Berita

Sekuriti Mal di Jakbar Berbulan-bulan Nyolong Sembako karena Ketagihan Judol

an Nyolong Sembako untuk Berjudi Sekuriti Mal di Jakbar Berbulan bulan - Sekuriti Mal di Jakbar telah berbulan-bulan melakukan pencurian terhadap

Desk Berita
Published Juni 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Sekuriti Mal di Jakbar Berbulan-Bulan Nyolong Sembako untuk Berjudi

Sekuriti Mal di Jakbar Berbulan bulan – Sekuriti Mal di Jakbar telah berbulan-bulan melakukan pencurian terhadap barang-barang sembako di supermarket tempatnya bekerja. Pria berinisial I (44 tahun) ditahan oleh polisi setelah terbukti mengambil bahan pokok secara rutin guna memenuhi kebutuhan finansial dan hobi berjudi online. Kejahatan ini terungkap setelah manajemen pusat perbelanjaan menemukan indikasi tidak wajar dalam aktivitas pelaku.

Modus Tindak Pidana Terungkap

Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara, mengungkap bahwa pelaku memanfaatkan posisinya sebagai satpam untuk menyelinapkan barang-barang sembako ke dalam loker pribadi. Aksi ini dilakukan secara teratur, dengan I mengumpulkan makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya di keranjang sebelum dibawa pulang saat jam kerja selesai. “Modusnya sangat rapi, bahkan tidak menyebabkan kecurigaan manajemen,” tambah Sudrajat, Jumat (19/6/2026).

Penyelidikan polisi menemukan bahwa tindakan pencurian telah berlangsung sejak Februari 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, I mencuri barang sembako secara rutin, terutama pada jam malam hari ketika pengunjung sedikit. Bukti-bukti ditemukan melalui kamera pengawas dan catatan penjualan yang mencurigakan. “Pelaku menyembunyikan barang di loker tempat kerjanya, lalu menjualnya kembali untuk membiayai kebiasaannya berjudi online,” jelas Sudrajat.

Penyebab Utama dan Motif Tindakan

Kasus ini terungkap setelah manajemen supermarket mengobservasi tingkah laku I yang terus-menerus mengambil barang tanpa dibayar. Sudrajat menuturkan bahwa pelaku menggunakan uang hasil penjualan barang yang dicuri untuk kebutuhan keluarga dan kecanduan berjudi. “Judol menjadi penyebab utama aksinya, karena ia merasa kekurangan dana setiap bulan,” ujar penyidik.

Menurut laporan, I sering kali menghabiskan uang dari hasil pencurian untuk bermain taruhan online yang tergolong murah. Dalam beberapa minggu terakhir, ia mengambil barang senilai ratusan ribu rupiah per hari. “Kecanduan judi membuat ia tidak bisa mengendalikan keinginan untuk mengambil barang secara terus-menerus,” lanjut Sudrajat.

Proses Penangkapan dan Pelajaran Penting

Pihak kepolisian memulai penyelidikan setelah menerima laporan dari manajemen. Dalam penyelidikan tersebut, mereka menemukan bukti-bukti bahwa I telah mengambil barang sembako selama lebih dari lima bulan. “Kami berhasil memproses semua transaksi yang tercatat dan memastikan tidak ada kesalahan dalam identifikasi pelaku,” kata Sudrajat.

Setelah penangkapan, pelaku mengakui bahwa ia memang memanfaatkan kesempatan kerjanya untuk mengumpulkan dana tambahan. “Saya ingin membiayai kebiasaan berjudi, karena itu membuat saya merasa lebih bahagia,” ujar I saat diperiksa. Tindakan ini menunjukkan bagaimana kecanduan judi dapat menyebabkan kejahatan sambilan, terutama jika seseorang merasa tidak cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Kasus ini juga memicu perhatian terhadap keamanan di area Jakarta Barat. Pihak pengelola Mal telah meningkatkan pengawasan dan mengganti sistem loker untuk mencegah tindakan serupa di masa depan. “Kami berharap ini menjadi pelajaran bagi karyawan lain untuk tidak terjebak dalam kebiasaan buruk,” imbuh Sudrajat.

Konsekuensi untuk Pelaku dan Pelaku Pidana

Dengan mengakui kesalahannya, I kini dijerat dengan Pasal 476 KUHP yang mengatur tindak pidana pencurian. Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti tambahan, seperti catatan keuangan dan rekaman CCTV, untuk memperkuat kasus. “Kami juga mengecek apakah ada korupsi atau tindakan lain yang dilakukan pelaku,” tutur Sudrajat.

Modus pencurian ini menunjukkan bagaimana kebiasaan buruk seperti ketagihan judi bisa memicu kejahatan. Dalam beberapa bulan terakhir, I berhasil menghindari kecurigaan karena ia memanfaatkan jadwal kerjanya dan lokasi loker yang strategis. Namun, kebiasaannya akhirnya terbongkar setelah manajemen menemukan indikasi dana yang diambil secara terus-menerus.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana tindakan pencurian di tempat kerja bisa terjadi di lingkungan yang seharusnya aman. Dengan keberhasilan penyelidikan, polisi berharap kasus ini bisa menjadi peringatan bagi karyawan lain yang mungkin memiliki kebiasaan serupa. “Kami juga mengevaluasi sistem pengawasan di Mal ini untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Sudrajat.

Leave a Comment