Berita

What Happened During: Termasuk Awkarin, 4 Influencer Tak Hadiri Pemeriksaan Kasus Hanania Travel

What Happened During: 4 Influencer Termasuk Awkarin Tak Hadiri Pemeriksaan Hanania Travel Kasus What Happened During menjadi sorotan publik setelah empat

Desk Berita
Published Juni 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

What Happened During: 4 Influencer Termasuk Awkarin Tak Hadiri Pemeriksaan Hanania Travel Kasus

What Happened During menjadi sorotan publik setelah empat influencer terkenal, termasuk Awkarin, absen dalam pemeriksaan penyidik terkait dugaan penipuan oleh Hanania Travel. Kehadiran mereka yang diharapkan menjadi bagian kunci penyelidikan, justru terbengkalai karena alasan belum diketahui. Kehilangan partisipasi mereka menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pengawasan di sektor jasa perjalanan umrah, khususnya dalam hubungannya dengan praktik endorsement dan penggunaan platform media sosial.

Pemeriksaan Awkarin dan Teman-Temannya

Dalam pemeriksaan yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa Karin Novilda (Awkarin), Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah tidak hadir. “Kehadiran influencer tersebut sangat penting untuk melengkari peristiwa What Happened During, terutama dalam memperjelas alur kerja sama komersial mereka dengan Hanania Travel,” terang Budi dalam siaran pers. Penyidik mengaku kekecewaan terhadap ketidakhadiran mereka, karena bisa mengganggu proses penyelidikan.

“Ketidakhadiran Awkarin dan tiga influencer lainnya menciptakan celah informasi mengenai transaksi yang dilakukan selama kampanye What Happened During,” imbuh Budi. Penyidik juga menyebutkan, para influencer tersebut akan dijadwalkan ulang untuk pemeriksaan di hari yang sama, sebagai langkah untuk menyelesaikan kekurangan data.

Keanu dan Pemeriksaan Pertama

Selain influencer, selebgram Keanu juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Proses ini dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB. Pemeriksaan Keanu berfokus pada kerja sama endorse dengan Hanania Travel, termasuk kontrak, fasilitas yang ditawarkan, pembayaran, dan legalitas travel itu sendiri. “What Happened During mencakup berbagai aspek operasional Hanania Travel, termasuk komunikasi dengan mitra influencer,” jelas penyidik.

“Keanu diperiksa untuk mengungkap detail transaksi yang terjadi selama What Happened During, terutama terkait penggunaan media sosial sebagai alat promosi,” tambah sumber. Pihak kepolisian menekankan bahwa pengumpulan bukti dari para influencer sangat relevan untuk memperkuat kasus penipuan.

Penetapan Tersangka dan Dampak Kasus

Sebagai langkah penyelidikan, Polda Metro Jaya telah menetapkan bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana perjalanan umrah. Farhan, yang menjabat Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, kini resmi ditahan sebagai bentuk penegakan hukum. Kasus ini mengguncang industri jasa travel, karena menunjukkan potensi kerugian besar yang bisa terjadi melalui skema What Happened During.

Penyidik mengungkapkan, tiga influencer lain—Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah—dijadwalkan diperiksa di hari yang sama, tetapi hingga kini belum hadir. “Kehadiran mereka menjadi bagian dari What Happened During, sehingga sangat diharapkan untuk menyelesaikan investigasi secara cepat,” katanya. Kehilangan data dari influencer ini mungkin memperlambat proses penyidikan, terutama dalam memvalidasi peran mereka sebagai pihak yang terlibat.

Perkembangan Terkini dan Strategi Pemeriksaan

Sebagai upaya mempercepat proses penyelidikan, penyidik memutuskan untuk menunda pemeriksaan hingga informasi lebih lengkap diperoleh. “What Happened During tetap menjadi pusat perhatian, karena menyentuh masyarakat luas dan kepercayaan terhadap industri jasa,” kata Budi. Tidak hanya itu, penyidik juga menargetkan pemeriksaan tambahan untuk para influencer yang absen, agar bisa melengkapi timeline kejadian.

“Kami sedang menyusun strategi untuk memastikan What Happened During dijelaskan secara rinci, termasuk penggunaan influencer dalam promosi,” jelas penyidik. Proses ini diharapkan bisa mengungkap penipuan besar yang terjadi selama kampanye.

Kasus Hanania Travel menjadi contoh nyata bagaimana What Happened During bisa berdampak signifikan pada bisnis jasa. Penyidik menekankan bahwa ketidakhadiran influencer menunjukkan adanya ketidakpastian dalam koordinasi antara penyelidik dan pihak terkait. “What Happened During bisa menjadi bukti kuat jika diungkap secara utuh,” kata Budi. Dengan menghadirkan influencer, penyidikan dianggap lebih objektif dan bisa mengarah pada penyelesaian kasus yang adil.

Leave a Comment