Berita

Visit Agenda: Mendagri Apresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas-HKG PKK

Visit Agenda: Mendagri Mengapresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas dan HKG PKK Visit Agenda menjadi perhatian utama dalam acara Syukuran

Desk Berita
Published Juli 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Mendagri Mengapresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas dan HKG PKK

Visit Agenda menjadi perhatian utama dalam acara Syukuran ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menarik partisipasi ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjadi bukti keberhasilan Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam memperlihatkan kekayaan budaya dan potensi industri kreatif daerah. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menerima penghargaan dari Ketua Dekranas, Selvi Ananda Rakabuming, serta apresiasi khusus dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian atas kontribusi nyata provinsi ini dalam mengemban tugas sebagai tuan rumah kegiatan nasional yang digelar dalam rangka mengangkat seni kerajinan tradisional Indonesia.

Pengembangan Wastra dan Kriya sebagai Prioritas Utama

Visit Agenda tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk mengevaluasi keberhasilan pengembangan industri wastra dan kriya di Sulsel. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah provinsi terus mengupayakan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam bidang kerajinan. Berbagai inisiatif seperti pelatihan teknik produksi, pameran nasional, serta penguatan jaringan pemasaran telah menghasilkan peningkatan signifikan. Menurut data yang dirilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, jumlah peserta kegiatan di Sulsel telah meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan minat yang lebih besar terhadap produk lokal.

“Visit Agenda kali ini bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga strategi untuk mengangkat produktivitas wastra dan kriya daerah secara sistematis,” kata Tito Karnavian dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa peran Sulsel dalam menjaga keaslian produk kerajinan tradisional menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia.

Dampak Ekonomi dan Peningkatan Nilai Ekspor

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan pengunjung, Visit Agenda juga menyoroti kontribusi positif kegiatan ini terhadap perekonomian Sulsel. Peningkatan arus wisatawan dan pembelian produk UMKM pada hari tersebut berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha lokal. Selvi Ananda Rakabuming menambahkan bahwa keberhasilan acara ini telah menunjukkan bahwa pameran kebudayaan bisa menjadi pintu masuk untuk menembus pasar internasional.

“Dengan Visit Agenda ini, kita bisa melihat bagaimana kerajinan tradisional Sulsel tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga mulai dikenal di berbagai negara. Ini adalah langkah awal menuju ekspor yang lebih besar,” ujar Selvi. Pemerintah provinsi terus berupaya mengembangkan koneksi dengan mitra luar negeri, seperti negara-negara Asia Tenggara dan Eropa, untuk memperkuat daya saing produk lokal.

Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Mendukung Industri Kreatif

Visit Agenda juga menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam mendukung industri kreatif. Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel turut berpartisipasi dalam memastikan keberlanjutan program ini. Pemerintah daerah menggandeng lembaga-lembaga lokal, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk memfasilitasi akses pasar dan pelatihan inovasi desain.

“Visit Agenda ini adalah bukti bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampak jangka panjang pada pengembangan ekonomi dan keterampilan masyarakat,” tambah Tito Karnavian. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pusat, serta masyarakat dalam membangun ekosistem industri kreatif yang sehat.

Pada kesempatan ini, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmen Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas produk wastra dan kriya. Ia menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan program pengembangan jangka panjang, termasuk penerapan teknologi digital untuk mempermudah pemasaran produk kepada konsumen nasional maupun internasional. “Visit Agenda kali ini memberi kita gambaran bahwa Sulsel bisa menjadi model bagi provinsi lain dalam menjaga keaslian budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi,” ujarnya.

Acara Syukuran Dekranas dan HKG PKK juga menjadi sarana untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga kebudayaan. Dengan partisipasi aktif dari sejumlah perajin, pembuat desain, serta komunitas lokal, kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan yang lebih kolaboratif. Harapan besar pun terletak pada pengembangan industri kreatif Sulsel, yang bisa menjadi penggerak utama perekonomian berbasis budaya di masa depan.

Leave a Comment