Berita

Terungkap – Pembunuh 2 Wanita dalam Rumah di Banyumas Ternyata Cucu Korban

ta di Rumah Patikraja Banyumas Ternyata Cucu Korban Terungkap dalam penyelidikan polisi, kasus pembunuhan yang mengejutkan warga Patikraja, Banyumas, Jawa

Desk Berita
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Terungkap: Pembunuh Dua Wanita di Rumah Patikraja Banyumas Ternyata Cucu Korban

Terungkap dalam penyelidikan polisi, kasus pembunuhan yang mengejutkan warga Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya mengungkap fakta mengejutkan. Dua korban, yaitu Kartinah (81) dan remaja perempuan inisial AA (18), ditemukan tewas dalam satu rumah di daerah tersebut. Pelaku, seorang pria berinisial A alias D (24), terungkap sebagai cucu dari Kartinah, membuat kasus ini menjadi drama keluarga yang mengguncang. Penemuan jasad korban terjadi setelah warga sekitar melakukan pencarian intensif, setelah melihat pelaku pergi dari lokasi kejadian.

Kasus Pembunuhan Terungkap Setelah Lima Hari Penyelidikan

Sebelum kejadian, polisi telah melakukan penyelidikan selama lima hari untuk mengungkap motif dan peristiwa teror yang terjadi. Dalam pengunguman resmi, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi menyatakan bahwa peristiwa pembunuhan terjadi pada Kamis (11/6) pukul 19.30 WIB, saat malam hari yang gelap. Menurut keterangan polisi, pelaku membunuh neneknya terlebih dahulu sebelum menargetkan AA.

“Pelaku terlebih dahulu membunuh neneknya dengan palu, mengenai bagian leher korban. Setelah itu, dia mengikat leher korban menggunakan tali rafia dan mencabik hingga meninggal dunia,” ujar Kombes Petrus Silalahi dalam jumpa pers di Banyumas.

Kombes Petrus menjelaskan bahwa korban pertama, Kartinah, ditemukan tergeletak di dalam sumur, sementara AA ditemukan bersimbah darah di kamar. Sumur yang tertutup tersebut menjadi tempat tersembunyi pelaku untuk menyembunyikan mayat neneknya.

Korban Kedua Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

Pelaku, yang berusia 24 tahun, sebelumnya kabur setelah membunuh kedua korban. Namun, keberhasilan polisi dalam menangkapnya terungkap setelah warga menemukan jasad AA di kamar, yang ditemukan pada Jumat (12/6) pagi. Kombes Petrus mengungkap bahwa warga sekitar sempat mengira korban ditemukan di ruang kamar, tetapi setelah intensif mencari, mereka menemukan Kartinah di sumur.

“Warga awalnya hanya melihat sumur tertutup dan mencurigai. Saat siang hari, mereka menyorot dengan senter dan akhirnya melihat mayat Mbah Kartinah di dalam sumur,” tutur saksi mata yang mengungkapkan kejadian.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengungkap bahwa pelaku tidak hanya membunuh dua korban, tetapi juga merencanakan pembunuhan dengan hati-hati. Motifnya diduga terkait hubungan asmara yang tidak terduga antara pelaku dan AA.

Detail Penemuan Mayat dan Skenario Pembunuhan

Kombes Petrus Silalahi menjelaskan bahwa pelaku, A alias D, secara sadar merencanakan pembunuhan terhadap Kartinah dan AA. Pembunuhan terhadap Kartinah terungkap dilakukan dengan palu, sementara AA dibunuh dengan cara dicekik menggunakan tali rafia. Polisi juga menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pelaku mengenali korban-korban tersebut secara baik.

“Korban kedua, AA, ditemukan di kamar dengan tanda-tanda cekikan di leher. Jasadnya tetap berada di tempat karena pelaku menunggu hingga warga mencari dan menemukan korban,” kata Kombes Petrus.

Sementara itu, korban pertama, Kartinah, ditemukan setelah warga menggali sumur dan mengungkapkan fakta yang terungkap. Pelaku terungkap juga menyembunyikan mayat neneknya di sumur tersebut untuk menghindari penemuan lebih awal.

Hubungan Cucu dan Selingkuhan Menjadi Pemicu Kasus

Penyelidikan terungkap bahwa pelaku memiliki hubungan selingkuhan dengan AA, yang membuatnya mengambil langkah brutal terhadap neneknya. AA, yang berusia 18 tahun, ditemukan dalam kondisi mayat bersimbah darah di kamar, sementara Kartinah, yang berusia 81 tahun, dibunuh secara terencana di sumur. Polisi mengungkap bahwa hubungan antara pelaku dan AA tidak hanya berupa hubungan romantis, tetapi juga konflik keluarga yang memicu kejadian tragis ini.

“Pelaku mengakui bahwa ia menelpon AA dengan maksud menghabisi korban, karena perasaan cemburu dan rasa benci terhadap neneknya,” kata sumber terpercaya yang terungkap dalam penyelidikan.

Fakta terungkap ini menggambarkan betapa kompleksnya motif pembunuhan yang terjadi dalam rumah Kartinah. Polisi juga memperkirakan bahwa pelaku melakukan tindakan pembunuhan tanpa perencanaan terlalu matang, tetapi dengan kecermatan yang tinggi.

Respons Masyarakat dan Proses Penyelidikan

Kasus pembunuhan terungkap ini memicu kekacauan di masyarakat Patikraja. Warga terkejut melihat salah satu anggota keluarga mereka menjadi pelaku pembunuhan terhadap dua korban. Proses penyelidikan terungkap cukup intensif, dengan polisi mengumpulkan bukti-bukti fisik dan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kami tidak menyangka bahwa cucu Mbah Kartinah bisa melakukan hal yang begitu brutal. Ini benar-benar kejutan yang mengejutkan,” ujar seorang warga yang menjadi saksi.

Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap alat-alat yang digunakan, seperti palu dan tali rafia, serta menelusuri jejak pelaku setelah ia kabur. Pencarian intensif akhirnya membuahkan hasil setelah pelaku ditangkap di Banjarnegara.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan berita lokal. Penemuan mayat di sumur dan kamar menjadi bukti kuat bahwa pelaku berusaha menyembunyikan jejaknya. Kasus ini juga menyoroti pentingnya penegakan hukum dalam keluarga yang terungkap. Polisi masih terus menyelidiki apakah ada tersangka lain atau motif yang lebih dalam dari pembunuhan ini.

Leave a Comment