Internasional

New Policy: Prancis Larang Menteri Keuangan Israel Masuk ke Negaranya

aranya Perubahan Kebijakan Baru: Penguatan Aksi Diplomatik New Policy - Prancis mengumumkan new policy terbaru yang melarang Menteri Keuangan Israel, Bezalel

Desk Internasional
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Prancis Larang Menteri Keuangan Israel Masuk ke Negaranya

Perubahan Kebijakan Baru: Penguatan Aksi Diplomatik

New Policy – Prancis mengumumkan new policy terbaru yang melarang Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, masuk ke wilayah negara tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari serangkaian tindakan diplomatik yang dilakukan Prancis untuk menunjukkan keberatan terhadap kebijakan Israel yang dinilai mengganggu hubungan internasional, khususnya dalam konteks aneksasi Tepi Barat dan upaya penjajahan Gaza. New policy ini tidak hanya memengaruhi Smotrich, tetapi juga menunjukkan keputusan strategis Prancis dalam memperkuat posisi politiknya terhadap Israel.

Dalam pernyataan resmi di akun media sosial X, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa Smotrich dilarang memasuki Prancis karena perannya dalam mempercepat kebijakan aneksasi yang dikritik oleh banyak negara. New policy ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Prancis untuk membatasi akses individu yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dan ekspansi wilayah Israel di Tepi Barat. Barrot menambahkan bahwa larangan tersebut mencakup empat pemimpin organisasi pemukim serta 21 anggota yang terlibat langsung dalam pelanggaran hak-hak manusia di wilayah tersebut.

Langkah larangan ini dilakukan dalam konteks new policy yang lebih luas, di mana Prancis berusaha memperketat hubungan dengan negara-negara lain yang mendukung solusi dua negara. Dengan new policy ini, Prancis memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak akan membiarkan individu tertentu yang berperan dalam kebijakan penggusuran dan aneksasi masuk ke wilayah mereka. Selain itu, larangan ini juga dipandang sebagai bentuk tekanan politik terhadap Israel untuk mengubah arah kebijakan luar negerinya.

“Kebijakan aneksasi dan kekerasan yang dilakukan Israel menimbulkan kecaman internasional. Dengan new policy ini, Prancis menunjukkan komitmennya untuk mendukung keadilan dan solusi perdamaian di Tepi Barat,” tulis Barrot dalam pernyataannya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Prancis sudah mengambil langkah serupa terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang juga dilarang masuk ke negara tersebut. Kedua menteri ini menjadi bagian dari koalisi sayap kanan yang memimpin pemerintahan Benjamin Netanyahu. Dengan new policy ini, Prancis menganggap bahwa kebijakan mereka menunjukkan ketidaksetujuan terhadap arah kebijakan Israel dalam menyelesaikan konflik dengan Palestina.

Respons Internasional: Langkah Serupa dari Negara-Negara Lain

New policy Prancis tidak terjadi secara mendadak. Sebelumnya, beberapa negara seperti Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Norwegia juga telah memberlakukan sanksi serupa terhadap individu yang terlibat dalam kebijakan aneksasi dan kekerasan di wilayah Tepi Barat. Larangan ini menjadi bagian dari upaya global untuk memengaruhi Israel agar menghentikan ekspansi wilayah dan menegosiasikan solusi dua negara.

Dalam konteks new policy, Prancis berharap dapat mendorong Israel mengambil langkah konkret untuk menghormati prinsip perdamaian. Langkah ini juga diperkuat oleh kelompok-kelompok internasional seperti Organisasi PBB dan negara-negara Arab yang menekankan pentingnya hak Palestina. Sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Irlandia, telah mengikuti jejak Prancis dengan memberlakukan larangan serupa terhadap Smotrich dalam beberapa hari terakhir.

Kebijakan new policy ini memperlihatkan bagaimana Prancis menggunakan alat diplomatik untuk menekan Israel secara langsung. Dengan membatasi akses ke individu yang dianggap bertanggung jawab atas kebijakan aneksasi, Prancis berusaha memperkuat komitmen mereka terhadap keadilan internasional. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa tekanan terhadap Israel tidak hanya berasal dari negara-negara Arab, tetapi juga dari sekutu-sekutu yang sebelumnya terkesan netral.

Smotrich, yang juga anggota partai Zionis Religius, diketahui sangat aktif dalam kampanye aneksasi Tepi Barat. Ia menekankan pentingnya penggusuran wilayah Palestina sebagai bagian dari ambisi Israel untuk memperluas kawasan yang dikuasai. New policy Prancis dianggap sebagai respon atas upaya-upaya tersebut, yang dinilai bertentangan dengan resolusi PBB dan mendesak solusi dua negara.

Dengan new policy ini, Prancis menegaskan posisi diplomatiknya sebagai negara yang mendukung hak Palestina dan solusi perdamaian. Langkah ini juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Israel untuk mempercepat proses negosiasi dan mengurangi tindakan-tindakan yang menimbulkan kontroversi di tingkat internasional. Kebijakan larangan ini akan terus diawasi oleh masyarakat internasional sebagai indikator keberhasilan upaya Prancis dalam mengubah arah kebijakan Israel.

Leave a Comment