Berita

Program JKN Jadi Penopang Harapan Herna di Balik Rutinitas Cuci Darah

Setiap dua kali dalam seminggu, Herna Sumiratna, perempuan berusia 41 tahun, berjalan menuju ruang hemodialisis di RSUD KHZ Mustafa yang terletak di Kabupaten

Desk Berita
Published Agustus 5, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Herna Sumiratna: Program JKN Jadi Sandaran Hidup di Tengah Rutinitas Cuci Darah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Herna Sumiratna: Program JKN Jadi Sandaran Hidup di Tengah Rutinitas Cuci Darah

Wahanaberita.com – Setiap dua kali dalam seminggu, Herna Sumiratna, perempuan berusia 41 tahun, berjalan menuju ruang hemodialisis di RSUD KHZ Mustafa yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Selama tiga tahun terakhir, ia telah melakukan perjalanan bolak-balik secara teratur untuk menjalani terapi cuci darah. Kondisi ini muncul setelah hipertensi yang lama dideritanya berubah menjadi gagal ginjal kronis.

Dari Diagnosis Hingga Terapi Rutin

Peristiwa itu bermula ketika tekanan darah tinggi yang dialami Herna tidak kunjung membaik. Wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini akhirnya harus menerima kenyataan pahit saat dokter menyatakan ginjalnya mengalami penurunan fungsi hingga mencapai tahap gagal ginjal kronis.

“Diagnosis tersebut membuat saya begitu kaget dan terpukul,” cerita Herna dalam keterangan tertulis pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kini, setiap hari Selasa dan Jumat menjadi jadwal wajib bagi Herna untuk menjalani terapi. Suara mesin-mesin cuci darah yang berdengung di ruangan hemodialisis menjadi pengingat bahwa terapi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.

JKN: Penopang Harapan dan Ketenangan

Di balik perjuangan tersebut, Herna merasa sangat bersyukur. Ia tidak perlu lagi cemas memikirkan biaya pengobatan karena telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN). Program Jaminan Kesehatan Nasional ini menjadi jaminan penuh atas layanan kesehatannya.

“Selama saya menjalani kegiatan cuci darah di sini (RSUD KHZ Mustofa), pelayanan dari dokter dan perawat sangat ramah, selalu memberikan semangat kepada kami,” ungkap Herna.

Bagi Herna, program JKN bukan sekadar pelindung kesehatan pribadi, tetapi juga melindungi keluarganya. Ia berharap program ini terus bertahan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Terkhusus untuk pengidap penyakit kronis, saya yakin mereka juga merasakan hal yang sama dengan saya. Berkat JKN, perlindungan kesehatan kami terjamin dan tidak perlu khawatir akan biaya,” tambah perempuan asal Singaparna tersebut.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Herna menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan serta RSUD KHZ Mustofa atas pelayanan terbaik yang telah diberikan. Ia berharap kualitas layanan yang sudah dirasakan selama ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

“Semoga yang baik dipertahankan dan yang kurang ditingkatkan. Mari menjadi peserta JKN agar kesehatan kita terlindungi dan seandainya sakit pun tidak perlu lagi khawatir akan biaya,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Program JKN Jadi Penopang Harapan Herna?

Program JKN Jadi Penopang Harapan Herna is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Program JKN Jadi Penopang Harapan Herna matter?

Program JKN Jadi Penopang Harapan Herna matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment