Berita

Mendagri Minta Walkot Pakai Rp 200 M Perbaiki Saluran Air Imbas Banjir Padang

Mendagri Minta Walkot Pakai Rp 200 Miliar untuk perbaikan infrastruktur drainase di Kota Padang. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi

Desk Berita
Published Agustus 5, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Mendagri Minta Walkot Pakai Rp 200 M Perbaiki Saluran Air Pasca Banjir Padang
  2. Related Reading

Mendagri Minta Walkot Pakai Rp 200 M Perbaiki Saluran Air Pasca Banjir Padang

Wahanaberita.com – Mendagri Minta Walkot Pakai Rp 200 Miliar untuk perbaikan infrastruktur drainase di Kota Padang. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi menginstruksikan Wali Kota Padang untuk memanfaatkan anggaran bencana yang telah tersedia. Instruksi ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap dampak banjir yang melanda Kota Padang baru-baru ini. Berbagai instansi pemerintah telah mengerahkan personel ke lokasi untuk menangani situasi darurat tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Mendagri, dampak kerusakan akibat banjir kali ini tidak tergolong parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Seluruh elemen pemerintahan mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat keamanan, hingga pemerintah kota setempat sudah beroperasi di lapangan. Koordinasi antarinstansi berjalan lancar untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara efektif dan efisien.

Menurut Tito Karnavian, peristiwa yang terjadi pada tanggal 3 Agustus ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Hujan yang turun tidak menyebabkan genangan berhari-hari seperti kejadian lama yang sering terjadi di Padang. Air yang menggenang juga tidak membawa lumpur, sehingga rumah-rumah dan fasilitas umum tidak mengalami kerusakan signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di Padang telah mengalami peningkatan.

“Banjirnya juga tidak membawa lumpur, tapi air genangan-genangan air terjadi. Tidak ada ke rumah-rumah, fasilitas yang rusak, terberat nggak ada,” jelas Tito saat ditemui di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Meskipun beberapa hunian terdampak, situasi ini masih lebih ringan dibandingkan bencana November 2025 lalu. Genangan di jalanan memang cukup mengganggu aktivitas masyarakat, namun tidak separah kejadian sebelumnya yang membawa banyak lumpur. Pemerintah daerah bersama pejabat provinsi telah aktif memberikan bantuan logistik dan makanan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat lainnya.

Strategi Perbaikan Saluran dan Penggalian Sungai

Tito menyoroti masalah saluran air PDAM yang kembali rusak akibat banjir kali ini. Sebelumnya, saluran tersebut sempat diperbaiki sebagian setelah bencana November 2025, namun kini bagian lain juga terdampak. Untuk mengatasi hal tersebut, Mendagri menyarankan Wali Kota memanfaatkan anggaran bencana yang telah dialokasikan secara khusus. Anggaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur daerah yang rawan bencana.

“Nah saya sampaikan, Pak Wali Kota kalau nggak salah ada anggaran Rp 200 miliar lebih kalau nggak salah itu dari tambahan dari Bapak Presiden di bulan Januari. Bisa manfaatkan itu. Atau provinsi kan ada Rp 500 miliaran ditambah kemarin oleh Bapak Presiden Januari,” lanjutnya.

Jika anggaran tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan sepenuhnya, Tito menyatakan akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk turun tangan. Selain itu, pemerintah pusat juga akan membantu pengerukan sungai di pusat Kota Padang. Beberapa titik memiliki sedimen yang tinggi sehingga air hujan tertahan dan meluap ke kedua sisi jalan. Pengerukan sedimen ini menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir berulang di masa mendatang.

“Ada gambarnya yang di Kota Padang, sedang mengerahkan alat-alat berat untuk mengeruk sedimen-sedimen di titik-titik yang terutama kalau hujan bisa banjir gitu. Prioritasnya seperti itu,” imbuh Tito yang telah menghubungi kepala balai terkait pagi harinya.

Langkah Preventif Jangka Panjang

Perbaikan saluran air dan penggalian sungai merupakan langkah awal dalam strategi jangka panjang. Mendagri menekankan pentingnya pemeliharaan rutin infrastruktur drainase untuk mencegah masalah serupa di masa depan. Koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota harus terus ditingkatkan untuk memastikan efektivitas penanganan bencana. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

Dengan alokasi anggaran yang memadai dan koordinasi yang baik, Kota Padang diharapkan dapat mengatasi masalah banjir secara berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur yang direncanakan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Banjir Padang

Berapa anggaran yang tersedia untuk perbaikan saluran air di Padang? Terdapat anggaran Rp 200 miliar lebih dari pemerintah pusat dan Rp 500 miliar dari pemerintah provinsi yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur.

Kapan banjir terakhir terjadi di Padang? Banjir terakhir terjadi pada tanggal 3 Agustus 2026, dengan kejadian sebelumnya pada November 2025.

Apa yang membedakan banjir kali ini dengan sebelumnya? Banjir kali ini tidak membawa lumpur dan tidak menyebabkan genangan berhari-hari seperti kejadian sebelumnya.

Siapa saja yang terlibat dalam penanganan banjir? BNPB, aparat keamanan, pemerintah kota, dan pemerintah provinsi semuanya aktif dalam penanganan banjir.

Apa langkah selanjutnya setelah perbaikan saluran? Pemerintah akan melakukan pengerukan sedimen di titik-titik strategis dan memastikan pemeliharaan rutin infrastruktur drainase.

Leave a Comment