5 Berita Terpopuler Internasional
Main Agenda – Di tengah kekacauan global, Main Agenda mengangkat lima isu terhangat yang terjadi di berbagai belahan dunia. Berita-berita ini tidak hanya mencerminkan dinamika politik dan militer, tetapi juga menggambarkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan ekonomi. Dari konflik Timur Tengah hingga isu hewan kurban, setiap peristiwa ini menjadi sorotan karena relevansinya dalam konteks geopolitik dan perubahan kebijakan internasional.
Serangan Iran Balas Serangan AS
Menjelang pertengahan Mei 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan bahwa mereka telah menyerang pangkalan udara milik Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Serangan ini dianggap sebagai respons terhadap serangan AS yang sebelumnya menghancurkan beberapa lokasi strategis di wilayah tersebut. Penyerangan terjadi pada pukul 04:50 pagi waktu setempat, dengan IRIB melaporkan bahwa pangkalan menjadi sasaran setelah agresi militer AS di Bandar Abbas.
“Setelah agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang lokasi di sekitar Bandara Bandar Abbas dengan proyektil udara, pangkalan Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut menjadi sasaran pada pukul 04:50 pagi (0120 GMT),” kata IRGC, seperti dilaporkan AFP, Kamis (28/5/2026).
Konflik antara Iran dan AS belakangan ini memuncak setelah penyerangan yang terjadi di wilayah selatan Iran. Pihak Iran menegaskan bahwa tindakan mereka dilakukan sebagai bentuk pertahanan terhadap agresi AS, yang dinilai mengancam keamanan regional. Serangan ini juga memicu kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang dan perang informasi antara kedua negara.
Trump Ancam Oman Jika Bekerja Sama dengan Iran
Dalam pernyataan terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara tersebut terlibat dalam kegiatan bersama Iran. Ia menyebut Oman sebagai “negara yang bisa dihancurkan” jika dianggap bermusuhan dengan kepentingan AS. Ancaman ini terjadi di tengah upaya Iran dan Oman untuk meningkatkan kehadiran politik mereka di Selat Hormuz.
“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman mengendalikan selat tersebut?” tanya reporter dalam sesi kabinet Rabu (27/5), seperti dilaporkan Aljazeera, Kamis (28/5/2026).
Trump mengungkapkan ancaman ini sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat dominasi AS di Laut Merah. Oman, yang memiliki hubungan diplomatik dekat dengan Iran, dianggap sebagai pihak yang mungkin menjadi penengah dalam konflik tersebut. Namun, ancaman Trump memperlihatkan kekuatan diplomatik dan militer AS dalam mencapai tujuan geopolitiknya.
Kerbau ‘Donald Trump’ Dapat Kecaman dari Pembunuhannya
Di Bangladesh, sebuah kerbau albino dengan berat sekitar 700 kilogram yang dikenal sebagai “Donald Trump” karena warna rambut pirangnya yang membulat, mengalami kekacauan sebelum Idul Adha. Hewan tersebut awalnya dijadwalkan untuk dibunuh, tetapi akhirnya berhasil meloloskan diri dari penyembelihan. Pengalaman ini menjadi viral di media sosial, dengan banyak warga mengapresiasi keberadaannya sebagai simbol keberanian.
“Kerbau yang dijuluki ‘Donald Trump’ terhindar dari penyembelihan setelah menjadi trending di media sosial,” tulis France24, Kamis (28/5/2026).
Bangladesh, dengan populasi Muslim mencapai 170 juta orang, memiliki tradisi unik dalam perayaan Idul Adha. Kejadian ini menggambarkan bagaimana media sosial dapat memengaruhi keputusan masyarakat, terutama dalam konteks agama dan budaya. Selain itu, kerbau ini juga menjadi cerminan tentang peran hewan dalam isu politik global.
China Usir Kapal Perang Belanda di Selat China Selatan
Di Laut China Selatan, Angkatan Laut Tiongkok mengklaim telah mengusir kapal fregat Belanda, De Ruyter, yang dituduh melanggar wilayah udara di Kepulauan Paracel. Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah pengadilan internasional mengeluarkan putusan yang mendukung klaim Tiongkok atas wilayah tersebut. Tindakan Tiongkok ini menunjukkan komitmen mereka untuk mengamankan kekuasaan di daerah yang juga diklaim oleh negara-negara tetangga.
“De Ruyter berulang kali meluncurkan helikopter untuk melanggar zona udara Tiongkok,” pernyataan militer Tiongkok, seperti dilaporkan AFP, Kamis (28/5/2026).
Klaim Tiongkok atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan telah memicu persaingan diplomatik dan militer dengan negara-negara seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Sementara itu, peristiwa ini menjadi bagian dari Main Agenda dalam memperkuat dominasi Tiongkok di kawasan Asia Tenggara. Tindakan yang diambil menggarisbawahi ketegangan geopolitik yang terus meningkat di daerah tersebut.
Iran Yakin Perang dengan AS Tidak Akan Terulang
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa konflik dengan AS, yang terjadi di akhir Februari 2026, tidak akan terulang dalam skala besar. Meski demikian, mereka tetap mempertahankan kemampuan militer untuk mengambil langkah pembalasan jika diperlukan. Main Agenda dalam konflik ini juga mencakup upaya Iran untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan perundingan dengan negara-negara Barat.
“Kami percaya perang terhadap AS tidak akan terulang, tapi kami siap menjawab serangan terberat sejak gencatan senjata diberlakukan,” ujar IRGC, seperti dilaporkan AFP, Kamis (28/5/2026).
Konflik Timur Tengah ini tidak hanya mengubah hubungan antar negara, tetapi juga memengaruhi pasar energi global. Pemimpin Iran menegaskan bahwa strategi mereka saat ini berfokus pada stabilitas regional, sementara AS tetap berupaya untuk memperkuat dominasi militer dan politik di kawasan tersebut. Peristiwa ini menjadi bagian dari Main Agenda dalam geopolitik dan perang dagang antara dua kekuatan utama.
Dengan berbagai peristiwa yang diangkat, Main Agenda kali ini membawa isu internasional yang mencakup ranah politik, militer, dan budaya. Serangan Iran, ancaman Trump, kejadian kerbau, serta tindakan Tiongkok di Laut China Selatan menunjukkan bahwa dunia masih dalam gelombang perubahan yang cepat. Dari situasi ketegangan hingga kisah unik seperti kerbau ‘Donald Trump’, lima berita ini menjadi refleksi nyata dari dinamika global yang tak terduga.
