Berita

Special Plan: Menkop Silaturahmi ke Rumah Bung Hatta, Lanjutkan Perjuangan Koperasi

Special Plan: Menkop Kunjungi Rumah Bung Hatta untuk Lanjutkan Perjuangan Koperasi Special Plan - Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas)

Desk Berita
Published Juli 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Menkop Kunjungi Rumah Bung Hatta untuk Lanjutkan Perjuangan Koperasi

Special Plan – Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79, Special Plan menjadi fokus utama kunjungan yang dilakukan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah ke rumah Bung Hatta di Jalan Diponegoro No. 57, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan penghargaan terhadap peran Bung Hatta dalam membentuk fondasi koperasi Indonesia, serta menjadikan Special Plan sebagai alat penguatan ideologi ekonomi rakyat.

Special Plan sebagai Strategi Peningkatan Koperasi

Kunjungan ini menjadi bagian dari kegiatan yang mendukung implementasi Special Plan, sebuah inisiatif pemerintah untuk memperkuat sistem koperasi sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Menkop Ferry Juliantono menekankan bahwa Special Plan tidak hanya sekadar rencana, tetapi merupakan langkah konkret untuk menjaga relevansi koperasi dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. “Special Plan ini adalah wujud komitmen kita untuk melanjutkan perjuangan Bung Hatta,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkop dan Wamenkop diterima oleh keluarga Bung Hatta, termasuk Meutia Hatta, suaminya Prof. Sri Edi Swasono, Gemala Hatta, dan Halida Hatta. Hadir pula akademisi Rocky Gerung yang memberikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam mengangkat kembali spirit perjuangan koperasi. Special Plan, kata Rocky, adalah cara mengejawantahkan visi Bung Hatta dalam konteks perekonomian modern.

“Kunjungan ke rumah Bung Hatta dalam rangka Special Plan ini bukan hanya ritual, tetapi sebagai pengingat akan pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Bung Hatta telah membuka jalan bagi perjuangan yang masih relevan hingga hari ini,” ujar Prof. Sri Edi Swasono.

Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam Special Plan

Salah satu komponen utama dari Special Plan adalah Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan koperasi. Menkop menjelaskan bahwa program ini akan menjadi kekuatan baru dalam perekonomian nasional, terutama di tingkat desa dan kelurahan. “KDKMP menjadi titik balik dalam menciptakan koperasi yang lebih kuat, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh sistem ekonomi besar,” terangnya.

Special Plan juga melibatkan kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas lokal untuk memastikan program ini berjalan efektif. Dengan memanfaatkan momentum Harkopnas, Menkop berharap dapat membangkitkan semangat generasi muda dalam berperan aktif untuk pengembangan koperasi. “Koperasi bukan hanya bisnis, tetapi juga alat perjuangan sosial yang membawa manfaat langsung bagi rakyat,” tambahnya.

Meutia Hatta menyoroti peran keluarga Bung Hatta dalam menopang program Special Plan. “Kehadiran Menkop dan Wamenkop memberikan makna tersendiri, karena ini menunjukkan bahwa perjuangan Bung Hatta masih diingat dan dihayati oleh pemerintah saat ini,” katanya. Meutia juga berharap koperasi dapat menjadi solusi bagi tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, terutama di tengah persaingan global.

“Special Plan adalah langkah strategis untuk menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Bung Hatta adalah penjaga prinsip ini, dan kita perlu terus melanjutkan jejaknya,” ujar Meutia Hatta.

Komitmen Pemerintah dalam Special Plan

Dalam rangkaian kegiatan Harkopnas Ke-79, pemerintah menyatakan akan melanjutkan perjuangan Bung Hatta melalui berbagai inisiatif. Special Plan ini mencakup pengembangan koperasi berbasis teknologi, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan kelembagaan koperasi di daerah terpencil. “Kami percaya Special Plan akan menjadi katalisator untuk menciptakan ekonomi yang lebih adil dan inklusif,” kata Menkop.

Menkop juga mengungkapkan bahwa Special Plan akan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang untuk memastikan koperasi tetap relevan di tengah transformasi ekonomi. “Dengan Special Plan, kita mengingatkan kembali bahwa koperasi adalah alat perjuangan ekonomi rakyat yang mampu mengubah hidup masyarakat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama yang erat antara pemerintah, lembaga koperasi, dan masyarakat.

Bung Hatta, sebagai tokoh besar pergerakan koperasi, memiliki kontribusi yang tak tergantikan. Special Plan bertujuan untuk mewariskan semangat perjuangan beliau melalui berbagai program yang dirancang secara strategis. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, pemerintah berharap koperasi bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan sumber daya ekonomi yang lebih luas.

“Special Plan adalah upaya untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi yang tidak hanya berjalan baik, tetapi juga menjadi penyejahteraan rakyat. Bung Hatta adalah simbol dari itu semua,” kata Meutia Hatta dalam wawancara khusus.

Dalam kesimpulannya, Menkop menyatakan bahwa Special Plan tidak hanya memperingati jasa Bung Hatta, tetapi juga memberikan arahan konkret untuk memajukan koperasi ke depan. “Koperasi adalah sarana untuk mewujudkan keadilan ekonomi, dan Special Plan adalah jalan untuk mewujudkan itu,” pungkasnya. Kunjungan ke rumah Bung Hatta menjadi simbol bahwa perjuangan koperasi tetap menjadi prioritas dalam pemerintahan saat ini. Dengan Special Plan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga prinsip dasar koperasi sepanjang masa.

Leave a Comment