strategy Mitigasi

Kemitraan antara Pegadaian dan Unand menjadi bagian dari Key Strategy perusahaan dalam mendorong keberlanjutan ESG, terutama di bidang sosial dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan inklusi finansial tidak terlepas dari upaya memperkuat kapasitas keamanan dan investasi sosial jangka panjang di wilayah rawan bencana. Melalui Key Strategy ini, Pegadaian berkomitmen untuk menyediakan solusi praktis yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat sebagai penghalang utama ancaman alam.

Penelitian kolaboratif ini melibatkan pemetaan risiko, pengembangan sistem peringatan dini, serta pembuatan skenario evakuasi yang realistis. Teknologi yang digunakan termasuk perangkat pendukung lokal yang dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat. Dengan Key Strategy ini, Pegadaian dan Unand mengharapkan peningkatan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Hasil Riset Diserahkan kepada Wali Kota Padang

Penyerahan hasil riset dilakukan di Kampus Unand, yang dihadiri oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran. Acara ini menandai langkah nyata dalam menggandeng pemangku kepentingan untuk menyebarkan wawasan bencana kepada masyarakat lokal. Key Strategy yang diterapkan dalam riset ini menggabungkan ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat, sehingga memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam membangun ketahanan bencana. “Hasil riset ini menjadi landasan untuk kebijakan lokal yang berbasis Key Strategy. Masyarakat yang lebih siap akan meminimalkan kerugian saat bencana terjadi,” ujarnya. Kemitraan antara akademisi dan sektor swasta seperti Pegadaian, menurutnya, menjadi model yang bisa diadopsi di wilayah lain.

Model Mitigasi Berbasis Komunitas

Riset ini menghasilkan cetak biru mitigasi yang berbasis komunitas, dengan lima elemen utama: sistem deteksi dini tsunami mandiri, jalur evakuasi yang dikelola oleh warga, masjid sebagai pusat informasi dan darurat, pembuatan SOP evakuasi, serta simulasi bencana berulang. Key Strategy dalam model ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan membangun kesadaran partisipatif.

Salah satu inovasi dalam Key Strategy ini adalah memanfaatkan masjid sebagai titik koordinasi. Masjid, yang selama ini hanya dianggap sebagai tempat ibadah, kini menjadi pusat kesiapsiagaan. Konsep ini selaras dengan filosofi lokal masyarakat Sumatera Barat, yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.” Dengan Key Strategy yang menyelaraskan antara nilai budaya dan kebutuhan modern, harapan besar untuk membangun ketahanan nasional terhadap bencana menjadi lebih nyata.

Filosofi Lokal dan Simbol Ketahanan

Pendekatan sosiologis dalam Key Strategy ini dipilih karena relevansinya dengan nilai-nilai masyarakat Sumatera Barat. Filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” menjadi dasar untuk mengintegrasikan kekuatan lokal dengan solusi teknis. Masjid, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi simbol ketahanan yang menguatkan struktur sosial dan budaya wilayah.

Key Strategy ini memanfaatkan kekuatan simbol-simbol lokal untuk membangun kepercayaan masyarakat. Masjid sebagai pusat informasi dan darurat menjadi contoh nyata bagaimana budaya dan keagamaan bisa digunakan sebagai alat mitigasi,” kata Prof. Dr. Kurnia Warman, Wakil Rektor III Unand. Dengan pendekatan ini, riset tidak hanya menjadi dokumen akademis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Sinergi Riset dan

Leave a Comment