Berita

Warga Bekasi Sulit Dapat Sinyal Seluler – Ternyata Kabel BTS Dicuri

nyal Seluler, Ternyata Kabel BTS Dicuri Warga Bekasi Sulit Dapat Sinyal Seluler - Kabupaten Bekasi belakangan ini mengalami gangguan layanan komunikasi yang

Desk Berita
Published Juni 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Warga Bekasi Sulit Dapat Sinyal Seluler, Ternyata Kabel BTS Dicuri

Warga Bekasi Sulit Dapat Sinyal Seluler – Kabupaten Bekasi belakangan ini mengalami gangguan layanan komunikasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Masalah ini berawal dari pencurian kabel menara BTS (Base Transceiver Station) yang terjadi di Pekayon Jaya, sebuah area strategis di kota tersebut. Kabel BTS, yang menjadi tulang punggung jaringan seluler, dicuri oleh pelaku yang belum teridentifikasi dengan jelas. Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan sinyal seluler, yang membuat komunikasi menjadi terhambat, terutama di daerah dengan jaringan yang kurang optimal.

Pelaku Pencurian Kabel BTS Terungkap, Ternyata Beraksi di Malam Hari

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, pencurian kabel BTS tersebut terjadi pada Jumat (20/3) pukul 01.30 WIB. Dalam laporan kepolisian, pelaku berhasil memasuki area menara BTS milik perusahaan telekomunikasi tanpa diketahui oleh siapa pun. Mereka melakukan penggalian dan pemotongan kabel secara diam-diam, hingga aksinya terdeteksi oleh warga sekitar karena dianggap mencurigakan di tengah malam.

“Pelaku berhasil mengiris tiga kabel dengan panjang masing-masing sekitar 135 meter. Saat akan memotong kabel keempat, aksinya terdeteksi oleh warga karena aktivitasnya dianggap mencurigakan di tengah malam,” ujar Kombes Kusumo, Kamis (4/6/2026).

Peristiwa pencurian kabel BTS ini tidak hanya menyebabkan gangguan sinyal seluler, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat terhadap keamanan infrastruktur vital. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian langsung melaporkan kehilangan sinyal seluler ke pihak kepolisian, setelah mereka menyadari bahwa komunikasi antar keluarga dan bisnis menjadi terganggu. Kasus ini menunjukkan bahwa penyebab gangguan sinyal seluler tidak selalu berasal dari faktor teknis, tetapi juga bisa terjadi karena tindakan kriminal yang mengancam stabilitas layanan digital.

Pengakuan Pelaku dan Dampak pada Operator Seluler

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa mereka sudah melakukan pencurian serupa di wilayah Kabupaten Bekasi sebelumnya. Menurut informasi yang dihimpun, aksi ini dilakukan secara berkelompok dan berencana, dengan tujuan mengambil kabel yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kabel BTS yang dicuri berdampak langsung pada kinerja operator seluler, yang mengalami penurunan kualitas sinyal di area tersebut.

Kusumo menekankan bahwa perbuatan pencurian ini menimbulkan kerugian materiil yang signifikan bagi perusahaan telekomunikasi, serta mengganggu kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi. “Gangguan layanan operator seluler ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti bisnis, transportasi, dan akses informasi,” imbuhnya. Pelaku yang ditangkap berjumlah tiga orang, dan mereka diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara berdasarkan Pasal pencurian dengan pemberatan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pencurian kabel BTS di Bekasi menjadi contoh nyata bagaimana keamanan infrastruktur digital perlu diperkuat. Kabel ini menjadi bagian penting dari jaringan seluler yang mendukung komunikasi berbasis teknologi, termasuk untuk keperluan darurat dan bisnis. Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap area menara BTS, terutama di wilayah dengan populasi tinggi dan akses yang mudah.

Di sisi lain, warga Bekasi yang mengalami kesulitan mendapatkan sinyal seluler mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kejadian tersebut. Seorang warga setempat, Ibu Siti, mengatakan bahwa gangguan sinyal seluler membuatnya sulit berkomunikasi dengan keluarga di luar kota. “Setiap kali ingin menghubungi orang tua, sinyal selalu lemah atau bahkan hilang,” keluhnya. Fenomena ini memperkuat kebutuhan untuk mempercepat pemulihan jaringan dan pencegahan tindakan serupa di masa depan.

Pihak kepolisian telah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kejadian mencurigakan di sekitar menara BTS. Langkah ini bertujuan mencegah kemungkinan penyalahgunaan infrastruktur kritis lainnya. Selain itu, pihak operator seluler sedang melakukan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan dan mempercepat penggantian kabel yang hilang. Dengan adanya penyebab gangguan sinyal seluler yang sudah diketahui, langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif pada kehidupan masyarakat dan memperkuat kepercayaan terhadap layanan komunikasi digital.

Leave a Comment