Berita

Solving Problems: Balita Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bekasi, Diduga Dibunuh Paman ODGJ

was di Bekasi, Diduga Dibunuh oleh Paman ODGJ Solving Problems: Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah kontrakan

Desk Berita
Published Mei 29, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Balita Tewas di Bekasi, Diduga Dibunuh oleh Paman ODGJ

Solving Problems: Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah kontrakan di Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barata. Polisi sedang menyelidiki kasus ini, dengan menerka bahwa anak tersebut menjadi korban pembunuhan oleh pamannya, G (18), yang memiliki gangguan kejiwaan (ODGJ). Peristiwa ini menimbulkan kejutan besar di lingkungan sekitar, karena korban dan pelaku ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kamar yang sama.

Deteksi Korban dan Kondisi Tubuh

Korban ditemukan dalam kondisi terluka berat, dengan belasan luka tusuk yang menyebar ke berbagai bagian tubuh. Polisi menyebut luka-luka tersebut mencakup kepala, wajah, dada, dan selangkangan. Sementara itu, pamannya juga mengalami luka tusuk di dada serta pipi kiri dan kanan. Keduanya ditemukan dalam kondisi terbaring di lantai kamar kontrakan, yang terletak di area padat penduduk.

“Korban ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka tusukan dan luka iris. Pipinya terbuka hingga mulutnya terlihat. Tidak kurang dari sepuluh luka di tubuhnya. Kita masih menunggu pihak rumah sakit untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Kamis (28/5/2026).

Penyebab Gangguan Jiwa dan Perubahan Kondisi

Polisi menyebut bahwa G, yang diduga melakukan pembunuhan, sudah memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Ia rutin mengonsumsi obat psikiatris sebelum kejadian, tetapi dalam dua hari terakhir tidak meminumnya karena nenek korban tidak mampu membeli obat. Hal ini diduga menjadi faktor yang memicu krisis mental dan emosional di antara keluarga.

“Pamannya sempat dibawa ke rumah sakit karena kondisi kritis. Namun, baru kemarin dia diberikan obat dan kondisinya sedang stabil. Kita masih menunggu dia untuk memberikan keterangan secara detail,” tambah Andi.

Dalam penyelidikan, polisi mengatakan bahwa G memiliki riwayat gangguan jiwa yang sudah diketahui sejak beberapa tahun lalu. Meski telah menerima pengobatan, ia dikatakan masih sering mengalami episode impulsif dan kemarahan tak terduga. Faktor ini menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan masalah kriminal yang terjadi.

Proses Investigasi dan Keterlibatan Keluarga

Pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti dan saksi-saksi untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam penyelidikan, mereka menemukan bahwa korban dan pelaku sehari-hari diasuh oleh nenek. Informasi ini menjadi penting dalam memahami dinamika hubungan antara korban dan pelaku.

“Kita masih menginvestigasi apakah ada hubungan antara konflik keluarga dan kejadian ini. Nenek korban menjadi saksi utama, karena ia mengetahui kondisi paman korban dalam beberapa hari terakhir,” tutur Andi.

Dalam laporan awal, polisi menyebut bahwa proses investigasi masih berlangsung, namun ada indikasi kuat bahwa G melakukan tindakan pembunuhan. Masalah ini kini menjadi fokus dalam upaya menyelesaikan permasalahan kriminal yang menyeret keluarga ODGJ ke dalam skenario tragis.

Reaksi Masyarakat dan Harapan

Kasus ini memicu perhatian warga sekitar kontrakan yang menjadi lokasi kejadian. Banyak dari mereka menyatakan kekecewaan terhadap pengelolaan kesehatan mental anggota keluarga yang sebelumnya dianggap sudah terkontrol. Harapan masyarakat adalah agar kasus ini menjadi pelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Kita berharap kasus ini bisa menjadi solusi dalam mencegah gangguan kejiwaan yang memicu tindakan kekerasan. Semua pihak harus bekerja sama untuk mengawasi kondisi mental pelaku sebelum kejadian terjadi,” harap warga setempat.

Leave a Comment