Berita

Rencana Pramono Cabut Pagar Tinggi di Mal yang Bikin OVT

Fenomena pemasangan pagar tinggi di berbagai pusat perbelanjaan Jakarta tengah menjadi sorotan publik. Hal ini tidak lepas dari kaitannya dengan aksi unjuk

Desk Berita
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

Pramono Anung Usulkan Penertiban Pagar Tinggi di Mal Jakarta

Wahanaberita.com – Fenomena pemasangan pagar tinggi di berbagai pusat perbelanjaan Jakarta tengah menjadi sorotan publik. Hal ini tidak lepas dari kaitannya dengan aksi unjuk rasa yang sempat terjadi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons hal ini dengan memberikan perhatian khusus. Menurutnya, keberadaan pagar-pagar tersebut memberikan kesan bahwa ibu kota tidak aman bagi warganya.

Sebagai langkah awal, Pramono akan segera melakukan koordinasi untuk menertibkan pemasangan pagar-pagar tinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa keamanan memang penting, namun cara mewujudkannya dengan pagar yang menjulang tinggi kurang tepat.

Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman.

Ungkapan tersebut disampaikan Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (1/8).

Persepsi Negatif Terhadap Jakarta

Pramono menilai bahwa pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Langkah tersebut justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Jakarta di mata masyarakat.

Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu.

Keberadaan pagar tinggi justru dinilai membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum, Pramono menegaskan situasi Jakarta saat ini kondusif.

Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja.

Visi Jakarta Terbuka dan Hijau

Mantan Seskab itu mengatakan belum ada regulasi yang secara spesifik mengatur tinggi pagar mal hingga perkantoran di Jakarta. Namun, ia menilai pagar yang terlalu tinggi mengurangi kenyamanan dan estetika kota.

Untuk larangan itu, terus terang, memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik.

Pramono mengungkapkan visinya agar Jakarta menjadi kota yang lebih terbuka dan hijau. Politikus senior PIDP berharap pagar tinggi tidak lagi menjadi elemen yang dominan di ruang perkotaan.

Bahkan saya berpikir pagarnya itu nggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka.

Langkah penataan itu, kata Pramono, hanya akan diterapkan di wilayah Jakarta. Tujuannya agar masyarakat maupun pelaku usaha merasa aman dan nyaman beraktivitas di Ibu Kota.

Kalau untuk daerah lain saya nggak mau ikut campur, tapi untuk Jakarta saya berkeinginan betul bahwa masyarakat semuanya merasa aman, nyaman.

Mal Kokas mulai dipagari di bagian depan. (Ilham Satria Fikriansyah/detikcom)

Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Kondusif

Polda Metro Jaya memastikan situasi Jadetabek aman dan kondusif di tengah fenomena pemasangan pagar tinggi sejumlah mal di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan belum menerima informasi terkait rencana aksi unjuk rasa, namun pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan melalui media sosial.

Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas, sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada. Tetapi tidak berhenti di situ, Polda Metro Jaya melalui direktur-direktur operasional tetap melakukan pemantauan secara dunia maya, digital.

Ungkapan tersebut disampaikan Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, pada hari Jumat (31/7).

Kolaborasi dengan lembaga dan badan lainnya, Polda Metro Jaya memonitor kondisi Jadetabek setiap menit. Budi menegaskan kondisi Jadetabek kondusif di tengah fenomena pemasangan pagar tinggi.

Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi, menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi, termasuk dari masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri sudah membentuk tim preventif strike di direktorat yang ada di Polda Metro Jaya. Budi mengatakan tim tersebut untuk memantau potensi kerusuhan demi terciptanya Jakarta yang aman.

Jadi sudah melakukan mitigasi awal, apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba m

Leave a Comment