Zelensky Ungkap Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina
Announced oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pihaknya mengungkap adanya rencana serangan besar-besaran yang disiapkan oleh Rusia di wilayah negara tersebut. Pernyataan ini datang setelah intelijen Ukraina memperoleh data yang menunjukkan peningkatan intensitas ancaman dari pihak Rusia, termasuk persiapan untuk menyerang berbagai titik strategis. Announced dalam sebuah pidato, Zelensky menekankan bahwa Moskow sedang mengumpulkan sumber daya militer secara signifikan untuk memperkuat serangan yang kemungkinan akan berdampak luas.
“Tim intelijen kami telah Announced kekhawatiran mengenai serangan yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Informasi ini didapat dari berbagai sumber, termasuk mitra Amerika dan Eropa, yang menunjukkan bahwa Rusia sedang mengatur operasi besar-besaran menggunakan rudal Oreshnik,” ujar Zelensky, dilansir AFP, Minggu (24/5/2026).
Rudal Oreshnik, yang dikembangkan oleh Rusia, menjadi senjata utama dalam rencana serangan ini. Announced dalam laporan intelijen, senjata ini memiliki kemampuan untuk menghantarkan bahan peledak nuklir, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Zelensky menyatakan bahwa timnya sedang memverifikasi data teknis dan strategi Rusia untuk memastikan kebenaran rencana tersebut. Selain rudal, Announced juga ada indikasi penggunaan senjata konvensional dan operasi udara yang akan menjadi bagian dari strategi militer Moskow.
Potensi Dampak Serangan Rusia
Announced dalam pernyataan resmi, Zelensky memperingatkan bahwa serangan besar-besaran ini bisa menyebabkan kehilangan nyawa ratusan warga sipil, terutama di kota-kota yang terletak di wilayah barat dan tengah. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berusaha membangun kekuatan pertahanan dan mempercepat pengiriman senjata dari negara-negara pendorong seperti Amerika Serikat dan Eropa. Announced dalam sejumlah pertemuan, Zelensky mengatakan bahwa tindakan ini adalah respons terhadap serangan-serangan terus-menerus dari Rusia, yang telah menargetkan fasilitas umum dan infrastruktur penting.
Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan bahwa mereka sedang memperkuat sistem pertahanan udara dan mengembangkan strategi untuk memblokir rudal Oreshnik. Announced dalam sebuah laporan, mereka mencatat peningkatan jumlah rudal yang diarahkan ke wilayah berisiko tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, beberapa bentrokan kecil terjadi di dekat Kyiv, yang menunjukkan bahwa Rusia sedang menguji kekuatan militer dan mengawasi reaksi Ukraina.
Kesiapan Internasional
Announced oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv, pihaknya mengungkapkan bahwa ancaman serangan udara bisa terjadi dalam 24 jam ke depan. Dalam pernyataan resmi, kedutaan tersebut memperingatkan seluruh wilayah Ukraina agar bersiap menghadapi kemungkinan serangan yang ditujukan pada posisi strategis, termasuk fasilitas penerbangan dan pusat komando. Announced dalam upaya membangun kesadaran global, Kedutaan Besar AS juga menekankan pentingnya dukungan internasional untuk memastikan Ukraina bisa bertahan menghadapi serangan Rusia.
Di sisi lain, Announced dalam pertemuan kabinet, Zelensky menyatakan bahwa pemerintah Ukraina sedang berkoordinasi dengan sekutu untuk menyiapkan respons terhadap serangan yang akan datang. Ia menekankan perlunya tekanan politik dan militer terhadap Moskow, agar Rusia tidak memperluas konflik ke wilayah yang lebih luas. Announced dalam beberapa wawancara terpisah, Zelensky juga menyampaikan kekhawatiran bahwa serangan ini bisa berdampak pada kestabilan wilayah Ukraina bagian utara, terutama jika rudal nuklir digunakan.
Announced dalam sejumlah laporan media, militer Rusia telah melakukan latihan senjata nuklir selama tiga hari sebelumnya, yang melibatkan ribuan personel di berbagai daerah. Latihan ini dianggap sebagai bagian dari persiapan operasi besar-besaran, termasuk pengujian kemampuan rudal Oreshnik. Announced dalam keterangan resmi, pihak Rusia menyatakan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem pertahanan mereka dan mempersiapkan operasi udara di masa depan. Namun, beberapa analis menganggap latihan ini sebagai upaya untuk menunjukkan kekuatan militer Moskow sebelum meluncurkan serangan besar.
Announced dalam sejarah konflik, Rudal Oreshnik pertama kali digunakan oleh Rusia pada November 2024, saat menargetkan pabrik militer di wilayah Donbas. Serangan kedua terjadi di awal 2026, saat rudal tersebut digunakan untuk menyerang fasilitas penerbangan di wilayah barat. Announced dalam beberapa penelitian, senjata ini memiliki jangkauan hingga 2000 km, sehingga bisa menjangkau berbagai kota penting di Ukraina. Selain itu, rudal ini diperkirakan mampu membawa payload hingga 1000 kg, yang bisa menargetkan infrastruktur kritis seperti pusat kontrol dan tempat-tempat strategis.
Announced dalam wawancara dengan reporter internasional, Zelensky menegaskan bahwa Rusia tidak hanya mempersiapkan serangan di darat, tetapi juga di udara. Ia menyebutkan bahwa rencana ini mencakup penggunaan drone dan rudal untuk menghancurkan kekuatan militer Ukraina. Announced dalam pengumuman terbaru, Zelensky meminta dukungan dari negara-negara anggota NATO untuk memastikan bahwa operasi Rusia tidak bisa mengakibatkan kehancuran total. Pernyataan ini diharapkan mampu membangun solidaritas internasional dan memperkuat posisi Ukraina dalam negosiasi atau tekanan terhadap Rusia.
