Berita

Remaja di Ponorogo Jatuh ke Sumur 25 Meter Saat Bersihkan Rumah

o Jatuh ke Sumur 25 Meter Saat Bersihkan Rumah Remaja di Ponorogo Jatuh ke Sumur 25 - Satu kejadian tragis terjadi di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan

Desk Berita
Published Juni 8, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Remaja di Ponorogo Jatuh ke Sumur 25 Meter Saat Bersihkan Rumah

Remaja di Ponorogo Jatuh ke Sumur 25 – Satu kejadian tragis terjadi di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu pagi. Seorang remaja yang sedang membantu ayahnya membersihkan bangunan lama di wilayah tersebut jatuh ke sumur berdiameter kurang dari satu meter dan kedalaman mencapai 25 meter. Menurut informasi yang dihimpun, remaja bernama Abimanyu (15 tahun) terjatuh saat berada di dalam bangunan yang sudah lama tidak digunakan. Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan segera diberikan pertolongan medis setelah diangkat dari dalam sumur.

Detil Kejadian dan Proses Evakuasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 09.00 WIB. “Korban ditemukan di dasar sumur setelah warga melakukan pencarian intensif. Sumur yang berisi air tersebut berada di dalam bangunan tua yang disewa oleh keluarga korban,” jelas Masun dalam pernyataan resmi. Proses evakuasi membutuhkan koordinasi antara tim penyelamat BPBD dan warga sekitar, dengan metode vertical rescue digunakan karena ruang gerak di dalam sumur terbatas.

Menurut saksi mata, Abimanyu terjatuh saat bermain di sekitar sumur yang terletak di sudut bangunan. Meski sempat mengalami kepanikan, remaja tersebut tidak terlalu lama berada di dalam sumur sebelum ditolong oleh tim evakuasi. Pemilik bangunan mengatakan bahwa sumur tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun dan tidak memiliki penutup, sehingga menjadi potensi bahaya bagi siapa pun yang tidak waspada.

Langkah Penyelamatan dan Dukungan Komunitas

BPBD Ponorogo menegaskan bahwa evakuasi berlangsung cepat meski dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menarik korban ke permukaan. Tim penyelamat memakai alat khusus dan berkoordinasi dengan warga yang membantu menemukan lokasi korban. Selain itu, beberapa warga lokal juga turut serta dalam upaya penyelamatan, dengan menyiapkan perahu kecil untuk mengangkat korban dari dalam sumur.

Setelah dievakuasi, Abimanyu segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lanjutan. “Kondisi korban stabil setelah diberikan perawatan medis. Tim medis menilai tidak ada cedera serius yang mengancam nyawanya,” terang Masun. Selama proses evakuasi, masyarakat sekitar tetap waspada dan bergerak cepat untuk mencegah terjadinya korban yang lebih parah.

Menurut koran Antara, Senin (8/6/2026), kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembersihan atau renovasi di bangunan tua. Sumur yang dalam dan tidak terlindungi bisa menjadi sumber bahaya, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitarnya. Pemilik bangunan juga mengakui bahwa mereka tidak mengetahui perubahan struktur bangunan sebelum kejadian terjadi.

Kondisi Bangunan dan Faktor Penyebab

BPBD Ponorogo menyebutkan bahwa bangunan yang menjadi lokasi kejadian sudah lama disewa oleh keluarga Abimanyu. Karena kondisi bangunan yang tidak terawat, lantai dan dinding sumur mungkin mengalami retak atau longsor, sehingga memungkinkan korban terjatuh. “Kami menduga kejadian ini terjadi karena ketidakstabilan lantai sumur yang tidak terdeteksi sebelumnya,” kata Masun. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap struktur bangunan tua perlu lebih ketat, terutama saat digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengimbau masyarakat untuk melakukan inspeksi rutin terhadap bangunan yang sedang dalam renovasi atau pemeliharaan. Selain itu, penutup sumur atau pengamanan sementara dianjurkan agar tidak terjadi kejadian serupa. “Sumur yang dalam harus selalu dijaga keamanannya, terutama saat lingkungan sekitar sedang berubah,” tegas Masun. Dengan tindakan cepat, korban tidak mengalami cedera serius dan berhasil selamat.

Respons dan Rekomendasi Setelah Evakuasi

Setelah kejadian, warga sekitar bersama BPBD melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap bangunan dan sumur. Hasilnya, ditemukan bahwa lantai sumur mengalami kerusakan akibat tumpukan tanah dan material bangunan yang tidak stabil. “Kami menyarankan untuk menutup sumur sementara hingga semua perbaikan selesai,” tambah Masun. Selain itu, pihak BPBD juga memberikan pelatihan sederhana kepada warga tentang cara mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Kejadian ini menimbulkan perhatian lebih terhadap keamanan lingkungan di Ponorogo. Banyak warga yang membagikan pengalaman serupa di media sosial, menyoroti pentingnya kesadaran akan potensi bahaya di sekitar rumah. “Kita harus selalu waspada, terutama di area yang belum diperbaiki sepenuhnya,” kata salah satu warga yang mengikuti proses evakuasi. BPBD juga berencana untuk menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di lingkungan desa sebagai langkah preventif.

Abimanyu dinyatakan dalam kondisi baik setelah menjalani pemeriksaan medis. Ia sempat mengalami kecemasan akibat kejadian tersebut, tetapi segera pulih setelah dijaga oleh anggota keluarga. “Korban tidak ada luka serius, hanya sedikit cedera di kaki akibat jatuh,” kata dokter yang menangani kasus ini. Ini menjadi bukti bahwa kejadian serupa tidak harus berakhir dengan korban meninggal, asalkan respons penyelamatan cepat dan tepat.

Leave a Comment